Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Kasus Neurologi Stroke Hemoragik [SH]

Laporan Kasus Neurologi Stroke Hemoragik [SH]

Ratings: (0)|Views: 381|Likes:
Published by Ferdinan Goutama

More info:

Published by: Ferdinan Goutama on Jul 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/29/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Angka kejadian stroke hemoragik berkisar antara 10-15% dari seluruh angka kejadianstroke. Stroke hemoragik mempunyai angka mortalitas 4 kali lebih tinggi dari pada strokeiskemik. Penyebab stroke hemoragik adalah
intracranial haemorrhage
(ICH) dimana dapatdibagi menjadi extradural, subdural, subaraknoid, intraventrikular dan intracerebral. ICH dapatdibagi menjadi ICH primer maupun sekunder, dimana ICH sekunder biasanya berkaitan dengan
 subarachnoid haemorrhage
(SAH) dimana biasanya berasal dari
aneurysm
atau
ruputured arteriovenous malfromations
.
1
SAH dapat menyebabkan kasus kematian sebanyak 40%-60% dari seluruh kasus SAH.Hasil yang baik dari penanganan SAH berdasarkan diagnosis awal yang baik dan penangananyang baik.
 Aneurysm
yang tidak ditangani dapat menyebabkan
rebleeding 
yang akhirnyamemperburuk prognosis. Diagnosis awal yang baik dari SAH biasanya berdasarkan anamnesisyang baik. Misdiagnosis dari SAH sering terjadi dan jika tidak diketahui akan memperburuk  prognosis. 80% dari kasus SAH disebabkan oleh
ruptured aneurysm intracranial 
(
berryaneurysm
). SAH menyebabkan kematian/kecacatan 18.000 orang/tahun di America Utara. SAHsulit untuk dicegah karena
ruptured aneurysm
sulit untuk diprediksi maupun dideteksi
2,3
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
Subarachnoid hemorrhage
(SAH) menunjukkan suatu keadaan dimana terdapatekstravasasi darah diruang subaraknoid yang terletak diantara araknoid dan pial. SAH terjadi pada 50% dari semua kasus perdarahan intrakranial atraumatic. SAH merupakan suatu penyakityang perlu untuk segera ditangani, 10-15% dapat meninggal sebelum sampai rumah sakit, 40%dapat meninggal dalam 1 minggu perawatan, dan 50% dapat meninggal dalam 6 bulan perawatan.
1,2
SAH biasanya berhubungan dengan
ruptured cerebral aneurysm
maupun dengan
arterivenous malformation. Aneurysm
berasal dari bahasa latin aneurisma dimana berarti terjadidilatasi lokal abnormal pada dinding pembuluh darah, biasanya pada arteri akibat dari suatudefect, penyakit maupun luka. Penyebab dari
aneurysm
biasanya adalah keadaan yangmempengaruhi hemodinamika seperti kerusakan pembuluh darah, atherosklerosis, tekanandarah tinggi, vaskulopati, fistula, maupun
arterivenous malformation
.
3
 Arterivenous malfromation
(AVM) adalah suatu keadaan dimana terjad kelainan arteridan vena dimana penyebab dari suatu AVM masi tidak diketahui dengan pasti. Biasanya AVM bersifat asimptomatik, namun dapat memberikan gejala ketika terjadi ruptured.
3
Tanda dan gejala klinik pada SAH adalah sebagai berikut:
Sakit kepala
Pusing
 Nyeri Orbital
Diplopia
Kehilangan penglihatan
Gangguan sensorik atau motorik 
Kejang
Ptosis
3
 
SAH dapat dibagi menjadi beberapa tingkat berdasarkan
World Federation of  Neurological Surgeons
(WFNS). Skala WFNS dibagi berdasarkan nilai Glasgow Coma Scale(GCS). Skala WFNS untuk SAH sebagai berikut:
Grade 1 – GCS 15, tidak adanya defisit motorik 
Grade 2 – GCS 13-14, tidak adanya defisit motorik 
Grade 3 – GCS 13-14, dengan adanya defisit motorik 
Grade 4 – GCS 7- 12, dengan ada/tidaknya defisit motorik 
Grade 5 – GCS 7- 12, dengan ada/tidaknya defisit motorik 
3
Selain berdasarkan skala WFNS, SAH dapat dibagi berdasarkan skala yang dibuat olehFisher, dimana skala ini dibuat berdasarkan penilain CT-scan. Skala Fisher adalah sebagai berikut:
Grade 1 – No blood pada CT-scan
Grade 2 – Terdapat darah secara difus, tidak ada bekuan darah, dan darah tidak lebih besar dari 1mm
Grade 3 – Terdapat bekuan darah yang terlokalisir dan darah lebih besar dari 1mm
Grade 4 – Terdapat bekuan darah pada intracerebral atau intreventrikuler 
3
SAH berdasarkan kriteria “Hunt and Hess”
Grade 0 – unrupted aneurysm
Grade I – tanpa gejala maupun sakit kepala ringan dan kaku kuduk ringan
Grade Ia – defisit neurologi tanpa gejala akut dari meningeal ataupun otak 
Grade II – gangguan nervus cranialis, sakit kepala sedang sampai berat, dankuku kuduk berat
Grade III – Letargi dan Confusion
Grade IV – Stupor, Hemiparesis sedang sampai berat, deserebrasi
Grade V – Koma dalam, deserebrasi
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->