• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 Jurusan Tafsir haditsFakultas Ushulluddin, Universitas Islam Negeri Yogyakarta
1.Tema:
KAREL A. STEENBRINK 
Pertanyaan yang ingin di jawab dalam makalah ini adalaha.Bagaimana tanggapan Karel A. Steenbrink tentang kritik para Orientalis dan bangsa barat tentang dunia Islam ? b.Bagaimanakah pola pemikiran Karel A. Steenbrink tentang ketimuran ataudunia Islam?c.Dengan dasar dan bukti apa Karel S. Steenbrink melakukan otokritik terhadap para orientalis yang cenderung negatif akan dunia ketimuran (Islam)?
Kesimpulan Makalah.Disini Karel A.Steenbrink salah satu orientalis dari belanda mencobamengkaji kebenaran dari pandangan para orientalis yang bersifat negatif tentangketimuran (dunia Islam) yakni dengan melakukan penelitian langsung ke timur,disini Karel A.Steenbrink menemukan jawaban akan sebenarnya dunia timur.Karel A.Steenbrink, mengambil kesimpulan bahwa apa yang dikatakan umumnya para orientalis (bersifat negatif), tidak di benarkan, malah steenbrink sangatkagum akan kerukunan serta keharmonisan masyarakat Islam yang penuhtoleransi akan semua kalangan. Ini di buktikan ketika ia menjadi santri di diPondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo.2.Adanya hujatan, kritik dan lainnya itu adalah biasa terjadi dalam kehidupan, begitu juga apa yang lakukan para orientalis. Kita harus tahu “Bahwa Agama(atau keberagaman), dalam perspektif study agama-agama, merupakan suatutradisi yang hidup
(Living tradition),
makanya pemikiran keagamaan bersifat
open ended,
terbuka terus-menerus dapat di perdebatkan, di pertanyakan, dikoreksi, di bangun kembali, dan karenanya terus mengalami perkembangan dankeberagaman. Oleh sebab itu juga, para ahli keislaman kontemporer mengatakan bahwa keagamaan tidak boleh dan tidak perlu disakralkan, karena jika tidak,tanpa disadari ia akan berubah menjadi ideologi yang bersifat tertutup. Begitu iatertutup ia akan sangat sulit berkomunikasi dan berdialog dengan bentuk-bentuk  pemikiran sejawat yang lain.
ORIENTALISME
Ali Farhan (07530007)
1
 
Nama :Ali FarhanNIM :07530007Fak/Jur :Ushulluddin/Tafsir Hadits
 Jurusan Tafsir haditsFakultas Ushulluddin, Universitas Islam Negeri Yogyakarta
3.Ketika banyak para orang-orang timur (masyarakat muslim) yang menghujat paraorientalis menurut saya itu adalah sebuah kewajaran apalagi ia yang barusetengah-setengah memahami orientalis, kita boleh teliti banyaknya paraorientalis yang menghujat habis-habisan tentang agama Islam, walaupun juga adaorientalis yang sebaliknya, seperti orientalis yang saya kaji dalam makalah,seharusnya kita harus besyukur akan adanya hujatan yang negatif dan positif darimasyarakat muslim yang menandakan kalau orang-orang timur khususnya parasarjana-sarjana muda mau berfikir. Asumsi yang saya lontarkan bukan karenasaya negatif akan orientalis akan tetapi saya mencoba memahami bagaimanatanggapan kebanyakan masyarakat muslim akan orientalis.4.Lesson Learnt (Hikmah) yang saya ambil dari saya pelajari/dapatkan dari kulyahdan diskusi orientalisme (hal baru yang dapat saya dapatkan, perubahan yang paling dirasakan pada persepsi maupun sikap terhadap para orientalis) adalah:
Membendung rasa prasangka yang neagativ dari dalam diri yang mudahmenggeneralisasi terhadap para orientalis, yang di sebabkan mugkinsebelumnya pemahaman setengah-setengah akan orientalisme.
Yang paling penting adalah dapat langsung berinteraksi terhadap pakar orientalisme yakni Ibu Inayah.
