女の男の子
wrote by
di LA
@ dila-no-nikki.livejournal.com
(SAFE, BOA-INDO, THE GRACE-INDO, TVXQ-INDO, SUJUNESIA, WONDERLAND INDO, etc)
CHAPTER 8
“Doushite, Jaejung-kun?” tanya Yui dari seberang.“Hh, rasanya aku makin suka sama Boa,” kataku sambil menghela napas panjang.“Sore wa yokatta darou?!Wah bagus tuh!”“Demo Boa wa Yunho ga suki…tapi Boa suka Yunho…” kataku.“Kata siapa?” tanya Yui.“Sekarang Yunho di sini…”“Kalau begitu aku ke sana sekarang ya!” kata Yui.“Eh?”“Tunggu 5 menit!” kata Yui seraya menutup telepon.Aku meletakkan
cellphone
-ku lalu diam mendengarkan pembicaraan Yunho dan Boa. Yui,cepatlah datang. Aku gelisah sekali melihat mereka berduaan sementara aku baru menyadaribetapa aku menyukai Boa.Beberapa menit kemudian aku mendengar suara Yui dari luar.“Ohayooo~”Aku langsung keluar kamar dan menyambut Yui.“Yui! Naze koko ni?Kenapa kamu di sini?” tanya Boa sambil bangkit dari duduk.“Hehehe, barusan Jaejung-kun meneleponku, katanya dia kangen sama aku jadi aku datang kesini.Ne?” kata Yui sambil mengedipkan sebelah matanya. Haaah? Apa maksudnya ini? Yuimenginjak kakiku. Walaupun aku tidak mengerti, aku ikut saja deh skenario Yui.“Aaaah, sou!!!Benar! Tadi aku lihat kamu sama Yunho jadi ingat Yui, jadi aku langsung teleponYui dan menyuruhnya ke sini!” kataku. Yui mengaitkan lengannya ke lenganku.“Masaka anatatachi… tsukiau???Lho, kalian pacaran?” tanya Boa.Aku mau menjawab iya, tapi Yui mendahuluiku, “Iie!Kami tidak pacaran kok. Tapi Jaejungmemang senang sekali jalan denganku.Ne?”“Aaa, sou da yo….” aku hanya meng-iya-kan saja. Boa tersenyum.“Kalau begitu ayo kita makan bareng!” ajak Boa.Kami pun makan pagi berempat. Heh? Apa maksud Yui tadi sih? Ah sudahlah, Yui kan pintar.Lagipula yang seperti ini memang urusan cewek. Mana aku ngerti tentang cinta-cintaan. Apalagidari kecil aku sudah menyandang julukan
girls-hater
.“Oi, hebi…kamu tidak kemana-mana?” tanyaku.“Hm, mungkin nanti siang ke taman dekat kuil Yagami.Naze?Kenapa?” tanya Boa sambilmembereskan piring bersama Yui.“Kalau mau keluar bilang dulu ya. Aku dan Yui di kamar,” kataku sambil menarik Yui. Tanpamenoleh lagi aku ke kamar dan menutup pintu.“Yui, do iu imi?Apa maksudmu tadi?” tanyaku sambil menyuruhnya duduk. Bukannya duduk,Yui malah melihat poster-poster yang tertempel di dinding kamarku.“Kamu tadi kan lihat sendiri reaksi Boa. Tadi waktu aku sok akrab denganmu, dia kelihatancemburu lho. Tapi waktu aku bilang aku dan kamu tidak pacaran dia langsung lega,” kata Yui.“E? Maji?Benarkah?To iu koto wa…itu artinya…”
“To iu koto wa…itu artinya kemungkinan besar di juga suka kamu!” kata Yui sambil melihat rakkasetku.Entah mengapa perasaanku jadi ringan—malah berbunga-bunga. Benarkah Boa suka padaku?“Ta, tapi… bagaimana kamu bisa tahu hanya dari skenariomu tadi? Bukannya Boa bilang diamulai suka pada Yunho?” tanyaku khawatir.
Leave a Comment