Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Dan Kaitannya Dengan Penegakan Supremasi

Makalah Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Dan Kaitannya Dengan Penegakan Supremasi

Ratings: (0)|Views: 454|Likes:
Published by Rafiansa_Zawan_2926

More info:

Published by: Rafiansa_Zawan_2926 on Jul 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/15/2012

pdf

text

original

 
MAKALAH PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGITERBUKA DAN KAITANNYA DENGAN PENEGAKANSUPREMASI HUKUM
PendahuluanPenyimpangan implementasi pancasila pada masa orde lama dan orde baru, berujungmenimbulkan gerakan reformasi di Indonesia, sehingga terjadilah suatu perubahan yang cukupbesar dalam berbagai bidang terutama bidang kenegaraan, hukum maupun politik.Konsekuensinya mengharuskan kita mengkaji ulang atas pemahaman ilmiah tentang pancasilasebagai ideologi dan sebagai paradigma kenegaraan.Atas dasar pemahaman yang demikian itu, maka ada dua wacana ilmiah yang patutdikemukakan, yaitu :Pertama, Apa yang dimaksud dengan pancasila sebagai ideologi terbuka?Kedua, Apa yang dimaskud dengan pancasila sebagai paradigma kenegaraan?Dan terhadap jawaban kedua pertanyaan di atas dapat dipertanyakan lebih lanjut bagaimanaanalisis yuridis kenegaraan didalam UUD 1945 ? kemudian apa kaitannya dengan supremasihukum yang merupakan gerakan mendasar reformasi saat ini ?Untuk menjawab secara ilmiah kedua wacana tersebut dapat dipahami dua pengertian pokok,pengertian ideologi dan pengertian reformasi.1. Pengertian tentang ideologi
Istilah “Ideologi” berasal dari kata “ideo” (cita
-
cita) dan “logy” (pengetahuan, ilmu faham).
 Menurut W. White definisi Ideologi ialah sebagai berikut :
“The sum of political ideas of doctrines of distinguishable class of group of people” (ideologi
ialah soal cita-cita politik atau dotrin (ajaran) dari suatu lapisan masyarakatatau sekelompok manusia yang dapat dibeda-bedakan).Sedangkan menurut pen
dapat Harold H Titus definisi ideologi ialah sebagai berikut : “A term
used for any group of ideas concerning various politicaland economic issues and social
 philosophies often appliedto a systematic schema of ideas held by group classes” (suatu istilah
yang dipergunakan untuk sekelompok cita-cita mengenai berbagai macam masalah politik danekonomi serta filsafat sosial yang sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang sistematik tentangcita-cita yang dijalanakan oleh sekelompok atau lapisan masyarakat). (Drs Ismaun, pancasilasebagai dasar filsafat atau ideologi negara republik Indonesia dalam Heri Anwari Ais, BungaRampai filsafat pancasila, 1985 : 37).
“The term “isme” something used for these system of thought” (istilah isme/aliran kadang
-kadang dipakai untuk system pemikiran ini.Dalam pengertian ideologi negara itu termasuk dalam golongan ilmu pengetahuan sosial, dantepatnya pada digolongkan kedalam ilmu politik (political sciences) sebagai anak cabangnya.Untuk memahami tentang ideologi ini, maka kita menjamin disiplin ilmu politik.Didalam ilmu politik, pengertian ideologi dikenal dua pengertian, yaitu :Pertama, pengertian secara fungsional danKedua, pengertian secara structuralIdeologi dalam pengertian secara fungsional adalah ideologi diartikan seperangkat gagasantentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik.Sedangkan pengertian ideologi secara structural adalah ideologi diartikan sebagai system
 
pembenaran, seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambiloleh penguasa.Lebih lanjut ideologi dalam arti fungsional secara tipologi dapat dibagi dua tipe, yaitu ideologiyang bertipe doktriner dan ideologi yang bertipe pragmatis.Suatu ideologi digolongkan doktriner apabila ajaran-ajaran yang terkandung dalam ideologi itudirumuskan secara sistematis dan terinci dengan jelas, diindotrinasikan kepada wargamasyarakat, dan pelaksanaanya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintah,komunisme merupakan salah satu contohnya.Suatu ideology digolongkan pada tipe pragmatis, ketika ajaran
 – 
ajaran yag terkandung dalamideology tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci, melainkan dirumuskan secaraumum (prinsup-prinsipnya saja). Dalam hal ini, ideology itu tidak diindoktrinasikan, tetapidisosisalisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga, sistem pendidikan, sistemekonomi, kehidupan agama dan sistem politik. Individualisme (liberalisme) merupakan salahsatu contoh ideology pragmatis.Untuk memahami lebih dalam lagi contoh-contoh ideology, maka berikut ini kita mencobamengenal pijakan pemahaman terhadap empat ideology yang kita kenal dalam wacana politik,yaitu :Pertama, liberalismeKedua, konservatismeKetiga, sosialisme dan komunismeKeempat, fasisme2. Ideologi-ideologi Dunia2.1 LiberalismeLiberalisme tumbuh dari konstek masyarakat Eropa pada abad pertengahan feudal, dimanasistem sosial ekonomi dikuasai oleh kaum aristrokasi feodal dan menindas hak-hak individu.Liberalisme tidak diciptakan oleh golongan pedagang dan industri, melainkan diciptakan olehgolongan intelektual yang digerakan oleh keresahan ilmiah (rasa ingin tahu da keinginan untuk mencari pengetahuan yang baru) dan artistic umum pada zaman itu.Ciri-ciri ideology libertalisme sebagai berikut :Pertama, demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik,Kedua, anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasanberbicaraKetiga, pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan yangdibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk dirisendiri.Keempat, kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh karenaitu pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah.Kelima, suatu masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian terbesarindividu berbahagia, kalau masyarakat secara keseluruhan berbahagia, kebahagiaan sebagianbesar individu belum tentu maksimal.2.2 KonservatismeKetika liberalisme menggoncang struktur masyarakat feudal yang mapan, golongan feudalberusaha mencari ideology tandingan untuk menghadapi kekuasaan persuasive liberalisme. Darisinilah muncul ideology konservatisme sebagai reaksi atas paham liberalisme.Paham konservatisme itu ditanda dengan gejala-gejala sebagai berikut :
 
