Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Catatan Kajian: Ramadhan - 2009

Catatan Kajian: Ramadhan - 2009

Ratings: (0)|Views: 1,029|Likes:
Published by evamuchtar

More info:

Published by: evamuchtar on Jul 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/17/2012

pdf

text

original

 
CATATAN KAJIAN: RAMADHANNarasumber: Achmad Chodjim (pengajian 27 September 2009), Agus Mustofa (Buku UntukApa Berpuasa) dan sedikit dari Panduan Berpuasa bersama Quraish Shihab.
Dasar pelaksanaan puasa selama bulan Ramadhan termaktub dalam:
QS Al Baqarah (2):183-184
– Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamuberpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamubertakwa,(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yangsakit atau dalam perjalanan, maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hariyangditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah: memberi makan seorang miskin. Barang siapa yangdengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Danberpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Pertama-tama, mari kita lihat
manfaat puasa terhadap jasmani dan ruhani kita
.Puasa kerap dianggap sebagai beban. Saking terbiasanya kita dengan kondisi tidak berpuasa(dalam arti makan minum), maka kondisi yang kita anggap normal, cocok dan bermanfaat untukkehidupan sehari-hari adalah kondisi tak berpuasa. Sementara itu, berpuasa dianggap sebagaikondisi di luar kebiasaan yang bersifat tambahan.Padahal, seperti halnya ibadah lain, justru seyogyanya puasa itu dijadikan sebagai kegiatan rutindan berkala, serta sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem kehidupan beragama kita.
Puasa berfungsi menyeimbangkan
aktivitas kurang baik dalam keseharian yang tidak kita sadari.Pada saat tubuh mengalami
stres yang berkepanjangan
, maka daya tahan tubuh pun menurun.Salah satu yang membuat tubuh merasa stres adalah pola makan orang modern (kitamaksudnya). Tubuh memiliki tiga tahapan dalam memroses makanan yang masuk: mencernapada siang hari, menyerap dan metabolisme pada malam hari, dan membuang sampah hasilmetabolisme pada pagi hari.Namun tentunya kita tidak mengikuti ini. Kita makan banyak pada malam hari sehingga tubuhtidak berkesempatan melakukan penyerapan dan metabolisme secara mencukupi. Kita punmakan berat pada pagi hari, sehingga tubuh tidak bisa fokus kepada proses pembuangansampah hasil metabolisme. Tubuh menerima tekanan berlebih dan terjadi penumpukan zatberacun.
QS Al Baqarah (2):168 
– Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apayang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karenasesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
QS Thahaa (20):81
– Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah kami berikankepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sesungguhnyabinasalah ia.
 
Sekalian manusia
ditujukan kepada sekalian manusia, yang berarti berlaku umum sesuaidengan karakteristik kesehatan tubuh manusia pada umumnya.
Makanlah yang halal lagi baik 
anjuran agar kita mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik(halalan thayyiba). Halal berarti sesuatu yang diperbolehkan untuk kita makan lewat petunjukyang jelas, tidak haram atau dilarang. (lihat: 2:173; 5:3).Baik berarti makanan tersebut cocok untuk kondisi kita masing-masing. Sifatnya lebih lentur.Ayat ini mengajak kita untuk memahami ilmu gizi, mekanisme pencernaan, metabolisme, danlain-lain.
 Janganlah melampaui batas padanya
– Jelas ya, tidak berlebihan dalam hal jumlah yangdikonsumsi.
Kemurkaan-Ku
– konsumsi yang melampaui batas dapat menyebabkan kemurkaan Allah. Secarakeseharian, kita dapat melihat betapa kita dapat menderita suatu penyakit akibat pola makanburuk. Problem pada pencernaan, asam urat, kolesterol, diabetes,
stroke
, gangguan fungsi jantung atau liver maupun kegemukan/obesitas hanyalah beberapa contoh penyakit ataugangguan yang dapat kita alami akibat pola makan buruk, yang dapat berakibat fatal (
binasalahia
).Sebenarnya, tubuh itu sangat pandai.
Tubuh kita memiliki sistem alarm dan antisipasi alamiahuntuk menjaga keseimbangan.
Bila tubuh membutuhkan istirahat, maka tubuh memberikansinyal mengantuk. Bila butuh asupan energi, maka tubuh mengirimkan sinyal lapar. Bila kurangcairan, haus.Sayangnya, kita sebagai
orang modern telah terbiasa melawan mekanisme alamiah tubuh
inidengan solusi instan. Contoh yang sangat dekat (dengan saya): minum kopi banyak-banyakuntuk melawan kantuk ketika bergadang. Hal ini sebenarnya berbahaya bagi fungsi dankeseimbangan tubuh dalam jangka panjang. (Lihat 82:7; 67:3-4).
Untuk memulihkan keseimbangan ini, tubuh pun memiliki mekanismenya sendiri
. Sudah
built-in
. Hanya saja, mekanisme ini baru bisa dijalankan bila kita memberikan kesempatan bagi tubuhuntuk menjalankannya: Kita perlu memberi kesemaptan bagi tubuh untuk terlepas atauberistirahat dari ritme keseharian.
Inilah yang dilakukan oleh puasa
(secara fisik dan psikis). Puasa merupakan mekansime untukmemberikan tubuh kesempatan setelah hampir sepanjang tahun kita membebani sistempencernaan secara marathon. Hal ini dilakukan dalam tiga tahap: detoksifikasi, rejuvenasi, danstabilisasi.Lebih lanjut lagi,
puasa juga menyentuh dimensi selain sekedar fisik
. Secara umum, tujuanpuasa adalah untuk mengubah kualitas jiwa kita agar menjadi lebih terkendali, lebih bertakwa.Kondisi lapar dan dahaga yang secara alami muncul dari berpuasa berkorelasi dengan berbagaidimensi manusia:
 
