Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Revisi UU No 5 Tahun 1990

Revisi UU No 5 Tahun 1990

Ratings: (0)|Views: 367|Likes:
Published by Ige Kristianto
Draft Rancangan Undang Undang Konservasi Keanekaragaman Hayati
Draft Rancangan Undang Undang Konservasi Keanekaragaman Hayati

More info:

Published by: Ige Kristianto on Jul 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/14/2012

pdf

text

original

 
 1
NO BATANG TUBUH PENJELASAN
1.
 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR......... TAHUNTENTANGKONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATIDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
 
PENJELASAN ATASRANC UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR TAHUNTENTANG
KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI
2.
 Menimbang :a. bahwa sumberdaya alam hayati Indonesia adalah karunia Tuhan YangMaha Esa, mempunyai kedudukan serta peranan penting bagi kehidupanoleh karena itu perlu dikelola dan dimanfaatkan secara lestari, selaras,serasi dan seimbang bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia padakhususnya dan umat manusia pada umumnya, baik masa kini maupunmasa depan;
I. UMUM
Bangsa Indonesia dianugerahi kekayaansumberdaya alam hayati (SDAH) yang berlimpah,baik di darat, maupun di perairan. Sumberdaya alamhayati merupakan sumberdaya yang strategis,dikuasai oleh negara untuk dikelola secara optimaldan berkelanjutan bagi terwujudnya kesejahteraanmasyarakat Indonesia yang berkesinambungan.Keanekaragaman sumberdaya alam hayati (kehati)yang dimiliki Indonesia jumlahnya sangat berlimpah,Indonesia yang luasnya hanya sekitar 1% dari luasdaratan dunia, memiliki kehati ketiga terbesar di-dunia. Indonesia tercatat memiliki 515 jenis mamalia(12% dari total jumlah mamalia dunia), 511 reptilia(7,3% dari seluruh reptil dunia), 1.594 jenis burung(17% dari jumlah burung dunia) dan terdapat sekitar38.000 jenis tumbuhan berbunga.
3.
 b. bahwa sumberdaya alam hayati merupakan sumberdaya alam strategisyang dikuasai oleh negara serta merupakan sumberdaya alam yangmenguasai hajat hidup orang banyak dan mempunyai peranan pentingdalam perekonomian nasional sehingga pengelolaannya harus dapatsecara maksimal untuk mewujudkan kelestarian sumberdaya alam hayatidan kesejahteraan rakyat;
 
 2
NO BATANG TUBUH PENJELASAN
Keanekaragaman hayati Indonesia memangberlimpah, dan mempunyai sifat yang dapatmemperbaharui diri atau dapat diperbaharui(
renewable 
), namun jumlahnya tidak takterbatas,serta rawan dari bahaya kepunahan apabiladimanfaatkan secara berlebihan. Pemanfaatansecara berlebihan sampai pada tahap tertentu akandapat memusnahkan keberadaannya.Guna menjamin lestarinya keberadaan dan fungsisumberdaya alam hayati tersebut, serta gunamenjamin terwujudnya kesejahteraan masyarakatIndonesia secara berkelanjutan, perlu dilakukantindakan konservasi berupa pengelolaan yangberkelanjutan yang menjamin terjadinyakeseimbangan antara kegiatan pelindungan danpemanfaatan SDAH.Agar tindakan konservasi mampu menjamin adanyakepastian hukum hubungan antara masyarakatdengan sumberdaya alam hayati, terpemenuhi hak-hak dasar masyarakat dalam kaitannya dengankelestarian SDAH, serta terjaminnya distribusimanfaat SDAH secara adil dan berkelanjutan, makatindakan konservasi keanekaragaman kehati, harusdiatur dalam sebuah undang undang.Dewasa ini telah ada UU yang mengatur tentangkonservasi yaitu UU No. 5 Tahun 1990 tentangKonservasi Sumberdaya Alam Hayati danEkosistemnya. Undang-undang ini telah berumurhampir 20 tahun, dan selama masa tersebut telahmampu menjadi dasar penyelenggaraan konservasisumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Namundemikian dalam tenggang waktu tersebut telah
4.
 c. bahwa unsur-unsur sumberdaya alam hayati pada dasarnya salingtergantung antara satu dengan yang lainnya dan saling mempengaruhisehingga kerusakan dan kepunahan salah satu unsur akan berakibatterganggunya ekosistem;
5.
 d. bahwa untuk menjaga agar pemanfaatan sumberdaya alam hayati dapatberlangsung dengan secara sebaik-baiknya, maka diperlukan langkah-langkah konservasi sehingga sumberdaya alam hayati dan ekosistemnyaselalu terpelihara dan mampu mewujudkan keseimbangan serta melekatdengan pembangunan itu sendiri;
6.
 e. bahwa Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KonservasiSumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya belum menampung danmengatur secara menyeluruh mengenai konservasi sumberdaya alamhayati dan ekosistemnya, sesuai dengan perkembangan sosial, politik,ekonomi dan budaya nasional, serta kerjasama atau hubunganinternasional;
7.
 f. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b,c, d, e, dan f perlu membentuk Undang-Undang tentang KonservasiKeanekaragaman Hayati.
 
 3
NO BATANG TUBUH PENJELASAN
terjadi banyak sekali perubahan lingkungan strategisbaik dalam tataran nasional maupun internasionalyang belum mampu diantisipasi oleh ketentuan yangada dalam undang undang tersebut.Beberapa perubahan lingkungan strategis yang perludiantisipasi, dan mendapat perhatian dalampengaturan kehati kedepan, antara lain: masalahkemiskinan, tatakelola pemerintahan, pendanaandan partispasi, ancaman ketersediaan air, panganenergi dan pemanasan global bagi kehidupanbangsa yang lebih baik, otonomi serta bergesernyafokus kegiatan konservasi internasional.Kemiskinan, akibat belum memadainya kapasitasmasyarakat, minimalnya akses masyarakat terhadapkawasan, serta menyempitnya ruang kelolamasyarakat, langsung atau tidak langsung ditengaraitelah berpengaruh terhadap meningkatnya lajukerusakan kawasan konservasi , dan meningkatnyaancaman kepunahan jenis tumbuhan dan satwaliar, serta meningkatnya eskalasi konflik kawasanmaupun konflik orang dengan satwa liar. Beberapahasil penelitian menunjukan situasi bahwa,
terdapat puluhan juta masyarakat yang hidup di dalam/di sekitar kawasan, dimana sebagian dari mereka hidup dalam keadaan miskin dan tidak berdaya, dan dalam banyak kasus, masyarakat lokal merasa tidak dilibatkan dan tidak menerima manfaat dari pengelolaan kawasan konservasi.
Kedepankonservasi harus dilakukan dengan memperhatikanketerlibatan masyarakat yang hidup disekitarkawasan, terutama dalam penetapan kebijakan yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->