PENDAHULUAN
Hukum waris menduduki tempat amat penting dalamHukum Islam. Sedemikian pentingnya kedudukan hukum warisIslam dalam hukum Islam dapat disimpulkan dari hadits Nabiriwayat Ibnu Majah dan Addaraquthni:
ن ُ بْص ُ ف ْ حَا َ ثَد ّ حَي مِز َ ِ لْ رِذ ِ ْ ُ لْ ن ُ بْ ُ هِ َ بْإِا َ ثَد ّ حَجِ َ عَْْ ن ْ عَِاَ ز ل وبُأَا َ ثَد ّ حَِاط َ ِ لْ يبِأَن ِ بْ َ َ عُ ُ ّ ل ى ّ َ ِ ّ ل ُ وسُ رََاقََاقَةَ َ ْ َ هُيبِأَن ْ عَابَأَاَ َ ّ سَ َ ِ ْ َ عَض َ ئِ َ ف َ لْ و ُ ّ َ تَةَ َ ْ َ هُاهَ و ُ عَ َ ُ ز َ ْ ُءٍي ْ شَُ ّأَو َ هُ َى َ ْ ُو َ هُ َ ِ ْ ِ لْ ُ ْ ِ ُ ّ ِ َي ِ مّأُن ْ مِ
Pelajarilah faraidl (hukum waris) dan ajarkanlah kepadaorang banyak, karena faraidl adalah separoh ilmu dan mudahdilupakan serta merupakan ilmu yang pertama kali hilang dariumatku.
Islam telah memberikan ketentuan-ketentuan dalam pembagian harta pusaka dalam al-Quran dan Hadits, sehingga bagi umat Islam diwajibkan untuk mengetahui danmengamalkannya. Dalam makalah ini, akan dipaparkan hal-halyang berkaitan dengan harta warisan dan ketentuan-ketentuannya yang berdasarkan pada hukum Islam, sehinggadapat diketahui dan dapat diamalkan.
PEMBAHASANA. Pengantar Ilmu Faraidh
Al-faraidh
adalah kata jamak dari
al-faridhoh
yangartinya "bagian yang ditentukan kadarnya". Faraidh dalam artimawarits, hokum waris-mewaris, dimaksud sebagai bagian, atauketentuan yang diperoleh oleh ahli waris menurut ketentuansyara'. Adapun kata al-mawarits, adalah jamak dari kata
mirots
.Dan yang dimaksud
al-mirotsu
, demikian pula
al-irtsu
,
wirtsy
,
wirotsah
dan
turots
, yang diartikan dengan
al-murutsu
adalahharta peninggalan dari orang yang meninggal untuk ahliwaritsnya.Secara singkatnya, ilmu faraidh dapat didefinisikansewbagi ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang ketentuan-ketentuan harta pusaka bagi ahli waris. Orang yangmeninggalkan harta tersebut dinamakan
al-muwaritsu
, sedangahli waris disebut dengan
al-waritsu
B. Prinsip-prinsip Hukum Waris Islam
Dalam hukum waris Islam, terdapat prinsip-prinsipsebagai berikut.a.Prinsip Ijbari, yaitu bahwa peraliban harta seseorang yangtelah meninggal dunia kepada yang masih hidup berlakudengan sendirinya. b.Prinsip Individual, yaitu bahwa harta warisan dapat dibagi- bagikan kepada ahli waris untuk dimiliki secara perseorangan.c.Prinsip Bilateral, artinya bahwa baik laki-laki maupun perempuan dapat mewaris dari kedua belah pihak garis
1
Lihat software
al-Maktabah al- Syameelah
, Sunan Ibnu Majah, juz 8, hlm. 196
2
Zakiah Daradjat,
Ilmu Fiqh Jilid III
(Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1995),hlm. 1-3
3
www. Google.com diakses pada tanggal 9 Mei 2009
kekerabatan, atau dengan kata lain jenis kelamin bukanmerupakan penghalang untuk mewarisi atau diwarisi.d.Prinsip kewarisan hanya karena kematian, yakni bahwa peralihanharta seseorang kepada orang lain dengan sebutan kewarisan berlaku setelah yang mempunyai harta tersebut meninggal dunia.Dengan demikian, tidak ada pembagian warisan sepanjang pewaris masih hidup.
C. Sebab-sebab Terjadinya Warisan
a.Hubungan Nasab (Darah), seperti ayah, ibu, anak, saudara, paman, kakek dan nenek b.Hubungan Perkawinan, yang terdiri dari duda atau janda.Perkawinan yang sah menimbulkan hubungan kewarisan. Jikaseorang suami meninggal dunia maka isteri atau jandanyamewarisi harta suaminya, dan demikian pula sebaliknya.Apabila semua ahli waris ada, maka yang berhak mendapatwarisan hanyalah : anak, ayah, ibu, suami atau istri.
E.Manawi'ul Irtsi
Yang dimaksud
Manawi'ul Irtsi
ialah penghalangterlaksananya waris-mewarisi. Keadaan yang menyebabkan seorangahli waris tidak dapat memperoleh harta warisan ialah:1.PerbudakanSyaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata: "Budak adalah manusia yang tidak memiliki wewenang sendiri, tetapi diadimiliki, boleh dijual, boleh dihibahkan dan diwaris. Dia dikuasai dantidak memiliki kekuasaan. Adapun (yang menjadi) sebab dia tidak mendapatkan warisan, karena Allah membagikan harta waris kepadaorang yang berwenang memiliki sesuatu, sedangkan dia (budak) tidak memiliki wewenang.Rasulullah bersabda:
Dan barangsiapa membeli budak sedangkan budak itumemiliki harta, maka hartanya milik si penjual, kecuali bila pembelimembuat syarat.
[Hadits Riwayat Bukhari 2/838 dan Muslim 3/1173]Selanjutnya beliau berkata :
Jika dia tidak berhak memiliki,maka tidak berhak mewarisi, sebab bila dia mewarisi, maka akanberalih kepemilikannya kepada pemiliknya.
[Lihat Tashilul Fara'id :21]
2.PembunuhanRasulullah bersabda:
Siapa yang membunuh seseorang, ia tidak dapat mewarisi dariterbunuh itu, sekalippun orang yang terbunuh itu tidak mempunyai ahli waris kecuali si pembunuh itu saja, apabila si pembunuh itu orang tuanya atau anaknya, si pembunuh tidak berhak menerima harta warisan.
[HR Ahmad dari Umar]
3.Berlainan agama
ن ْ عٍَا َ شِن ِ بْ ن ْ عَ ٍ ْ َ ُن ِ بْ ن ْ عَ ٍ ِاعَوبُأَا َ ثَد ّ حَن ِ بْ َ مَاسَأُن ْ عََا َ ْ عُن ِ بْ ِ ْ عَن ْ عَن ٍ ْ َ حُن ِ بْي ِ عَ ِ ْ َ عَ ُ ّ ل ى ّ َي ّ ِ ّ ل ّأَا َ ُ ْ عَ ُ ّ ل ي َ ِ رَد ٍ ْ َ
4
www. Google.com
5
6
Zakiah Daradjat,
Ilmu Fiqh Jilid III
, hlm. 21
1
KONSEP WARIS PERSPEKTIF HADITS
Oleh: Aida, Lia, Farhan
Leave a Comment