Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lap. Amfibi

Lap. Amfibi

Ratings: (0)|Views: 563|Likes:
Published by Indah Fajarwati

More info:

Published by: Indah Fajarwati on Jul 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PRAKTIKUMTAKSONOMI HEWAN VERTEBRATAMORFOLOGI DAN KUNCI DETERMINASI AMPHIBIAOLEHNAMA : FADILA FAUZINO BP : 1010423023KELOMPOK : I GANJILANGGOTA : 1. KITZU OKSI YAMA (0910422022)2. DITA OSRIANTI (1010423031)3. DINA HAYATI PUTRI (1010422043)4. CHYINTIA DWI C. (1010423029)ASISTEN PENDAMPING : KHARISMA PUTRALABORATORIUM TAKSONOMI HEWANJURUSAN BIOLOGIFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS ANDALASPADANG,2012
 
I. PENDAHULUAN1.1
 
Latar belakang
Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang. Dalamsistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata. Vertebratakemungkinan muncul pertama kali pada akhir zaman prakambium atau awal masakambrium. Fosil vertebrata tertua adalah makhluk-makhluk tak berahang, anggotadari superkelas Agnatha (tanpa rahang). Jejak vertebrata awal ditemukan pada stratakambrium, tetapi sebagian besar ternyata berasal dari masa Ordovisium dan Silur,sekitar 400 dan 500 juta tahum silam (Jafnir, 1984).Herpetofauna berasal dari kata herpeton yaitu binatang melata.Dahulu,sebelum ilmu taksonomi berkembang maju, amfibi dan reptil dimasukkan menjadisatu kelompok hewan karena diangap sama-sama melata.Dengan berkembangnyailmu, mereka kini menjadi dua kelompok terpisah. Kedua kelompok ini masuk kedalam satu bidang yaitu ilmu herpetologi karena mereka mempunyai cara hidup danhabitatnya yang hampir serupa, sama-sama satwa vertebrata ektotermal(membutuhkan sumber panas eksternal), serta metode untuk pengamatan dan koleksiyang serupa. Indonesia memiliki jenis-jenis amfibi dan reptil yang beragam. Posisigeografis Indonesia yang terletak di antara benua Asia dan benua Australiamerupakan salah satu sebab beragamnya jenis ini. Baik amfibi maupun reptilditemukan di semua pulau-pulau di Indonesia mulai dari dataran rendah sampaidataran tinggi. Amfibi tidak dijumpai di laut, namun sebaliknya reptil memilikipenyebaran yang lebih beragam (Mirza, 2010 ).Amfibi merupakan hewan yang kerap disebut berdarah dingin. Istilah inikuranglah tepat karena suhu bagian dalam, yang diatur mengunakan perilaku mereka,seringkali lebih panas daripada burung dan mamalia terutama pada saat merekaaktif.Bahan suhu tubuh mereka, terutama di iklim panas, bisa jadi lebih panasdaripada hewan-
hewan yang dikenal sebagai “berdarah panas”. Baik amfibi maupun
reptil bersifat
ectothermic
dan
poikilotherm
yang berarti mereka menggunakansumber panas dari lingkungan untuk memperoleh energi. Perbedaan utama antara
“berdarah dingin” dan “berdarah panas” adalah yang pertama suhu tubuhnya lebih
berfluktuasi dengan adanya masukan dari lingkungan.Sementara hewan berdarah
 
panas (mamalia, misalnya) adalah homeothermic dimana suhu tubuh dikelola denganmetabolism tubuh.Beberapa reptil besar seperti buaya, penyu dan kadal besar bahkanmencapai tingkat homeothermy, yaitu suhu mereka tidak terlalu berfluktuasi denganlingkungan. Hal ini disebabkan oleh adanya proses giganthothermy, dimana hewanyang sangat besar akan mempertahankan suhu badan konstan dengan sedikitmasukan dari lingkungan (Setyanto, 1997).Hewan poikilotherm memiliki metabolism rendah, oleh karena itu merekamampu tidak makan dalam waktu yang relatif lama. Sebagai contoh, beberapa jenisular dapat makan hanya satu bulan sekali. Namun demikian, kebanyakan katak harusmakan setiap hari atau beberapa hari sekali, kecuali pada saat dorman dimana merekabisa tidak makan selama beberapa bulan ( Sidik, 1998).Ketergantungan amfibi terhadap lingkungannya bagi kepentingan suhu tubuhnyamembuat amfibi umumnya terbatas pada habitat spesifik. Karena amfibi memilikikontrol yang kecil terhadap suhu tubuhnya, maka demi kesehatan maka amfibi harustetap berada dalam lingkungan dengan batas-batas suhu yang sesuai.Dalam satuhabitat, banyak terdapat mikro-habitat yang memiliki suhu berbeda dengan suhuambien. Amfibi menggunakan posisi tubuh untuk memanfaatkan mikro-habitat ini,yaitu dengan cara memaparkan tubuh ke permukaan atau sebaliknya. Beberapa jenisamfibi juga mampu mengurangi kehilangan uap air dari kulit, yang merupakantehnik penguruangan suhu yang penting.Kebanyakan amfibi mampu mengubahwarna agar mampu menyerap atau merefleksikan jumlah radiasi matahari. Katak pohon dari marga Hylidae misalnya, seringkali memiliki warna hijau yang berbedasaat panas (Van Kampen, 1923).
1.2 Tujuan
Pratikum ini dilakukan untuk mengetahui morfologi dan identifikasi kelasAmphibia.
1.3 Tinjauan Pustaka
Amfibi merupakan hewan yang kerap disebut berdarah dingin. Istilah inikuranglah tepat karena suhu bagian dalam, yang diatur mengunakan perilaku mereka,seringkali lebih panas daripada burung dan mamalia terutama pada saat mereka

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Apriyani liked this
Dian Juliadmi liked this
Idah Chu liked this
Psb Diki liked this
hechun liked this
Wira Setya D liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->