Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Eurogeddon - Badai Krisis Ekonomi Di Negara-Negara Eropa Yang Berlangsung Sejak 2010 & Dampaknya Pada Perekonomian Indonesia

Eurogeddon - Badai Krisis Ekonomi Di Negara-Negara Eropa Yang Berlangsung Sejak 2010 & Dampaknya Pada Perekonomian Indonesia

Ratings: (0)|Views: 436|Likes:
Published by Deddy Mataserv

More info:

Published by: Deddy Mataserv on Jul 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2012

pdf

text

original

 
Eurogeddon :
 
Krisis Ekonomi di Negara-Negara Eropa YangBerlangsungSejak 2010 & Dampaknya Pada Perekonomian Indonesia
Krisis ekonomi di negara-negara Eropa yang berlangsung sejak2010 hingga kini belum berlalu. Bahkan penyelesaiannya makin tidak jelasmeski Yunani, Portugal, dan Irlandia sudah di-bailout. Menurut SurveyMagazine (IMF), pada 30 Mei 2012, lima tahun setelah krisis finansialglobal, ekonomi dunia masih distress dan penuh ketidakpastian. Fitch jugamemperkirakan buruknya kondisi Eropa yang menyandera ekonomi duniamasih akan berlanjut.Saat ini makin banyak yang mengkhawatirkan bubarnya Euro,Eurogeddon. Bahkan beberapa lembaga mulai menyiapkan berbagaiskenarionya. ACT dan Deloitte, misalnya, sudah menyiapkan contingencyplan jika Eurogeddon terjadi. Berbagai lembaga keuangan lainnya jugamulai menyiapkan contingency plan jika hal terburuk terjadi.Ketidakpastian masa depan Eropa telah menimbulkan volatilitaspasar keuangan. Rontoknya saham di Asia Pasifik didorong olehpenyelesaian krisis Eropa yang masih menggantung, serta tanda-tandamelemahnya aktivitas industri China, turunnya pertumbuhan ekonomiIndia, dan meningkatnya angka pengangguran di AS.Selain itu, order ekspor yang mulai menurun serta fenomena flightto safety (investor makin berhati-hati) diyakini akan kian melemahkanpertumbuhan ekonomi. Semua berita negatif itu membuat pelaku pasarnervous sehingga membuat indeks berjatuhan. Tampaknya volatilitaspasar ataupun ekonomi belum akan segera berlalu. Kita harus siap-siapmenghadapi kondisi pasar dan ekonomi yang tidak pasti.Kinerja pasar modal Indonesia bahkan sempat menjadi salah satuyang terburuk di Asia Pasifik. Volatilitas rupiah akibat besarnya permintaandolar menyebabkan investor asing mulai mencatatkan penjualan bersih.Awal Juni, misalnya, net sell mereka Rp 231,4 miliar di pasar reguler.Dengan demikian, meski cadangan devisa 116 miliar pada April 2012,namun karena besarnya dana jangka pendek membuat volatilitas rupiah juga besar.Ketidakpastian ekonomi global saat ini, menurut IMF, akan lebihberat bagi emerging economy dan negara miskin dibandingkan dengan2008. Banyak negara sudah menghabiskan banyak sumber dayanya untukmengatasi krisis finansial global 2008, misalnya China. Akibatnya,sekarang mereka kurang memiliki amunisi untuk mengantisipasi ancamankrisis yang terjadi.
PT.MATASERV BISNISINDO - Business Information, Market Research & FeasibilityStudy Services Ph. (021) 36086339
 
