Wiro SablengPendekar Kapak Maut Naga Geni 212Empat Berewok dari Goa Sanggreng
WIRO SABLENG
PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212Karya: BASTIAN TITO
EMPAT BEREWOK DARI GOA SANGGRENG
SATU
“Ini!” kata laki-laki berkumis melintang itu dengan suara kasar. ”Berikan sama dia!Aku harus terima jawaban hari ini juga, Kalingundil!! Kau dengar!?” Orang yang bernamaKalingundil mengangguk. Diambil surat yang disodorkan.”Kalau dia banyak bacot.....,” kata laki-laki berkumis melintang itu pula, ”bikin beressaja. Berangkat sekarang, jika perlu bawa Saksoko!” Kalingundil berdiri dan meninggalkanruangan itu. Dan bila Kalingundil baru saja lenyap di balik pintu maka menggerendenglahSuranyali, laki-laki yang berkumis tebal itu.”Betul-betul perempuan laknat! Perempuan haram jadah!” Dibulatkannya tinjukanannya dan dipukulkannya meja kayu jati di hadapannya.”Brakk!!”Papan meja pecah. Keempat kaki meja amblas sampai tiga senti ke dalam lanci ubindan ubin sendiri retak-retak! Kemudian dia berdiri. Tubuhnya menggeletar oleh amarah yanghampir tak bisa dikendalikannya lagi. Dan mulutnya terbuka kembali. Dia memaki-makiseorang diri.”Perempuan keblinger! Ditinggal satu tahun tahu-tahu kawin! Bunting malah danpunya anak malah! Keparat!” Suranyali berdiri dengan nafas menghempas-hempas di muka jendela lalu dia melangkah ke meja lain yang juga terdapat di ruangan itu. Dari dalam sebuahkendi diteguknya air putih dingin. Tapi baru dua teguk air melewati tenggorokannya, isi kendiitu sudah habis.”Keparat!” maki Suranyali lagi. Dibantingkannya kendi itu ke tanah hingga pecahberantakan. Seorang perempuan paruh baya memunculkan kepalanya di pintu sebelah sananamun melihat Suranyali yang lagi beringasan ia cepat-cepat diam menghilang kembali.Akhirnya, Suranyali letih sendiri memaki-maki dan marah-marah seperti itu.Dibantingkannya badannya ke sebuah kursi. Dan kini terasa olehnya betapa letih badannya.
Leave a Comment