Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan - Patient Safety di Rumah Sakit

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan - Patient Safety di Rumah Sakit

Ratings: (0)|Views: 970|Likes:
Disampaikan pada Acara “Peningkatan Kapasitas Tenaga di Rumah Sakit” diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Pena Mas, Makassar 28 Mei – 1 Juni 2012.
Disampaikan pada Acara “Peningkatan Kapasitas Tenaga di Rumah Sakit” diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Pena Mas, Makassar 28 Mei – 1 Juni 2012.

More info:

Published by: Indonesian Clinical Pathways Association on Jul 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/13/2013

pdf

text

original

 
1
 Patient Safety
di Rumah Sakit
Dody FirmandaKetua Komite Medik RSUP Fatmawati, Jakarta
Pendahuluan
Departemen Kesehatan RI telah menerbitkan Panduan Nasional Keselamatan PasienRumah Sakit
(Patient Safety)
edisi kedua pada tahun 2008
1
yang terdiri dari dari 7standar yakni:1. Hak pasien2. Mendididik pasien dan keluarga3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan4. Penggunaan metoda metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien5. Peran kepemimpinan dalam meningkatakan keselamatan pasien6. Mendidik staf tentang keselamatn pasien7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasienUntuk mencapai ke tujuh standar di atas Panduan Nasional tersebut menganjurkan ’
Tujuh Langkah Menuju Kesematan Pasien Rumah Sakit’ 
yang terdiri dari:
6
1. Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien2. Pimpin dan dukung staf 3. Integrasikan aktivitas pengelolaan risiko4. Kembangkan sistem pelaporan5. Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien7. Cegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasienKe tujuh langkah tersebut dalam penerapannya dibuat dalam 2 tingkat yakni untuk tingkat rumah sakit dan tingkat unit/tim melalui 3 fase yaitu fase persiapan, fase pelaksanaan dan fase evaluasi. Tentang keselamatan di rumah sakit tersebut telahdimasukkan ke adlam instrumen akreditasi rumah sakit (versi KARS lama) sebagaistandar dan parameter S3.P4, S3.P5, S5.P4, S7.P4, S2.P4, S7.P3, S6.P2 dan S7.P4sedangkan untuk versi KARS baru diadopsi dengan versi JCI.Tujuan dari Undang Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran adalah – memberikan perlindungan terhadap pasien, mempertahankan/meningkatkan mutu
Disampaikan pada Acara “Peningkatan Kapasitas Tenaga di Rumah Sakit” diselenggarakan oleh DinasKesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Pena Mas, Makassar 28 Mei – 1 Juni 2012.
1
Depkes RI. Panduan nasional keselamatan pasien rumah sakit
(patient safety)
. Edisi 2, Jakarta 2008.
 
2 pelayanan medis dan memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat dan dokter 
2
serta dalam melaksanakan praktiknya
wajib
mengikuti standar pelayanan kedokteran,
3
wajib
menyelenggarakan kendali mutu
4-5
dan kendali biaya
3
melalui kegiatan
auditmedis
6
yang dilaksanakan oleh organisasi profesi
7
, untuk tingkat rumah sakit olehkelompok seprofesi (SMF) dan Komite Medik.
8
Sedangkan yang dimaksud audit medis adalah upaya evaluasi secara profesional terhadapmutu pelayanan medis yang diberikan kepada pasien dengan menggunakan
rekammedis
nya yang dilaksanakan oleh profesi medis.
3
Rekam Medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan,tindakan dan pelayanan lain yang diberikan kepada pasien
9
, yang harus
dibuat
10
dan
dilengkapi
11
serta dijaga kerahasiaannya.
12,13,14
Kerangka Konsep
Patient Safety
Komite Medik RSUP Fatmawati dalam rangkamencegah terjadinya ketidaksesuain pelaksanaan praktik kedokteran.
Melalui sidang pleno
15
Komite Medik telah diajukan dan ditetapkan tentang Konsep
 Patient Safety
yang diimplementasikan di rumah sakit (Gambar 1).
Impact 
dalamkerangka konsep tersebut terdiri dari 3 aspek yang terukur yakni cedera
(injury)
, infeksinosokomial dan tuntutan litigasi (perdata dan pidana).
2
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 3.
3
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 44 Ayat 1 dan penjelasannya.
4
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 49 Ayat 1 dan penjelasannya.
5
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional.Bab IV Subsistem Upaya Kesehatan.
6
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 49 Ayat 2 dan penjelasannya.
7
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 49 Ayat 3 dan penjelasannya.
8
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 496/Menkes/SK/IV/2005tentang Pedoman Audit Medis di Rumah Sakit.
9
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 46 Ayat 1 dan penjelasannya.
10
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 79 huruf b.
11
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 46 Ayat 2 dan penjelasannya.
12
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 47 Ayat 2.
13
Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 48.
14
Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) Pasal 12.
15
Sidang Pleno Komite Medik adalah rapat rutin tertinggi dalam mekanisme pengambilan keputusankebijakan untuk profesi medis yang diadakan setiap hari Senin jam 12.30-13.30 dan dihadiri olehseluruh Ketua SMF serta dipimpin oleh Ketua Komite Medik (Lihat Sistem Komite Medik RSUPFatmawati 2003).
 
3Gambar 1. Kerangka Konsep
Patient Safety
Komite Medik RSUP FatmawatiKerangka KontruksiImplementasi/Penerapan
Patient Safety
Komite Medik RSUPFatmawati membuat skema sistem
Clinical Governance
dimana salah satu komponendalam impact adalah
Clinical Risks Management 
dan
Patient Safety
sebagaimana dalamGambar 2 dan mempergunakan berbagai panduan serta pedoman sebagaimana dalamGambar 3 berikut.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->