Pertama, masyarakat yang terbaik adalah masyarakat yang tertata. Masyarakat harus memilikistruktur (tata) yang stabil sehingga setiap orang mengetahui bagaimana ia harus berhubungandengan orang lain.seseorang akan lebih memperoleh kebahagiaansebagai anggota suatu keluargaanggota gereja daan anggota masyarakat daripada yang dapat diperoleh secara individual.Kedua, untuk menciptakan masyarakat yang tertata dan stabil diperlukan suatu pemerintah yangmemiliki kekuasaan yang mengikat tetapi bertanggung jawab. Paam konservatif berpandanganpengatura yang tepat atas kekuasaan akan menjamin perlakuan yang samaterhadap setiap orang.Ketiga, paham ini menekankan tanggung jawab pada pihak penguasa dalam masyarakat untuk membantu pihak yang lemah. Posisi ini bertentangan dengan pahamliberal yang berpandanganpihak yang lemah harus bertanggung jawab atas urusan dan hidupnya. Sisi konservatif inilahyang menimbulkan untuk pertama kali negara keseahteraan (welfare state) dengan program-program jaminan sosial bagi yang berpenghasilan rendah.Ciri lain yang membedakan antara liberalisme dan konservatisme adalah menyangkut hubunganekonomi dengan negara lain. Paham konservatif tidak menghendaki pengaturan ekonomi(proteksi), melainkan menganut paham ekonomi internasional yang bebas (persaingan bebas),sedangkan paham liberal cenderung mendukung pengaturan ekonomi internasional sepanjang halitu membantu buruh, konsumen dan golongan menengah domestik.2.3 Sosialisme dan komunismeSosialisme merupakan reaksi terhadap revolusi industri dan akibat-akibatnya. Awal sosialismeyang muncul pada bagian pertama abad ke-19 dikenal sosialis utopia. Sosialisme ini lebihdidasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian), dan meyakini kesempurnaan watak manusia. Penganut paham ini berharap dapat menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan argumen, bukan dengan cara-cara kekerasan danrevolusi. Sedang paham komunisme berkeyakinan perubahan system kapitalis harus dicapaidengan revolusi, dan pemerintahan oleh dictator proletariat sangat diperlukan pada masa transisi.Dalam masa transisi dengan bantuan negara dibawah dictator proletariat, seluruh hak milik pribadi dihapuskan dan diambil untuk selanjutnya berada pada kontrol negara.Perbedaan sosialisme dan komunisme terletak pada sarana yang digunakan untuk mengubahkapitalisme menjadi sosialisme. Paham sosialis berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanyadilakukan dengan cara-cara damai dan demokratis.2.4 FasismeFasisme merupakan tipe nasionalisme yang romantis dengan segala kemegahan upacara dansymbol-simbol yang mendukungnya untuk mencapai kebesaran negara.Hal itu akan dapat dicapai apabila terdapat seorang pemimpin kharismatis sebagai symbolkebesaran negara yang didukung oleh massa rakyat.. dukungan massa yang fanatik ini terciptaberkat indoktrinasi, slogan-slogan dan symbol-simbol yang ditanamkan sang pemimpin besardan aparatnya. Fasisme ini pernah diterapkan di Jerman (Hitler), Jepang, Italia (Mossolini), danSpanyol.Dewasa ini pemikiran fasisme cenderung muncul sebagai kekuatan reaksioner (right wing)dinegara-negara maju, seperti skin ilead dan kluk-kluk klan di Amerika Serikat yang berusahamencapai dan mempertahankan supremasi kulit putih.3. Pengertian tentang reformasiMakna serta pengertian reformasi dewasa ini banyak disalah artikan sehingga gerakan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->