• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
M
AKALAH INSTRUMENTASI NUKLIRKAMERA GAMMA
Oleh :
1.Tedy Tri Saputro2.Agustin Nurcahyani3.Prambudi Wicaksono4.Gunawan Satrio Pratomo5.Muhammad Syamsudin
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIRBADAN TENAGA NUKLIR NASIONALYOGYAKARTA2009
 
BAB IPENDAHULUAN
1 .1 Latar belakangKedokteran Nuklir
Kedokteran Nuklir didefinisikan sebagai suatu praktek yang menjadikan pasienmengandung radioaktif untuk keperluan diagnosis dan terapi. Bahan radioaktif yang biasadisebut radionuklida atau radiofarmaka diinjeksikan kedalam tubuh pasien (secara internal), ataudicampurkan ke cairan organ tubuh yang diambil keluar tubuh (secara eksternal). Kedua caratersebut dinamakan teknik in vivo dan in vitro. Dalam pemeriksaan kedokteran nuklir,radioisotop yang masuk kedalam tubuh, atau cairan tadi dimonitor dari luar dengan peralatanyang disebut instrumentasi kedokteran nuklir. Ada 2 jenis instrumentasi nuklir yakni keperluandiagnosis dan keperluan terapi. Dalam kasus ini, kamera gamma dapat digolongkan sebagaiinstrumentasi nuklir jenis yang pertama.Untuk kepentingan diagnosis, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu
1.
Foton (gelombang elektromagnetik) muncul dari elektron energi tinggi dengan positronyang kemudian menimbulkan peristiwa annihilasi dan menghasilkan sinar gamma yangdapat dideteksi dengan alat dari luar. Pada radionuklida tertentu pancaran yang dideteksiadalah sinar X dalam energy antara 50 – 300 keV
2.
Umur paroh bahan nuklida radioaktif yang digunakan berkisar antara beberapa menithingga mingguan. Pada umumnya diinginkan untuk tinggal sebesar 5 rad pada organtarget setelah proses diagnosis
3.
Perangkat instrumentasi nuklir haruslah bisa melakukan diskriminasi dan memilihinformasi yang hanya berasal dari radiasi gamma primer, selain itu harus digunakan
 
detector yang memiliki respon tinggi pulsa yang berbanding lurus terhadap energiradionuklida yang dideteksi.4. Sistem instrumentasi yang digunakan haruslah memiliki unjuk kerja yang bagus meliputilow noise, linear, akurasi tinggi, respon energi linear, sensitivitas yang tinggi, bandwidthlebar
Radiofarmaka
Radiofarmaka yang banyak digunakan adalah Tc-99m. Penggunaannya berkembangpesat sejak tahun 1961, karena ditunjang oleh beberapa kelebihan sifat inti radionuklida tersebutyakni : pemancar gamma murni dan tunggal, energinya memadai untuk deteksi (140 keV) danumur paruhnya pendek, yaitu 6 jam. Beberapa contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:1) Tc-99m sulfur koloid, untuk pemeriksaan jantung, hati dan limpa.2) Tc-99m diethylenetriamine pentaacetic acid (DTPA), untuk pemeriksaan otak.3) Tc-99m sodium tripoliphospate (STPP), untuk penatahan tulang.Radionuklida 1-123 juga banyak dipilih untuk 
imaging
Merupakan pemancar gammadengan umur paruh 13 jam, sehingga sangat cocok untuk studi dalam waktu yang tidak terlalupendek. Imaging dengan kamera gamma cukup jelas karena energi gamma yang dipancarkanoptimal yaitu 159 keV. Keuntungan lain ialah mudah berikatan dengan antibodi, sehingga sangatbaik untuk menanda antibodi pada pelacakan kanker.
I.2 Batasan Masalah
Ruang lingkup pada pembuatan makalah ini dibatasi pada aplikasi Kamera Gamma dalambidang kedokteran nuklir serta jenis - jenis kamera gamma lain yang dijelaskan secara singkat.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...