Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
demam tifoid

demam tifoid

Ratings:
(0)
|Views: 231|Likes:
Published by Srhi Nurhayatii

More info:

Published by: Srhi Nurhayatii on Jul 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2014

pdf

text

original

 
DEMAM TIFOID
I.
 
PENDAHULUAN
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan olehSalmonella Thypi (S. Typhi) dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu,gangguan saluran pencernaan dan gangguan kesadaran.
1
Demam tifoid banyak terjadi di Negara-negara berkembang. Demam tifoidmerupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh S. Thypi yangmasih dijumpai secara luas di berbagai Negara berkembang yang terutama terletak di daerah tropis dan subtropis. Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatanmasyarakat yang penting karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi,kepadatan penduduk, kesehatan lingkungan, sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah.
2,3,4
 Perbedaan antara demam tifoid anak dan dewasa adalah mortalitas(kematian) demam tifoid pada anak lebih rendah bila dibandingkan dengandewasa. Resiko terjadinya komplikasi fatal terutama dijumpai pada anak besardengan gejala klinis berat, yang mempunyai kasus dewasa. Demam tifoid padaanak terbanyak terjadi pada umur 5 tahun atau lebih dan mempunyai gejala klinisringan.
5
 
 
II.
 
EPIDEMIOLOGI
Besarnya angka pasti kasus demam tifoid di dunia sangat sulit ditentukankarena penyakit ini mempunyai gejala dengan spektrum klinis yang sangat luas.Data World Health Organization (WHO) tahun 2003 memperkirakan terdapatsekitar 17 juta kasus demam tifoid di seluruh dunia dengan insidensi 600.000kasus kematian tiap tahun. Di Negara berkembang, kasus demam tifoid dilapokansebagai penyakit endemis dimana 95% merupakan kasus rawat jalan sehinggainsidensi yang sebenaranya adalah 15-25 kali lebih besar dari laporan rawat inapdi rumah sakit.[3] Demam tifoid pada anak umur 5-15 tahun di Indonesia terjadi180,3/100.000 kasus pertahun dan dengan prevalensi mencapai 61,4/1000 kasuspertahun. Menurut data Hasil Riset Dasar Kesehatan (RISKESDAS) tahun 2007,demam tifoid menyebabkan 1,6% kematian penduduk Indonesia untuk semuaumur. Insidensi demam tifoid berbeda pada tiap daerah.
4
 
III.
 
ETIOLOGI
Demam tifoid disebabkan oleh Salmonella Enterica serovar Typhi (S.Typhi), basil gram negatif, bergerak dengan rambut getar, berkapsul, tidak berspora, dan bersifat fakulatif anaerob. Demam tifoid mempunyai 3 macamantigen yaitu antigen 0 (somatik, terdiri dari zat kompleks lipopolisakarida),antigen H (flagella), dan antigen Vi.
1
 Antigen Vi didapatkan pada 90% salmonella typhi yang diisolasi. Antigenini berperan sebagai proteksi terhadap baktersidal dari antibody serum penderita.
 
Sementara demam paratiroid yang gejalanya mirip dengan demam tifoid namunlebih ringan, disebabkan oleh Salmonella paratyphi A, B, atau C. bakteri ini hanyamenginfeksi manusia. Penyebaran demam tifoid terjadi melalui makanan dan airyang telah tercemar oleh tinja atau urin penderita demam tifoid dan meraka yangdiketahui sebagai carrier (pembawa) demam tifoid.
2
 
IV.
 
PATOFISIOLOGI
Penyakit ini terjadi melalui ingesti dari S. Typhi melalui kontaminasi secarafeko-oral melalui makanan ataupun melalui air yang tercemar. Masuknya kuman
Salmonella typhi
ke dalam tubuh manusia terjadi melalui makanan atau minumanyang terkontaminasi oleh kuman. Sebagian kuman dimusnahkan di dalamlambung (pH<2), sebagian lolos masuk ke dalam lumen usus, yang selanjutnyaberkembang biak.Jika respons imun humoral usus kurang baik, kuman akan menembus epitel,terutama sel-M, dan selanjutnya di lamina propria kuman berkembang biak sertadifagosit, terutama oleh makrofag. Kuman dapat hidup dan berkembang biak didalam makrofag, dan selanjutnya dibawa ke plaque Peyeri ileum distal kemudianke kelenjar getah bening mesenterika. Selanjutnya melalui duktus torasikus,kuman yang terdapat di dalam makrofag ini masuk ke dalam sirkulasi darah(menyebabkan bakteremia pertama yang asimtomatik) dan menyebar ke seluruhorgan retikuloendotelial tubuh terutama hati dan limpa. Di organ-organ ini kumanmeninggalkan sel fagosit dan kemudian berkembang biak di luar sel, selanjutnya

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Marco Hutagaol liked this
Marco Hutagaol liked this
Wawan Bw liked this
Marco Hutagaol liked this
Marco Hutagaol liked this
risqianingtias liked this
cinnamoroll21 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->