Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
klasifikasi fraktur terbuka

klasifikasi fraktur terbuka

Ratings: (0)|Views: 310 |Likes:
Published by esunaenah

More info:

Published by: esunaenah on Jul 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2014

pdf

text

original

 
Definisi Fraktur Terbuka
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas struktur jaringan tulang atau tulang rawan yang umumnyadisebabkan trauma, baik trauma langsung maupun tidak langsung. Akibat dari suatu trauma pada tulangdapat bervariasi tergantung pada jenis, kekuatan dan arahnya trauma ( Apley & Solomon, 1993; Rasjad,1998; Armis, 2002).Fraktur terbuka adalah fraktur yang terjadi hubungan dengan dunia luar atau rongga tubuh yang tidak steril, sehingga mudah terjadi kontaminasi bakteri dan dapat menyebabkan komplikasi infeksi.Semua faktur terbuka harus dianggap terkontaminasi sehingga mempunyai potensi untuk terjadi infeksi.Penting untuk diketahui bahwa diagnosis, klasifikasi dan pengelolaannya dapat berbeda dari fraktur tertutup. Penanganan fraktur terbuka dapat mengikuti pengelolaan trauma lain jika merupakan suatutrauma multipelPada fraktur tulang dapat terjadi pergeseran fragmen-fragmen tulang. Pergeseran fragmen bisadiakibatkan adanya keparahan cedera yang terjadi, gaya berat maupun tarikan otot yang melekat padanya.Pergeseran fragmen fraktur akibat suatu trauma dapat berupa aposisi (pergeseran kesamping / sideways,tumpang tindih dan berhimpitan / overlapping, bertubrukan sehingga saling tancap/ impacted); angulasi(penyilangan antara kedua aksis fragmen fraktur); panjang / length (pemanjangan atau pemendekanakibat distraction atau overlapping antar fragmen fraktur) atau terjadi rotasi (pemuntiran fragmen fraktur terhadap sumbu panjang).Hubungan garis fraktur dengan energi trauma 
Garis FrakturMekanismetraumaEnergiTransversal, oblik, spiral, (sedikitbergeser / masih ada kontak) Angulasi /memutar RinganButterfly, transversal (bergeser), sedikitkominutif KombinasiSedangSegmental kominutif (sangat bergeser)VariasiBerat
 
Klasifikasi Fraktur Terbuka
Dikenal beberapa klasifikasi fraktur terbuka seperti menurut Byrd et al.(1981) yang menekankan pentingnya vaskularisasi tulang, kemudian menurut Oestern dan Tscherne (1984) yang menekankan pentingnya tingkat kerusakan jaringan lunak dan luas kontusio otot, serta menurut AO group oleh Muller et al. (1990) yang menekankan berat ringannya cedera kulit, cedera otot dan tendon serta cederaneurovaskuler. (cit. Court-Brown et al, 1996).
 
Klasifikasi fraktur terbuka paling sering digunakan menurut Gustillo dan Anderson (1976), yang menilaifraktur terbuka berdasarkan mekanisme cedera, derajat kerusakan jaringan lunak, konfigurasi fraktur danderajat kontaminasi. Klasifikasi Gustillo ini membagi fraktur terbuka menjadi tipe I,II dan IIIKlasifikasi Fraktur terbuka menurut Gustillo dan Anderson ( 1976 ) 
Tipe Batasan
ILuka bersih dengan panjang luka < 1 cmIIPanjang luka > 1 cm tanpa kerusakan jaringan lunak yangberatIIIKerusakan jaringan lunak yang berat dan luas, fraktusegmental terbuka, trauma amputasi, luka tembak dengankecepatan tinggi, fraktur terbuka di pertanian, fraktur yangperlu repair vaskuler dan fraktur yang lebih dari 8 jamsetelah kejadian.
 
Tipe I berupa luka kecil kurang dari 1 cm akibat tusukan fragmen fraktur dan bersih. Kerusakan jaringan lunak sedikit dan fraktur tidak kominutif. Biasanya luka tersebut akibat tusukan fragmenfraktur atau in–out.
Tipe II terjadi jika luka lebih dari 1 cm tapi tidak banyak kerusakan jaringan lunak dan fraktur tidak kominutif.
Pada tipe III dijumpai kerusakan hebat maupun kehilangan cukup luas pada kulit, jaringan lunak dan putus atau hancurnya struktur neurovaskuler dengan kontaminasi, juga termasuk fraktur segmental terbuka atau amputasi traumatik.Klasifikasi ini juga termasuk trauma luka tembak dengan kecepatan tinggi atau highvelocity, trauma didaerah pertanian, fraktur terbuka yang memerlukan repair vaskular, fraktur terbukalebih 8 jam setelah kecelakaanKemudian Gustillo et al. (1984) membagi tipe III dari klasifikasi Gustillo dan Anderson (1976) menjaditiga subtipe, yaitu tipe IIIA, IIIB dan IIIC (tabel 3).IIIA terjadi apabila fragmen fraktur masih dibungkus oleh jaringan lunak, walaupun adanya kerusakan jaringan lunak yang luas dan berat.IIIB fragmen fraktur tidak dibungkus oleh jaringan lunak sehingga tulang terlihat jelas atau bone expose,
 
terdapat pelepasan periosteum, fraktur kominutif. Biasanya disertai kontaminasi masif dan merupakantrauma high energy tanpa memandang luas luka.IIIC terdapat trauma pada arteri yang membutuhkan repair agar kehidupan bagian distal dapatdipertahankan tanpa memandang derajat kerusakan jaringan lunak.Klasifikasi lanjut fraktur terbuka tipe III (Gustillo dan Anderson, 1976) oleh Gustillo, Mendoza danWilliams (1984): 
TipeBatasanIIIAPeriosteum masih membungkus fragmen fraktur dengan kerusakan jaringan lunak yang luasIIIBKehilangan jaringan lunak yang luas, kontaminasiberat,
 periosteal striping 
atau terjadi
bone expose
IIICDisertai kerusakan arteri yang memerlukan
repair 
tanpa melihat tingkat kerusakan jaringan lunak.
 Armis (2001) membuat klasifikasi fraktur terbuka dengan sistim skoring yang dinamakan Sistem SkoringSardjito (SSS) yang dilakukan dengan memberikan skoring pada setiap variabel yang meliputi kerusakankulit, kerusakan otot, kondisi tulang, kondisi neurovaskuler dan derajat kontaminasi kemudian skor dijumlahkanKlasifikasi fraktur terbuka sesuai Sistem Skoring Sardjito (Khairuddin & Armis, 2002).

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Bryan De Hope liked this
Nelda Nilam Sari liked this
rafikanesia liked this
King Caesar liked this
Ayu Wulandari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->