Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SISTEMATIKA FILSAFAT

SISTEMATIKA FILSAFAT

Ratings: (0)|Views: 89 |Likes:
Published by Imam Wahyudi

More info:

Published by: Imam Wahyudi on Jul 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2012

pdf

text

original

 
SISTEMATIKA FILSAFAT
 
A. Ontologi
 Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitan dengan ilmu,landasan ontologi mempertanyakan tentang objek yang ditelaah oleh ilmu, bagaimana wujud hakikinya,serta bagaimana hubungannya dengan daya tangkap manusia yang berupa berpikir, merasa, dan meng-indera yang membuahkan pengetahuan.Objek telaah Ontologi tersebut adalah yang tidak terlihat pada satu perwujudan tertentu, yangmembahas tentang yang ada secara universal, yaitu berusaha mencari inti yang dimuat setiap kenyataanyang meliputi segala realitas dalam semua bentuknya. Adanya segala sesuatu merupakan suatu segi darikenyataan yang mengatasi semua perbedaan antara benda-benda dan makhluk hidup, antara jenis-jenisdan individu-individu.Dari pembahasannya memunculkan beberapa pandangan yang dikelompokkan dalam beberapa aliranberpikir, yaitu:1. Materialisme;Aliran yang mengatakan bahwa hakikat dari segala sesuatu yang ada itu adalah materi. Sesuatu yang ada(yaitu materi) hanya mungkin lahir dari yang ada.2. Idealisme (Spiritualisme);Aliran ini menjawab kelemahan dari materialisme, yang mengatakan bahwa hakikat pengada itu justrurohani (spiritual). Rohani adalah dunia ide yang lebih hakiki dibanding materi.3. Dualisme;Aliran ini ingin mempersatukan antara materi dan ide, yang berpendapat bahwa hakikat pengada(kenyataan) dalam alam semesta ini terdiri dari dua sumber tersebut, yaitu materi dan rohani.4. Agnotisisme.Aliran ini merupakan pendapat para filsuf yang mengambil sikap skeptis, yaitu ragu atas setiap jawabanyang mungkin benar dan mungkin pula tidak.
B. Epistemologi
 Objek telaah epistemologi adalah mempertanyakan bagaimana sesuatu itu datang dan bagaimanamengetahuinya, bagaimana membedakan dengan yang lain. Jadi berkenaan dengan situasi dan kondisiruang serta waktu tentang sesuatu hal. Landasan epistemologi adalah proses apa yang memungkinkanmendapatkan pengetahuan logika, etika, estetika, bagaimana cara dan prosedur memperolehkebenaran ilmiah, kebaikan moral dan keindahan seni, serta apa definisinya. Epistemologi moralmenelaah evaluasi epistemik tentang keputusan moral dan teori-teori moral.Dalam epistemologi muncul beberapa aliran berpikir, yaitu:1. Empirisme;Yang berarti pengalaman (empeiria), dimana pengetahuan manusia diperoleh dari pengalamaninderawi.2. Rasionalisme;Tanpa menolak besarnya manfaat pengalaman indera dalam kehidupan manusia, namun persepsiinderawi hanya digunakan untuk merangsang kerja akal. Jadi akal berada diatas pengalaman inderawidan menekankan pada metode deduktif.
 
3. Positivisme;Merupakan sistesis dari empirisme dan rasionalisme. Dengan mengambil titik tolak dari empirisme,namun harus dipertajam dengan eksperimen, yang mampu secara objektif menentukan validitas danreliabilitas pengetahuan.4. Intuisionisme.Intuisi tidak sama dengan perasaan, namun merupakan hasil evolusi pemahaman yang tinggi yang hanyadimiliki manusia. Kemampuan ini yang dapat memahami kebenaran yang utuh, yang tetap dan unik.
C. Aksiologi
 Aksiologi adalah filsafat nilai. Aspek nilai ini ada kaitannya dengan kategori: (1) baik dan buruk; serta (2)indah dan jelek. Kategori nilai yang pertama di bawah kajian filsafat tingkah laku atau disebut etika,sedang kategori kedua merupakan objek kajian filsafat keindahan atau estetika.1. EtikaEtika disebut juga filsafat moral (moral philosophy), yang berasal dari kata ethos (Yunani) yang berartiwatak. Moral berasal dari kata mos atau mores (Latin) yang artinya kebiasaan. Dalam bahasa Indonesiaistilah moral atau etika diartikan kesusilaan. Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatanmanusia, sedang objek formal etika adalah kebaikan atau keburukan, bermoral atau tidak bermoral.Moralitas manusia adalah objek kajian etika yang telah berusia sangat lama. Sejak masyarakat manusiaterbentuk, persoalan perilaku yang sesuai dengan moralitas telah menjadi bahasan. Berkaitan denganhal itu, kemudian muncul dua teori yang menjelaskan bagaimana suatu perilaku itu dapat diukur secaraetis. Teori yang dimaksud adalah Deontologis dan Teologis.a. Deontologis.Teori Deontologis diilhami oleh pemikiran Immanuel Kant, yang terkesan kaku, konservatif danmelestarikan status quo, yaitu menyatakan bahwa baik buruknya suatu perilaku dinilai dari suduttindakan itu sendiri, dan bukan akibatnya. Suatu perilaku baik apabila perilaku itu sesuai norma-normayang ada.b. TeologisTeori Teologis lebih menekankan pada unsur hasil. Suatu perilaku baik jika buah dari perilaku itu lebihbanyak untung daripada ruginya, dimana untung dan rugi ini dilihat dari indikator kepentingan manusia.Teori ini memunculkan dua pandangan, yaitu egoisme dan utilitarianisme (utilisme). Tokoh yangmengajarkan adalah Jeremy Bentham (1742
 –
1832), yang kemudian diperbaiki oleh john Stuart Mill(1806
 –
1873).2. EstetikaEstetika disebut juga dengan filsafat keindahan (philosophy of beauty), yang berasal dari kata aisthetikaatau aisthesis (Yunani) yang artinya hal-hal yang dapat dicerap dengan indera atau cerapan indera.Estetika membahas hal yang berkaitan dengan refleksi kritis terhadap nilai-nilai atas sesuatu yangdisebut indak atau tidak indah.Dalam perjalanan filsafat dari era Yunani kuno hingga sekarang muncul persoalan tentang estetika,yaitu: pertanyaan apa keindahan itu, keindahan yang bersifat objektif dan subjektif, ukuran keindahan,peranan keindahan dalam kehidupan manusia dan hubungan keindahan dengan kebenaran. Sehingga

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->