Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
eklamsi

eklamsi

Ratings: (0)|Views: 153 |Likes:
Published by Linggau Lubuk

More info:

Published by: Linggau Lubuk on Jul 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

 
PRE EKLAMPSI
A.
 
Pengertian
Pre eklamsi dan eklamsi merupakan kumpulan gejala yang timbul padaibu hamil,bersalin dan dalam masa nifas yang terdiri dari trias : hipertensi, proteinuri, dan edema,yang kadang-kadang disertai konvulsi sampai koma. Ibu tersebut tidak menunjukkantanda-tanda kelainan-kelainan vascular atau hipertensi sebelumnya (Rustam, 1998).Pre eklamsi adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibatkehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan (Mansjoer,2001).Pre eklamsi ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema, dan proteinuriayang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada mola hidatidosa(Winkjosastro, 2002).
B.
 
Penyebab
Menurut Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH etiologi penyakit ini sampai saat inibelum diketahui dengan pasti. Banyak teori-teori dikemukakan oleh para ahli yang
mencoba menerangkan penyebabnya, oleh karena itu disebut “penyakit
 
teori”, n
amunbelum ada memberikan jawaban yang memuaskan. Teori yangsekarang dipakai sebagai
 penyebab pre eklamsi adalah teori “iskemia plasenta”.
Namun teori ini belum dapatmenerangkan semua hal yang bertalian denganpenyakit ini.Teori yang dapat diterima haruslah dapat menerangkan:a.
 
Mengapa frekuensi menjadi tinggi pada : primigravida, kehamilan ganda, hidramnion,dan mola hidatidosa.b.
 
Mengapa frekuensi bertambah seiring dengan tuanya kehamilan, umumnya padatriwulan III.c.
 
Mengapa terjadi perbaikan keadaan penyakit, bila terjadi kematian janin dalamkandungan.d.
 
Mengapa frekuensi menjadi lebih rendah pada kehamilan berikutnya.e.
 
Penyebab timbulnya hipertensi, proteinuria, edema, dan konvulsi sampai koma.Dari hal-hal tersebut di atas, jelaslah bahwa bukan hanya satu faktor, melainkanbanyak faktor yang menyebabkan pre eklamsi dan eklamsi. Sedangkan menurut Manuaba(2002) dijumpai berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian pre eklamsi dan eklamsi diantaranya :a.
 
Jumlah primigravida, terutama primigravida muda.b.
 
Distensi rahim berlebihan : hidramnion, hamil ganda, mola hidatidosa.c.
 
Penyakit yang menyertai hamil : diabetes mellitus, kegemukan.d.
 
Jumlah umur ibu di atas 35 tahunTeori iskemia plasenta dianggap dapat menerangkan berbagai gejala preeklamsi dan eklamsi :
 
a.
 
Kenaikan tekanan darah.b.
 
Pengeluaran protein dalam urin.c.
 
Edema kaki, tangan sampai muka.d.
 
Terjadinya gejala subjektif :1)
 
Sakit kepala2)
 
Penglihatan kabur3)
 
Nyeri pada epigastrium4)
 
Sesak napas5)
 
Berkurangnya urine.
 
Menurunnya kesadaran wanita hamil sampai koma.f.
 
Terjadi kejangPada pemeriksaan darah kehamilan normal terdapat peningkatan angiotensin,renin, dan aldosteron, sebagai kompensasi sehingga peredaran darah dan metabolismedapat berlangsung. Pada pre eklamsi dan eklamsi, terjadi penurunan angiotensin, rennindan aldosteron, tetapi dijumpai edema, hipertensi dan proteinuria.Berdasarkan teori iskemia implantasi plasenta, bahan trofoblas akan diserap kedalam sirkulasi, yang dapat meningkatkan sensitivitas terhadap angiotensin II, rennin,dan aldosteron, spasme pembuluh darah arteriol dan tertahannya garam dan air.Teori iskemia daerah implantasi plasenta, didukung kenyataan sebagai berikut :a.
 
Pre eklamsi dan eklamsi lebih banyak terjadi pada primigravida, hamil ganda, danmola hidatidosa.b.
 
Kejadiannya makin meningkat dengan makin tuanya umur kehamilan.c.
 
Gejala penyakit berkurag bila terjadi kematian janin.
C.
 
