PCplus
3
INTEL BANGUNLABORATORIUMCANGGIH UNTUKMEMPRODUKSI
CHIP
plusAktual
STRATEGI INTERNETUNTUK PERBANKAN
No.31/II/29 Mei 2001
APTECH BUKACABANG DI BANDUNG
HUNO FINGERPRINT PASARKANTEKNOLOGI SIDIK JARI UNTUKPERALATAN KOMPUER
Pembukaan
dari pembangunan tersebut dilakukan 14Mei lalu di Hillsboro, Oregon, AS. Laboratorium riset
wafer
300mm pertama di dunia senilai US$ 250 juta yang diberi nama RP1(
research
pathfinding
) ini adalah lab pertama yang khususdirancang untuk meneliti teknologi proses silikon canggih dalam
wafer
baru.
Wafer
sendiri adalah alat cetakan yang digunakanuntuk membuat suatu kepingan-kepingan
chip
. Semula, Intelmasih menggunakan teknologi
wafer
berukuran 200mm. Denganukuran lebih besar, lebih banyak
chip
yang bisa dihasilkansehingga ongkos produksi menjadi semakin murahFasilitas riset terbaru dengan
cleanroom
seluas 56.000 kaki-persegi tersebut berlokasi tidak jauh dari fasilitas milik Intel lainyakni D1C (sebuah laboratorium pengembangan) dan Fab 20,pabrik pembuatan
chip
volume besar. RP1 akan membantu Intelmempercepat proses pengambilan ide dari tahap riset kepembuatan.RP1 berbeda dengan
fab-fab
pengembangan milik Intel.Penemuan baru (
pathfinding
) adalah kunci yang menghubungkanriset dengan pengembangan. Karena RP1 mendukung riset
wafer
300 mm, fasilitas ini memungkinkan para insinyur Intel membagi
wafer
untuk penggunaan riset dan pengembangan. Dengandemikian Intel dapat mempercepat proses pengenalan teknologi-teknologi canggih serta produk-produk terbaru mereka kepadakonsumen.Menurut Dr. Gerald Marcyk, director Intel ComponentsResearch Group, RP1 diharapkan dapat menunjangpengembangan teknologi Intel. “Kami dapat menjalankan riset,baik dalam skala kecil dalam tabung
beaker
maupun dalam skalabesar menggunakan
batch
wafer
300 mm—seluruhnya dalam satulab,” katanya.Para peneliti Intel akan menggunakan RP1 tersebut untukmengembangkan fotolitografi generasi mendatang, transistor-transistor berkinerja tinggi,
interconnect
(tembaga dan optik)canggih dan proses pembuatan
chip
yang ramah lingkungandengan material dan bahan kimia baru.Fasilitas baru ini memungkinkan para peneliti Intel terusmembangun transistor-transistor terkecil dan tercepat. Transistoryang lebih kecil akan bekerja lebih cepat dan transistor cepatmerupakan balok pondasi utama bagi mikroprosesor cepat yangmerupakan otak dari komputer dan peranti-peranti cerdas lainyang tidak terhitung jumlahnya.
(ful)
Tantangan-tantangan
yangdihadapi perbankan nasionallima tahun terakhirmenyangkut liberalisasi pasar,fluktuasi kurs, kredit macet,kecukupan modal, dan kualitasSDM, menekankan perlunyasuatu strategi nonkonvensional, sebagaiparadigma baru perbankanIndonesia.Di era
e-bussiness
ini,dunia perbankan padaakhirnya tersentuh jugadengan teknologi Internet.Paradigma yang selama iniberlaku bahwa TI sebagai
cost center
perlahan-lahan mulaibergeser menjadi penunjangstrategi bisnis untukkemudian menjadi
profit center.
Sehingga diharapkan,dengan adopsi dan eksploitasiInternet oleh duniaperbankan, tantangan-tantangan tersebut dapatdiatasi seraya -- pada saatbersamaan-- dapatmemanfaatkan peluang-peluang pasar untuk kinerja jangka panjang yang optimal.Aswin Wirjadi dari BCAmengatakan, untukmenjawab era ekonomiberbasis digital ini, BCAsebagai bank lokal terbesar,mulai menerapkan sistem
internet banking
dalam layanannasabahnya. Bekerja samadengan SAP, tujuan BCA iniselain mengalihkan sebagianbeban ATM, lebih ke arahmenjawab “
what’s next to do”
di tengah
survive mode
bagidunia perbankan di Indonesia.Apalagi menurut survei dariBCA, 50% dari pengguna ATMBCA adalah pengguna Internet.Kalangan inilah yang ingindibidik oleh BCA.