 
Indonesia pun tidak memiliki amunisi yang cukup untukmenghadapi ancaman krisis Eropa yang ternyata berlarut-larut. Meski saatini inflasi masih terjaga 4,45 persen, namun dengan berbagai kebijakanpembatasan subsidi BBM, akan meningkatkan inflasi. Demikian pulaketidakmampuan Indonesia menyediakan amunisi untuk menghadapikrisis Eropa karena besarnya beban subsidi energi yang bisa mencapai Rp300 triliun, membuat kemampuan Indonesia untuk menjaga stabilitasekonomi makro lewat pemberian stimulus fiskal makin terbatas.Padahal, neraca perdagangan barang yang biasanya surplus jugasudah mulai defisit, sementara Indonesia dianggap makin proteksionis.Karena itu, volatilitas pasar, melemahnya ekspor dan rupiah, persepsinegatif, serta keterbatasan stimulus fiskal membuat Indonesia tidak akandapat menghadapi ancaman pemburukan ekonomi secara lebih baik saatini.Standby loan dari Bank Dunia sebesar 2 miliar dolar AS, ataupunChiang Mai Initiative, meski dapat memperkuat cadangan devisa, namuntidak akan mampu menjaga stabilitas pasar keuangan kita. Untuk itu,otoritas ekonomi mesti menggunakan dana yang terbatas denganprioritas lebih tinggi, serta mencari solusi yang lebih cerdas danantisipatif dengan cepat agar dampak krisis Eropa dapat diminimalisasi diIndonesia. Dengan demikian, stabilitas makroekonomi terjaga danpertumbuhan ekonomi tidak turun tajam.
Resesi ekonomi dunia sudah terjadi ?
Direktur Pelaksana Bank DuniaSri Mulyani Indrawatimenegaskanresesi ekonomi dunia karena krisis Eropa bukan lagi sekedar ancamanbagi Indonesia atau negara lainnya, karena sudah terjadi. "Pertumbuhannegatif di Eropa sudah diprediksikan terjadi, ujarnya.Dia meminta pemerintah Indonesia untuk mengatur kebijakanstrategis sebagai langkah penunjang pertumbuhan jangka panjang.Melihat pada pengalaman, krisis akan datang pada waktu singkat."Karena ini bukan lari
sprint 
tapi lari marathon. Kita sudah lewat tahun2008-2009, selamat. Tapi kita tidak lari 100 meter atau 200 meter,"katanya.Sri memberikan sinyal agar pertumbuhan ekonomi tahanguncangan terutama dari gejolak harga komoditas, pemerintah harusmengeluarkan kebijakan strategis yang mumpuni. Kebijakan itu harusdidesain agar kita tidak menjadi objek spekulasi, objek persepsi. Yangmenjadi tantangan untuk apakah pengeluaran pemerintah, kebijakansubsidi, investasi di SDM, ungkapnya.
PT.MATASERV BISNISINDO - Business Information, Market Research & FeasibilityStudy Services Ph. (021) 36086339
 
 
Dia mengingatkan agar pemerintah bergerak cepat melakukanantisipasi akibat krisis Eropa yang akan memasuki masa resesi. Tantangannya bukan masalah dari sisi kebijakan makro meminimalkandampak. Tapi kebijakan pemerintah dalam memperbaiki kualitaspengeluaran, ujarnya.Sri meminta pemerintah untuk fokus membelanjakan APBN padabelanja produktif, misalnya infrastruktur.Ini tidak hanya memperbaikikualitas pertumbuhan tetapi juga menciptakan pertumbuhanberkelanjutan, katanya. Pemerintah harus mengutamakan programpengentasan kemiskinan dan tidak mengalihkan pada program yangsifatnya umum.
 Jangan sepelekan negara berkembang !
Ditengah mandegnya perekonomian negara maju, negaraberkembang tampil dan memimpin laju pertumbuhan ekonomi dunia.Bahkan, peran negara berkembang cukup strategis dalam memulihkanperekonomian dunia.Direktur Pelaksana Bank DuniaSri Mulyani Indrawati mengatakan,  negara-negara berkembang bisa menjadi solusi pembangunan ekonomiglobal. Banyak negara atau kawasan yang pernah dihadapkan padamasalah pembangunan dan mereka sudah mampu menyelesaikannyabaik dari pertumbuhan ekonomi, kata Sri Mulyani. Mantan MenteriKeuangan Indonesia ini mengatakan, situasi pembangunan di Indonesiabanyak dialami oleh negara berkembang lainnya. Dengan kesamaantersebut, perlu adanya sharing berbagi pengalaman pembangunan danmenjadi pusat pengetahuan.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BappenasArmida Alisjahbana mengatakan, Indonesia siap menjadi pusat pertukaranpengetahuan dalam rangka kerja sama Selatan Selatan. Pertukaranpengetahuan merupakan instrumen untuk mencapai hasil pembangunanyang optimal dan menguatkan kapasitas nasional karena banyakpengalaman justru diperoleh dari negara-negara berkembang, jelasArmida. Pemerintah berharap pertemuan ini bisa dilaksanakan secarareguler dan berkelanjutan di berbagai negara untuk menawarkan solusiterhadap berbagai masalah global.
Perluasan lapangan kerja, senjata hadapi krisis !
Semakin terbukanya perekonomian suatu negara, membuatdampak buruk perekonomian dunia mudah menyebar dan menular ke
PT.MATASERV BISNISINDO - Business Information, Market Research & FeasibilityStudy Services Ph. (021) 36086339
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->