• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
KONSEP WARIS PERSPEKTIF HADITS
PENDAHULUAN
Hukum waris menduduki tempat amat penting dalam Hukum Islam. Sedemikian pentingnya kedudukan hukum waris Islam dalam hukum Islam dapat disimpulkan darihadits Nabi riwayat Ibnu Majah dan Addaraquthni:
يبِأَن ِ بْر َ م َ عُن ُ بْص ُ ف ْ حَا َ ثَد ّ حَي  ِز َ  ِ لْ ِذ ِ  ْ م ُ لْ ن ُ بْ ُ هِر َ بْإِا َ ثَد ّ حََاقََاقَةَ ر َ ْ ر َ هُيبِأَن ْ عَجِ ر َ عْْَ ن ْ عَِاَ ز  ل وبُأَا َ ثَد ّ حَِاط َ  ِ لْابَأَاَ َ  ّ سَ َ ِ  ْ  َ عَ ُ  ّ ل ى ّ َ ِ  ّ ل ُ وسُ َض َ ئِر َ ف َ لْ وم ُ  ّ  َ تَةَ ر َ ْ ر َ هُن ْ ِ ُ ز َ  ْ ُءٍي ْ شَُ ّأَو َ هُ َى َ  ْ ُو َ هُ َ ِ  ْ  ِ لْ  ُ  ْ ِ ُ ّ ِ َاهَ وم ُ   عَ َي ِ ّأُ
 Pelajarilah faraidl (hukum waris) dan ajarkanlah kepada orang banyak, karena faraidl adalah separoh ilmu dan mudah dilupakan serta merupakan ilmu yang pertamakali hilang dari umatku.
1
Islam telah memberikan ketentuan-ketentuan dalam pembagian harta pusakadalam al-Quran dan Hadits, sehingga bagi umat Islam diwajibkan untuk mengetahuidan mengamalkannya. Dalam makalah ini, akan dipaparkan hal-hal yang berkaitandengan harta warisan dan ketentuan-ketentuannya yang berdasarkan pada hukum Islam,sehingga dapat diketahui dan dapat diamalkan.
1
Lihat software
al-Maktabah al- Syameelah
, Sunan Ibnu Majah, Bab Pembahasan Mempelajari Faraidh, juz 8, hlm. 196
1
 
PEMBAHASAN
A. Pengantar Ilmu Faraidh
 Al-faraidh
adalah kata jamak dari
al-faridhoh
yang artinya "bagian yangditentukan kadarnya". Faraidh dalam arti mawarits, hokum waris-mewaris, dimaksudsebagai bagian, atau ketentuan yang diperoleh oleh ahli waris menurut ketentuan syara'.Adapun kata al-mawarits, adalah jamak dari kata
mirots
. Dan yang dimaksud
al-mirotsu
, demikian pula
al-irtsu
,
wirtsy
,
wirotsah
dan
turots
, yang diartikan dengan
al-murutsu
adalah harta peninggalan dari orang yang meninggal untuk ahli waritsnya.Secara singkatnya, ilmu faraidh dapat didefinisikan sewbagi ilmu pengetahuanyang mempelajari tentang ketentuan-ketentuan harta pusaka bagi ahli waris. Orangyang meninggalkan harta tersebut dinamakan
al-muwaritsu
, sedang ahli waris disebutdengan
al-waritsu
.
2
B. Prinsip-prinsip Hukum Waris Islam
3
Dalam hukum waris Islam, terdapat prinsip-prinsip sebagai berikut.a.Prinsip Ijbari, yaitu bahwa peraliban harta seseorang yang telah meninggal duniakepada yang masih hidup berlaku dengan sendirinya. b.Prinsip Individual, yaitu bahwa harta warisan dapat dibagi-bagikan kepada ahliwaris untuk dimiliki secara perseorangan.c.Prinsip Bilateral, artinya bahwa baik laki-laki maupun perempuan dapat mewarisdari kedua belah pihak garis kekerabatan, atau dengan kata lain jenis kelamin bukanmerupakan penghalang untuk mewarisi atau diwarisi.d.Prinsip kewarisan hanya karena kematian, yakni bahwa peralihan harta seseorangkepada orang lain dengan sebutan kewarisan berlaku setelah yang mempunyai hartatersebut meninggal dunia. Dengan demikian, tidak ada pembagian warisansepanjang pewaris masih hidup.
C. Sebab-sebab Terjadinya Warisan
4
a.Hubungan Nasab (Darah), seperti ayah, ibu, anak, saudara, paman, kakek dan nenek 
2
Zakiah Daradjat,
 Ilmu Fiqh Jilid III 
(Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1995), hlm. 1-3
3
www. Google.com diakses pada tanggal 9 Mei 2009
4
www. Google.com
2
 
 b.Hubungan Perkawinan, yang terdiri dari duda atau janda. Perkawinan yang sahmenimbulkan hubungan kewarisan. Jika seorang suami meninggal dunia makaisteri atau jandanya mewarisi harta suaminya, dan demikian pula sebaliknya.Apabila semua ahli waris ada, maka yang berhak mendapat warisan hanyalah :anak, ayah, ibu, suami atau istri.
E.Manawi'ul Irtsi
Yang dimaksud
Manawi'ul Irtsi
ialah penghalang terlaksananya waris-mewarisi.Keadaan yang menyebabkan seorang ahli waris tidak dapat memperoleh harta warisanialah:1.PerbudakanSyaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata: "Budak adalah manusia yangtidak memiliki wewenang sendiri, tetapi dia dimiliki, boleh dijual, boleh dihibahkandan diwaris. Dia dikuasai dan tidak memiliki kekuasaan. Adapun (yang menjadi) sebabdia tidak mendapatkan warisan, karena Allah membagikan harta waris kepada orangyang berwenang memiliki sesuatu, sedangkan dia (budak) tidak memiliki wewenang.Rasulullah bersabda:
 Dan barangsiapa membeli budak sedangkan budak itu memiliki harta, makahartanya milik si penjual, kecuali bila pembeli membuat syarat.
[Hadits RiwayatBukhari 2/838 dan Muslim 3/1173]Selanjutnya beliau berkata :
 Jika dia tidak berhak memiliki, maka tidak berhak mewarisi, sebab bila dia mewarisi, maka akan beralih kepemilikannya kepada pemiliknya.
[Lihat Tashilul Fara'id : 21]
5
2.PembunuhanRasulullah bersabda:
Siapa yang membunuh seseorang, ia tidak dapat mewarisi dari terbunuh itu, sekalippun orang yang terbunuh itu tidak mempunyai ahli waris kecuali si pembunuh itu saja, apabila si pembunuh itu orang tuanya atau anaknya, si pembunuh tidak berhak menerima harta warisan.
[HR Ahmad dari Umar]
6
 
5
 
 
diakses pada tanggal 9 Mei 2009
6
Zakiah Daradjat,
 Ilmu Fiqh Jilid III 
, hlm. 21
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...