 Nilai yang saya harapkan dari kelas ini adalah A+Alasan: Saya adalah tipe orang yang sangat menghargai atas jerih payah sendiriuntuk dapat yang lebih baik walaupun hasil dari jerih payah saya menurut pandangan orang lain tidak sama dengan pendapat saya, begitu pula dalam belajar orientalisme ini, oleh sebab itu saya juga mengharap kepada ibuuntuk dapat menghargai atas jerih payah saya.1.Pengertian Orientalisme
ORIENTALISME
Ali Farhan (07530007)
2
 
 Jurusan Tafsir haditsFakultas Ushulluddin, Universitas Islam Negeri Yogyakarta
Secara Bahasa orientalisme berasal dari kata orient yang artinya timur. Secara etnologisorientalisme bermakna bangsa-bangsa di timur, dan secara geografis bermakna hal-halyang bersifat timur, yang sangat luas ruang lingkupnya. Orang yang menekuni duniaketimuran di sebut orientalisDari pemaknaan di atas mungkin akan timbul pertanyaan, apakah orang Indonesia yangmempelajari tentang ketimuran bisa disebut Orientalis? Dari beberapa pembacaan sertadiskusi dalam kelas mengenai orientalis saya dapat membatasi, bahwa sebutan Orientalisdiberikan kepada setiap ilmuwan Barat yang mempelajari segala sesuatu tentangketimuran. Utamanya, istilah Orientalis diberikan kepada orang-orang Nashrani yangingin mempelajari ilmu-ilmu Islam dan bahasa Arab. Sedangkan kata
 Isme
sendirimenunjukkan makna faham. Jadi, orientalisme bermakna suatu faham atau aliran yanng berkeinginan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan bangsa-bangsa timur besertalingkungannya2.Gegrafi ImagineKajian mengenai orientalisme tidak terlepas dari wacana hubungan Islam dan Barat.Umumnya, dipahami bahwa kalangan orientalis (yang dianggap pihak Barat) memahamiTimur (mayoritas adalah Islam) sebagai suatu pemahaman dan analisa yang tidak  berimbang, cenderung menyudutkan pihak yang kedua. Dalam review ini sedikit sayamencoba menjelaskan di mana letak ambiguisitas antara keduanya (Islam dan Barat),mana yang menjadi persamaan dan perbedaannya. Pembedaan antara Islam dan Baratsangat ditentukan oleh keberhasilan orientalisme dalam menancapkan wacanahegemoniknya pada masyarakat Barat. Politik penjajahan yang dilakukan Barat sangat berpengaruh kuat dalam membentuk citra Barat tentang Islam dan analitis mereka tentangmasyarakat-masyarakat ketimuran atau oriental society. Dari wacana yang saya dapatdari buku Orientalisme karangan Edward Said di jelaskan kekuasaan dan pengetahuanternyata saling mempengaruhi satu sama lain. Kekuasaan sebenarnya melekat dalam bahasa dan institusi yang kita gunakan untuk mendeskripsikan, memahami, danmengotrol dunia. Dan Edward Said berhasil menunjukkan bahwa sebagai sebuah wacana,dikotomi Timur/Barat yang secara sekilas tampak netral sebenarnya merupakan ekspresidari suatu relasi kekuasaan tertentu. Dan dengan jelas sekali orientalismemengungkapkan ciri-ciri progresif Barat dan menunjukkan kemandekan sosialmasyarakat Timur.3.Sejarah OrientalismeDari beberapa sumber Pembahasan tentang asal mula Orientalisme, sebenarnya masihmenjadi perselisihkan oleh para peneliti sejarah Orientalisme. Dan tidak diketahui secara pasti siapa orang Eropa pertama yang mempelajari tentang ketimuran dan juga tidak adayang mencacat kapan terjadinya. Tapi di sini saya akan mencoba mengemukakan darisumber wacana yang saya dapatkan, bahwa munculnya orientalis tidak terlepas dari dari beberapa faktor yang melatarbelakanginya, antara lain akibat perang salib atau dimulainya pergesekan politik dan agama antara islamdan kristen barat di palestina, banayak juga leteratur yang menyatakan bahwa permusuhan politik yang berkecamuk antara umat islam dan kristen karena pemerintahan Nuruddin Zanki dan Sholahuddin al-ayyubi. Karena kekalahan demi kekalahan yang dialami pasukan kristen maka semangatmembalas dendam tetap membara selama berabad-abad. Faktor yang lainnya juga bahwa
ORIENTALISME
Ali Farhan (07530007)
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...