Sangat eksklusif dan ber ”harga” mati.Kita tidak akan bisa menerima beda pendapat dan beda pandangan. Kitaakan mandeg. Berhenti mengalir bersama hidup. Lebih celaka lagi, kita akangelisah sendiri. Sedikit-sedikit tersinggung. Sebentar-sebentar marah.Berprasangka buruk dan berpraduga melulu. Sehingga yang rugi kita sendiri,karena sifat-sifat itu akan semakin menjauhkan diri kita dari Allah, dari kesadaranilahi. Kita akan sibuk mengurusi orang lain. Mengkritik orang lain. Mencarikesalahan orang lain. Lupa melakukan perjalanan batin kita. Mau berdoapun, yangteringat wajah orang yang tidak kita sukai. Mau melakukan perjalanan sucipun,yang terbayang wajah mereka yang kita benci, sehingga doa kita, ziarah kita-semuanya sia-sia.Tanpa disadari, kegigihan kita untuk mempertahankan “pandangan dan pendapat pribadi atau kelompok” itu sudah sama dengan menduakan Tuhan. Kitamenempatkan “pandangan” serta “pendapat” sejajar dengan Tuhan. Demikian,kita memberhalakan pandangan dan pendapat. Kemudian pandangan serta pendapat itu yang kita agung-agungkan. Kita lupa mengagungkan Tuhan. Kitalupa bahwa Dia berada di atas segala pandangan dan pendapat. Kita lupa bahwatujuan hidup bukanlah “mempertahankan” pandangan dan pendapat. Tetapi untuk “berjalan” menuju dia. Pandangan dan pendapat sekedar “sarana”, “bekal” untuk perjalanan. Ada yang tidak tahan dingin dan membekali diri dengan selimut. Adayang tahan dingin dan tidak membekali diri dengan selimut. Masa setiap orangdiharuskan membawa selimut. Ya, tidak bisa…Dalam bahasa Rumi:Banyak sekali ahli hukum yang menjatuhkan hukuman berdasarkan apayang terlihat (oleh mata kasat). Kemudian, ada pula yang membebaskan seorangterdakwa hanya karena terdakwa itu mengaku dirinya beriman. Berapa banyak nyawa yang sudah melayang, karena kemunafikan seperti ini!(Oleh karena itu), jadilah “tua” dalam hal kebijakan dan keagamaan, sehinggaengkau bisa menemukan inti kebenaran.
Kulit juga benar. Tidak bisa disebut “tidak benar”, tetapi, hendaknya kitatidak berhenti di permukaan. Tidak berhenti pada kesadaran kulit. Seperti buah
3
Leave a Comment