Dimensi fisik: Lapar dan haus proses membawa kesehatan ke kondisi seimbang.
 
Dimensi psikis: Keteguhan jiwa dalam suasana krisis. Lapar haus kondisi kritis.
 
 
Dimensi sosial: Mengingatkan kita tentang kondisi orang yang terpinggirkan dan kurangberuntung di sekitar kita.
 
Dimensi spiritual: Senantiasa mengingatkan kita bahwa kita tengah dalam kondisiberlatih meningkatkan kualitas ketakwaan yang berujung pada penyerahan diri kepadaAllah, Sang Pencipta yang Maha Agung.Dengan pemahaman akan manfaat puasa ini, mari kita kembali memaknai ayat yang kerapmenjadi acuan utama dalam menjalankan puasa di bulan Ramadhan:
QS Al Baqarah (2):183
– Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamuberpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamubertakwa
 
Orang-orang yang beriman
– hanya diperuntukkan kepada orang yang beriman, yaitu orang-orang yang telah memperoleh keyakinan atas dasar pencarian dan kepahaman.Tingkat keimanan (keyakinan), menurut buku Pak Agus Mustofa, merupakan tingkat terendahdalam proses keagamaan. Tingkat ini menggambarkan sebuah proses pencarian, dilanjutkandengan pemahaman, dan diakhiri oleh keyakinan. Tampak sekali adanya pergulatan (pemikiran)dalam diri yang demikian intens dalam proses ini.Bila puasa hanya sekedar ikut-ikutan, maka hanya lapar dan dahaga saja yang terasa oleh kita.
Diwajibkan
 
atas kamu berpuasa
– kata diwajibkan menggarisbawahi betapa pentingnya manfaatpuasa ini bagi diri kita. Kewajiban ini adalah wujud kasih sayang Allah kepada kita. Dia tahubetapa besar manfaatnya puasa ini bagi manusia, karena itu puasa diwajibkan. Tuhan sendiritidak diuntungkan melalui puasa ini. Dia Maha Kaya, tak butuh apa-apa dari kita. (lihat QS 4:131)Bapak Quraish Shihab menjelaskan bahwa penggunakan kata pasif ‘diwajibkan’ mengindikasikantak adanya pernyataan eksplisit siapa yang mewajibkan puasa ini.Karena seperti yang disabdakan Nabi SAW, “Seandainya manusia mengetahui keistimewaanbulan Ramadhan, niscaya mereka ingin sepanjang tahun bulan Ramadhan.” Bila manusia tahubetapa bermanfaatnya puasa dalam bulan Ramadhan, maka ia akan mewajibkan dirinya sendiriuntuk berpuasa.
Diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu – 
Perintah berpuasa sudah ada sejak sebelum NabiMuhammad SAW. Hal ini semakin menekankan betapa pentingnya dan bermanfaatnya puasa.
 Agar kamu bertakwa – 
Tujuan berpuasa. Membuat orang-orang yang beriman naik menjadiorang-orang yang bertakwa. Hal ini hanya dapat dicapai melalui kepahaman dan evaluasi yangterus menerus.Bapak Agus Mustofa memaknai kata ‘takwa’ sebagai kemampuan mengendalikan diri dariperbuatan yang merugikan serta kemampuan mengendalikan diri untuk selalu berbuat kebaikanyang membawa manfaat bagi semuanya.Kendali di sini mencakup aspek fisik, psikis, sosial dan spiritual. Sehingga kita dapat mencapaitujuan universal agama kita,
rahmatan lil ‘alamiin
, menjadi rahmat bagi seluruh alam. Amin.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->