• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
1
KAJIAN “SIHIR” DALAM SURAT AL-FALAQAYAT KE 4
Di tinjau dari Tafsir Al-Azhar, Karangan
Syaikh Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah (HAMKA)
Diajukan untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester (UAS)Mata Kuliah Tafsir Indonesia, semester IVDosen pengampu: Bapak Indal Abror
Oleh:Ali Farhan (07530007)
 JURUSAN TAFSIR HADITSFAKULTAS USHULUDDINUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2009
Ali Farhan (07530007)
 
PENDAHULUAN
Sihir dan sejenisnya dari cakupan ilmu-ilmu hitam sudah populardari masa nabi Muhammad SAW. Sebelum melangkah dalampembahasan tentang sihir secara mendalam tentunya untuk lebih jelasnya pengertian sihir diulas terlebih dahulu. Secara etimologisatau bahasa, sihir diartikan sebagai sesuatu yang halus dan rumitsebabnya. Oleh karena itu, waktu sahur terjadi di malam hari karenaaktivitas-aktivitas yang dilakukan pada waktu itu tersembunyi.Adapun secara terminologis (istilah), terjadi perbedaan pendapatdi antara ulama dalam mengungkapkan dan mendefinisikan sihir. Diantara mereka ada yang mendefinisikan sihir sebagai jimat-jimat, jampi-jampi, dan buhul-buhul yang berpengaruh pada hati dan badan,yang mengakibatkan sakit, mati, terpisahkannya antara suami danistri atas izin Allah.
1
 Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi mengatakan:“Ketahuilah bahwa sihir tidak akan bisa didefinisikan dengan definisiyang menyeluruh dan lengkap karena terkandung banyakpermasalahan. Dan dari sinilah berbeda ungkapan para ulama dalammendefinisikan dan perselisihan yang jelas.”Pada tugas ini, penulis mencoba menguraikan penjelasantentang “sihir” Di tinjau dari tafsir Al-Alzhar. dengan mengkaji tafsirAl-Azhar karangan Syaikh Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah(HAMKA), alasan penulis menggunakan tafsir Al-Azhar adalah karenadidalamnya terdapat kejelasan yang detail akan hakikat sihir dan dilengkapi dengan berbagai tafsir dari mufassir lain, dan disini jugapenulis menambahkan sedikit penjelasan dari tafsir dan literature lainupaya untuk hasil pengkajian tentang sihir bertambah baik.
1 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul ‘Azis Sulaiman Al-Qar’awi, Al-Jadid fi SyarahKitabut Tauhid, hlm 153
 
3
PEMBAHASAN
ö@è
%
 
èqããr
&
 
Éb
>
tÎ
/
 
È
,
n
=
xÿø9$
#
 
ÇÊÈ
 
`ÏB
 
Îh
°
 
$tB
 
t
,
n
=
y
{
 
ÇËÈ`ÏBur
 
Îh
°
 
@
,
Å
%
 
#
sÎ
)
 
|
=
s
%
ur
 
ÇÌÈ
 
`ÏBur
 
Ìhx©ÏM
»
sV
»¤
ÿ
¨
Z9$
#
 
Îû
 
Ïs
)
ãèø9$
#
 
ÇÍÈ
 
`ÏBur
 
Ìhx© 
 
>
Å
%
tn
#
sÎ
)
 
y|¡ym
 
ÇÎÈ
1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,2. Dari kejahatan makhluk-Nya,3. Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,
4. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yangmenghembus pada buhul-buhul
5. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."Penjelasan
`
Bur
 
Ìhx©
 
ÏM
»
sV
»¤
ÿ
¨
Z9$
#
 
Îû
 
Ïs
)
ãèø9$
#
 
ÇÍÈ
4. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yangmenghembus pada buhul-buhul[1609]
2
 Yang dimaksud di sini ialah bahaya dan kejahatan mantra-mantra sangdukun. Segala macam mantra atau sihir yang digunakan untukmencelakakan orang lain.Ada satu perbuatan yang disebut tuju, Dalam pemakaian kata secaraumum, kata tuju berarti titik akhir yang dituju dalam perjalanan. Yangboleh dikatakan juga dalam bahasa Arab maqshud. Apa yang dituju,dengan apa yang dimaksud adalah sama artinya. Tetapi di dalam Ilmu Sihir dan mantra dukun-dukun, tuju itu2
 
[1609] Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul daritali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.
Ali Farhan (07530007)
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...