Patofisiologi
Pada pre eklamsi terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garamdan air. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus. Pada beberapakasus, lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilalui oleh satu seldarah merah. Jadi jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme, maka tekanandarah dengan akan naik, sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tekanan perifer agaroksigenasi jaringan dapat dicukupi.Sedangkan kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh penimbunanair yang berlebihan dalam ruangan interstisial belum diketahui sebabnya, mungkin karenaretensi air dan garam. Proteinuria dapat disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadiperubahan pada glomerulus.
D.
 
Klasifikasi
Pre eklamsi dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu :a.
 
Pre eklamsi ringan, bila disertai keadana sebagai berikut :1)
 
Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih yang diukur pada posisi berbaringterlentang; atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih; atau kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih. Cara pengukuran sekurangkurangnya pada 2 kalipemeriksaan dengan jarak periksa 1 jam, sebaiknya 6 jam.
 
2)
 
Edema umum, kaki, jari tangan, dan muka; atau kenaikan berat badan 1 kg ataulebih per minggu.3)
 
Proteinuria kwantitatif 0,3 gr atau lebih per liter; kwalitatif 1+ atau 2+ pada urikateter atau midstream.b.
 
Pre eklamsi berat, bila disertai keadaan sebagai berikut :1)
 
Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih.2)
 
Proteinuria 5 gr atau lebih per liter.3)
 
Oliguria, yaitu jumlah urin kurang dari 500 cc per 24 jam.4)
 
Adanya gangguan serebral, gangguan visus, dan rasa nyeri di epigastrium.5)
 
Terdapat edema paru dan sianosis.
E.
 
Gambaran klinik
Biasanya tanda-tanda pre eklamsi timbul dalam urutan : pertambahan berat badanyang berlebihan, diikuti edema, hipertensi, dan akhirnya proteinuria. Pada pre eklamsiringan tidak ditemukan gejala-gejala subyektif. Pada pre eklamsi berat didapatkan sakitkepala di daerah frontal, skotoma, diplopia, penglihatan kabur, nyeri di daerahepigastrium, mual atau muntah-muntah.Gejala-gejala ini ditemukan pada pre eklamsia yang meningkat dan merupakanpetunjuk bahwa eklamsi akan timbul. Tekanan darah pun meningkat lebih tinggi, edemamenjadi lebih umum, dan proteinuria bertambah banyak.
F.
 
Akibat hipertensi pada kehamilan
Tekanan darah tinggi pada ibu hamil menimbulkan dampak bervariasi. Mulai dariyang ringan hingga berat. Misalnya mengganggu organ ginjal ibu hamil, menyebabkanrendahnya berat badan bayi ketika lahir, dan melahirkan sebelum waktunya.Tekanan darah yang tinggi menyebabkan berkurangnya kiriman darah keplasenta. Sudah pasti ini akan mengurangi suplai oksigen dan amakanan bagi bayi.Akibatnya, perkembangan bayi pun jadi lambat, dan memicu terjadinya persalinan dini.Lebih fatal lagi, penyakit ini bisa menyebabkan lepasnya jaringan plasenta secara tiba-tiba dari uterus sebelum waktunya.Pada kasus tekanan darah tinggi kronis atau gestational hypertention pada ibuhamil yang serius, bisa berkembang menjadi penyakit pre eklamsi atau keracunankehamilan. Pre eklamsi berakibat fatal jika tidak segera ditindak. Ia merusak plasentasehingga menyebabkan bayi lahir dalam keadaan tidak bernyawa, atau lahir hidup namunberat badannya rendah, atau lahir prematur. Penyakit ini juga membahayakan ginjal, hati,dan otak ibu hamil. Pada beberapa kasus, bias menyebabkan ibu hamil mengalami koma.
G.
 
Faktor yang mempengaruhi terjadinya pre eklamsi
Pre eklamsi sering terjadi pada kehamilan pertama dan pada wanita yangmemiliki sejarah pre eklamsi di keluarganya. Resiko lebih tinggi terjadi pada wanita yangmemiliki banyak anak, ibu hamil usia remaja, dan wanita hamil di atas usia 40 tahun.Selain itu, wanita dengan tekanan darah tinggi atau memiliki gangguan ginjal sebelumhamil juga beresiko tinggi mengalami preeclampsia .

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->