Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Komunikasi politik

Komunikasi politik

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 185 |Likes:
Published by bumnbersatu
Ilmu Komukasi ,Paradigma Komunikasi Politik diera Rezim Orde baru ,Reformasi dalam menciptakan masyarakat madani
Ilmu Komukasi ,Paradigma Komunikasi Politik diera Rezim Orde baru ,Reformasi dalam menciptakan masyarakat madani

More info:

Published by: bumnbersatu on Jul 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

 
Ilmu Komukasi ,Paradigma Komunikasi Politikdiera Rezim Orde baru ,Reformasi dalammenciptakan masyarakat madani
Nama : FX. Arief PoyuonoNim : 2010010362009Email : komunikasisaja@gmail.comMobile: 0811996229DOSEN : Dr. ELVINARO ARDIANTO, M. Si.
I.Pendahuluan
Samudera Ilmu komunikasi yang tengah kita selami berasal dari tiga muara,yaitu dari Publisistik, Jurnalistik, dan Retorika. Publisistik berkembang dibenua Eropa tepatnya di Jerman, sedangkan Jurnalistik dan Retorikaberkembang di Amerika.Ilmu Komunikasi di Eropa mengalami perkembangan melalui publisistik(Jerman:
 publizistik),
bermula pada Revolusi Industri abad 19. Saat ituditandai dengan munculnya percetakan-percetakan yang telah menjadibagian hidup masyarakat, sehingga peranan pers mulai tampak.Max Weber (1864-1920) telah menjadikan publisistik sebagai landasan ilmu.Pada tahun 1910, Max sebagai sosiolog membagi sosiologi menjadi duabagian, yaitu sosiologi organisasi (kurang berkembang) dan sosiologi pers(
 zeitungwissenschaft 
: ilmu persuratkabaran).Ferdinnand Tonnies (1885-1936) dalam kritiknya tentang pendapat publik,mengupas opini publik, bahwa : opini sebagai es, yaitu opini yang tertanamkuat pada masyarakat. Opini sebagai air, yaitu opini yang mengalir kebawah; dipercaya karena berasal dari orang penting. Opini sebagai angin,yaitu opini yang berlalu begitu saja (kecuali opininya dilandasi pendapatyang empiris)Setelah masanya Max, sosiologi pers tidak hanya terbatas padapersuratkabaran, tapi juga berkembang pada retorika, radio, dan film.Dengan perkembangan itu, akhirnya muncul sebagai ilmu baru yang disebutpublisistik (
offentliche aussage
: pernyataan publik) oleh Walter Hagemann(1966). Menurut Hageman, publisistik adalah ajaran tentang pernyataanumum mengenai isi kesadaran yang actual
(die lehre von der offentlicheaussage aktueller bewustseinsinhalte).
Kemudian E. Dofivat
 
mensistematiskannya (1968), menurutnya, publisistik adalah segala usahamenggerakkan dan membimbing tingkah laku publik secara rohaniah
(geitstige unterrichtung und leitung).
Menurut Dofivat ada 6 unsur pokokpublisistik, yaitu :1.
 
Offenlichkeit 
(ditentukan dan ditujukan pada publik)2.
 
 Aktualitet 
(actual)3.
 
Gesinnung
(didasarkan pada norma dan ideologi)4.
 
Uberzeugung oder kollectieve austichtung
(dengan cara persuasi ataukoersi kolektif)5.
 
Menggunakan bentuk pesan dan pernyataan yang jelas danmengesankan.6.
 
Die publizistische personlichkeit 
(digerakkan oleh orang-orang yangmempunyai karakter dan menjiwai misi yang diembannya).Perkembangan Ilmu Komunikasi di Amerika melalui tahapan-tahapan jurnalistik dan retorika.Perkembangan dari arah jurnalistik baru ilmu persuratkabaran saja. MenurutWeaver and Gray (1980), sejarah jurnalistik di USA terbagi dalam empatmasa, antara lain :1.
 
Benjamin Franklin (1700-1870). Jurnalistik sebagai seni.
 
Di USA dan Eropa dipelajari dengan sistem magang.
 
Franklin memulai karirnya di Boston kemudian di House of Coston(London) lalu diikuti oleh penulis lain dan menyempurnakan keahlian
menulisnya pada pendidikan “Liberal Arts” di universitas swasta. Pada
masa itu, penelitian jurnalistik dan dokumentasi kurang sistematis dantidak ilmiah. Studi umumnya hanya berkisar tentang persuratkabarandan penerbitannya.
 
Pada 1810, J. Thomas (The History of Printing in America)2. Robert Lee (1870-1930). Jurnalistik sebagai bagian dari ilmu sosial danbelum berdiri sendiri.
 
Mulai diajarkan secara formal di universitas.
 
 
Merupakan bagian dari departemen bahasa (Inggris)
 
Yang diajarkan masih hal-hal yang bersifat teknis sehingga kurangdihargai oleh para akademisi.
 
Dari program ini lahir doktor yang merupakan tokoh jurnalistik yaitu :Nafsiger, Siebert, dan Casey.
 
Pada masa ini, lahir buku karangan Harold Lasswell (PropagandaTechnique : The World War) merupakan studi pertama yangmenganalisa isi media dengan metoda yang sistematik dan ilmiah.3. Harold Lasswell (1930-1950). Jurnalistik sebagai Komunikasi Massa.
 
Pada masa NAZI Jerman, digunakan untuk propaganda.
 
Hal ini menarik perhatian Lasswell sebagai sarjana ilmu politik untukmenyusun disertasi tentang teknik mempengaruhi pembentukanpendapat dan sikap publik.
 
Sumbangan terbesarnya pada ilmu komunikasi : Metodologi.
 
Lasswell merupakan orang pertama yang menggunakan metodeanalisisnya tentang struktur dan fungsi komunikasi; merintis jalan bagipenelitian-penelitian komunikasi selanjutnya dalam masyarakat.
 
Perhatian pada efek media massa segera dikembangkan oleh Carl I.Hovland dan dua orang Jerman yaitu Paul Lazarsfeld dan Kurt Lewin.
 
Formula Lasswell :
“who, says what, in which channel, to whom, withwhat effect” 
 4. Wilbur Schramm (1950). Komunikasi Massa sebagai ilmu komunikasi.
 
Schramm sebagai sarjana bahasa Inggris tertarik ilmu komunikasikarena ditugaskan membenahi departemen komunikasi massa diUniversitas IOWA, lalu ia memimpin penelitian komunikasi di Stanford,West Centre.
 
Schramm merintis penelitian efek media pada pendidikan,pembangunan nasional, komunikasi pedesaan, dsb.
 
Schramm banyak menulis pada majalah atau penerbitan, sehinggamempertemukan jurnalistik dengan
speech.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->