DUKUNGAN VENDOR
Sadar akan kebutuhanbank-bank dalam melayanipeningkatan pertumbuhan danpermintaan nasabah, COMPAQmenawarkan
performance,scalability, availability,
intregitas data, dan keamanandalam beberapa jenis produk-produknya. “Dengan semakinbanyaknya penggunaan solusie-
banking
, semakin meningkatpula kebutuhan akan sistem
real-time banking.
Oleh karenaitu, dibutuhkan infrastrukturyang andal dan mudahdikembangkan,” ungkap dariElisa Lumbantoruan (CompaqIndonesia).Tidak jauh berbeda denganCompaq, Microsoftmenekankan
flexibility,scalability,
dan
interoperability,
dalam solusiteknologinya bagi perbankan.Microsoft mengandalkanMicrosoft.NET, suatu skenariountuk komunikasi dankomputasi berbasis Internet,dimana aplikasi-aplikasisoftware dioperasikan dandiakses melalui Internet.Arsitektur ini dibangundengan
open standard
sehingga memudahkankolaborasi dengan pemasok,mitra bisnis, kantor-kantorcabang dan regional, dantentunya konsumen.Sementara itu,
Managing Director
SAP, Krishnendu Dattamengatakan,” Pasarperbankan merupakan pasaryang sangat potensial bagiSAP. Klien kami meliputi 354bank di 55 negara sepertiDeutche Bank, UBS, danNational Australia Bank.”Khusus untuk dunia perban-kan Indonesia yang menurut-nya sulit diprediksi, aspek
human element
sangat pen-ting dalam distribusi layanandan produk perbankan. Untukmencapai ini dari sisi tekno-logi, bank-bank perlu berfokuspada
back-end integration
dan
customer relationship management.
(cia)
Setelah
mendapatsambutan yang cukupmenggembirakan di Jakarta,lembaga pendidikan komputerinternasional asal India,APTECH, membuka cabangnyadi kota kembang Bandung.Lembaga pendidikan inimengambil tempat beroperasidi jantung kota, tepatnya diJalan Wastukencana, persis disebelah kantor walikotaBandung.Acara pembukaan inidihadiri oleh S. Srinivasandari APTECH Ltd., ChandraMohan sebagai CountryManager APTECH di Indone-sia, dan Direktur IndustriTeknologi dan ElektronikaDepperindag, Bapak I GustiPutu Suryawirawan.Dalam siaran persnya,APTECH menyebutkan bahwapembukaan cabangnya diBandung ini merupakan bagiandari misinya untuk menyiapkantenaga ahli komputer danteknologi informasi di Indone-sia, terutama yang siap kerjadan berkualifikasi tinggi.Sasaran siswa didik APTECHBandung ini adalah kalanganpelajar, mahasiswa, karyawan,hingga eksekutif perusahaan.Di tengah kelesuanperekonomian saat ini,diharapkan dunia teknologiinformasi dapat memberikansumbangannya dengan caramengekspor produk softwareyang memiliki
revenue
yangtinggi, padat karya, tetapi tidakmembutuhkan modal yangtinggi, seperti kalau kitamembangun pabrik. Untuk itudiperlukan tenaga ahli dibidang komputer danteknologi informasi yang mahirdan siap kerja. Menggali ilmumelalui lembaga pendidikankomputer semacam APTECHyang bersifat global dan telah
go-international
kiranya dapatmenghasilkan tenaga-tenagaahli tersebut.Sementara itu dalampidato sambutannya, I GustiPutu Suryawirawanmenyebutkan bahwa saat inipemerintah berusahameningkatkan mutu tenagakerja Indonesia, dan salah satuusaha pemerintah untukmencapai hal tersebut adalahdengan menjalin kerja samayang lebih erat denganlembaga-lembaga pendidikan.
(boed)
PT Hunno Integrasi Technology
,
representative company
dari Hunno Technologies (Korea), bermitradengan Integrasi (Indonesia) dan
venture capital
AITI Investment,mulai memasarkan produknya di Indonesia dan negara AsiaTenggara lainnya (Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina).Hunno Technologies adalah perusahaan pertama di duniayang menggunakan Silicon/Chip based sensor untuk
fingerprint identification
dan telah menjual produknya ke 30 negara. Dengansemakin meningkatnya kebutuhan akan
security,
baik dalamkehidupan sehari-hari maupun dalam penggunaan komputer sertaInternet,
fingerprint technology
dapat menjadi jawaban atasmasalah tersebut. Berdasarkan data dari IBG (InternationalBiometric Group),
fingerprint
menguasai 84%
market share
dariteknologi biometrik (teknologi lain seperti Iris or Retina Recogni-tion, Face Scanning, Voice, Signature verification, KeystrokeRecognition).
(snu)