女の男の子
wrote by
di LA
@ dila-no-nikki.livejournal.com
(SAFE, BOA-INDO, THE GRACE-INDO, TVXQ-INDO, SUJUNESIA, WONDERLAND INDO, etc)
“Oi, omae…kau…”“MOU II!!!Sudah sana bikin teh buat aku dan Yui!” suruh Boa.“Ii da yo,tidak apa-apa, Boa-chan. Aku bisa membuatnya sendiri,” kata Yui sambil berdiri.“Ii.Aku saja yang buat,” kataku. Lalu aku ke dapur dan membuatkan teh.Apa aku benar-benar suka pada Boa? Tapi kurasa ini hanya dampak pertama kali aku dekatdengan perempuan. Aku harus mengingat alasan kenapa aku benci perempuan. LagipulaYunho kan suka Boa. Perasaannya sudah jelas, sedangkan perasaanku ke Boa masih belum jelas. Ya, Yunho-lah yang suka duluan pada Boa. Boa juga sepertinya kemarin tidak bereaksiketika aku menciumnya. Mungkin dia juga suka pada Yunho. Sudahlah, untuk apa akumemikirkan semua ini.Aku mengantar teh ke kamar Boa. Ketika aku memandang Yui yang sedang bermain gitarsambil menyanyi, tanpa sadar aku ikut mendengarkan.Woa, kirei na ano koe.Indah sekalisuaranya. Tatapanku terpaku pada sosok Yui. Benar juga!!! Kalau aku mendekati Yui, aku tidakakan memikirkan Boa. Tapi itu sama saja dengan—“Ne, Jaejung-kun… daijoubu ka?Kau nggak pa-pa? Dari tadi memandangiku seperti itu.Kowai…menakutkan…” kata Yui. Boa tersenyum geli.“Iia, betsu ni…tidak apa-apa…” kataku. Aku berdiri dan kembali ke kamarku.Tapi kalau aku mendekati Yui, semua akan mengira aku sudah berubah. Yah. Memang sih aku juga ingin memastikan, apakah aku masih benci perempuan? Setelah tinggal bersama Boarasanya ada yang berubah. Mungkin aku memang harus memastikannya dengan mendekatiperempuan.Demo Boa janai.Tapi bukan Boa. Pertama, percuma karena kami memang sudahdekat dan itu karena terpaksa. Kedua, Yunho suka padanya dan aku tidak mau cari masalah.Jadi satu-satunya jalan aman adalah mendekati Yui.Beberapa menit kemudian aku mendengar Yui berpamitan, “Boa-chan, aku pulang dulu. Besokmasuk ya!Mata ashita!Sampai besok!”Yosh!CHANSU DA!!!Ini kesempatan pertama. Aku buru-buru memakai kaos dan keluar kamar.“Ano, Yui…” panggilku. Yui sedang memakai sepatunya.“Nani?Apa?”“Aku antar pulang. Sudah malam…ano…maksudku… kalau perempuan berjalan sendirianmalam-malam…”“Tidak usah. Rumahku dekat kok…”“Ii yo!Pokoknya aku antar!” paksaku. Yui tersenyum geli. Lalu dia mengangguk.“HEBI,AKU MENGANTAR YUI PULANG DULU!!!” teriakku ke arah kamar Boa.Aku berjalan bersama Yui. Jujur saja tidak ada bedanya dengan ja;an bersama Boa. Apa karenasifat mereka hampir sama? Atau karena aku memang sudah tidak benci perempuan?“Ne, Jaejung-kun… kalau kamu memang suka Boa, kamu jangan kabur dong!” kata Yui.“Dou iu imi?Apa maksdumu?”“Anata Boa ga suki, deshou?Kamu suka Boa kan? Jangan menghindar dan malah berjalanbersamaku dong.”“Chigeee yo.Nggak tuh! Aku nggak suka Boa kok.”“Jaejung-kun. Mungkin masalah lain kamu memang dewasa. Tapi masalah perempuan, kamutidak tahu apa-apa. Jadi aku akan memberitahumu apa yang harus kau lakukan pada Boa. Ne?”kata Yui.“De, demo…tapi…”
Leave a Comment