Kado Pernikahan117
Suara Rasulullah bergetar. Para sahabat merasa ada yang akan hilang. Ada tangisyang terasa, tapi menahannya di tenggorokan. Ada kesedihan. Ucapan Rasulullah kaliini, mengisyaratkan perpisahan. Tahun depan mungkin Rasulullah sudah tidak bersama mereka lagi. Betapa besar kehilangan kalau Rasulullah benar-benar dipanggiloleh Yang Mengutusnya, Allah
subhanahu wa ta’ala
. Betapa besar kehilangan kalaukali ini adalah haji perpisahan, haji
wada’
, sedang wajah suci itu telah bertahun-tahunmembimbing mereka sekaligus menanggung luka-luka dalam beberapa peperangan.Para sahabat merasakan kesedihan itu.Kemudian Rasulullah berkata,
“Apakah aku sudah menyampaikan risalahTuhanku kepada kalian?”
Para sahabat menjawab dengan suara serentak, dengan gemuruh yang sama, dandengan jawaban yang sama, “Benar. Engkau sudah menyampaikan risalah kepadakami.”“
Allahumma isyhad
. Ya Allah, saksikanlah!” Sebagian sahabat sudah tidak sanggup lagi menahan tangisan mereka. Mereka mengetahui bahwa tugas Nabi sudahberakhir, kata K.H. Jalaluddin Rakhmat.“Wahai manusia,” begitu kata Nabi selanjutnya, “Hendaknya yang hadirmenyampaikan kepada yang tidak hadir. Tahukah kalian hari apakah sekarang ini?”“Hari yang suci.”
“Negeri apakah ini?”
“Negeri yang suci.”
“Bulan apakah ini?”
“Bulan yang suci.”
“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, sama sucinyadengan hari ini, negeri ini, pada bulan ini. Sesungguhnya kaum Mukmin itubersaudara. Tidak boleh ditumpahkan darahnya. Tuhan kalian satu. Bapak kaliansemuanya Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allahialah yang paling takwa. Tidak ada kelebihan orang Arab di atas orang asing kecualikarena takwanya. Apakah aku sudah menyampaikan kepada kalian?”
Suara para sahabat bergemuruh. Mereka menjawab, “Benar.” Begitulah setiapkali Nabi menyampaikan satu bagian
(maqtha’)
nasehatnya, beliau mengakhirinyadengan “apakah aku sudah menyampaikan kepada kalian?”; dan para sahabatmenjawab serentak dengan “benar”. Setiap beliau memulai bagian nasehatnya, kataKang Jalal, beliau berkata, “Simaklah pembicaraanku, kalian akan memperolehmanfaat sesudah aku tiada. Pahamilah baik-baik supaya kalian memperolehkemenangan.”Hari ini, Rasulullah telah tiada. Dan sekarang, saya ingin menyampaikan salahsatu pesan Rasulullah saat itu, ketika Anda sudah menguatkan hati untuk mengikatperjanjian yang sangat berat
(mitsaqan-ghalizhan)
. Istri Anda mempunyai hak atas
Leave a Comment