Aviasi
l
Juni 2012
l
3
Corporate
Direktur utama
I
Venita Pardede
pemimpin umum
I
Andi Gultom
penasihat
I
Pro. DR. H. K. Martono, SH, L.L.MPro. Dr. H. Priyatna Abdurrasyid,SH,Ph.DCapt. Sonny M. SasonoCapt. Hasrinsyah Hasan
eDitorial
pemimpin reDaksi
I
Andi Gultom
reDaktur
I
Tom Maruli
staf reDaksi
I
Ir. HaryonoJasmen PasaribuTjuk SudarsonoDanang Prihantoro, S.Pd
keuangan/sekretaris
I
NitaReni
manager iklan/sirkulasi
I
Yunita Pardede, S.psi
marketing
I
AntonioEster Ida Berliana, SEMartin P. Gultom
sirkulasi
I
Susanto
Desain grafis
I
Ale HBAnto
Website
I
Ian Nugroho
perWakilan
I
Agung (Kota Kinabalu)Sukardiansyah (Balik Papan)Sonoib (Medan)Kifi (Makassar)Bona (Semarang)Otto (Jogyakarta)Mantang (Tanjung Karang)Wuryanto (Surabaya)Haryono N (Bandung)Palang (Ampenan)
u , d : d@dv.c
Wartawan Aviasi tidak diperkenankanmenerima atau meminta imbalan dalam bentuk apapun dari nara sumber.Wartawan Aviasi dilengkapi kartu pengenal atau suratketerangan tugas.Redaksi menerima tulisan atau artikel dan otoyang berkaitan dengan dunia penerbangan.Setiap artikel atau tulisan yang dikirim ke redaksidiketik 2 spasi dan maksimum 3.000 karakter.Alamat pengiriman:redaksi@tabloidaviasi.com
BULAN Juni 2012 ini, tabloid kesayanganAnda, Aviasi berusia 5 tahun. Kurunwaktu yang belum “ada apa-apanya” jikadibandingkan dengan perkembanganindustri media massa yang belakangan inibegitu semarak.Jika pun tabloid ini sampai sekarang tetapeksis mengunjungi Anda, itu bukan karenakekuatan kami, tapi semata-mata karenakesetiaan Anda kepada kami. Memasukiusianya yang ke-5, kami kehilangan seorangsahabat yang pada saat awal Aviasi terbitpernah memberikan kontribusi berupatulisan, yaitu Ir. Tumpal Simorangkir.Kami keluarga besar Aviasi ikutberbelasungkawa, dan semoga keluargayang ditinggalkan diberi kekuatan danketabahan oleh-Nya. Begitu pula ucapanserupa kami sampaikan kepada keluargayang ditinggalkan oleh insan-insanpenerbangan, korban pesawat SukhoiSuperjet 100 di Gunung Salak 9 Mei lalu.Kami tidak akan surut sepeninggal rekandan sahabat kami.Sebagai rasa penghormatan kami atastragedi tersebut, kami berusaha semaksimalmungkin menyajikan inormasi SSJ-100 darisudut pandang yang berbeda dalam rubrik Fokus.Mulai edisi ini, kami juga menambahrubrik baru "Day O".Seperti biasa, kami ucapkan selamatmembaca dan menikmati dunia aviasinusantara. Lupakan sejenak tragedi Sukhoi,sebab hidup dan mati kita bukan terletak atau tergantung di pesawat, tapi di tanganSang Khalik.
DariRedaksiDariPembaca
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kepada instansi yang akan mengundang Aviasi gunaliputan/wawancara, undangan mohon ditujukan kepada Redaksi Aviasi melaluie-mail: redaksi@tabloidaviasi.com, atau Fax nomor. 021 5578 0849, atau bisa menghubungi melaluitelepon atau SMS ke 0812 88 737 747,
pemberitahuan
lm thun tbod aViasi
PENERBIT
TREnD MEDIA GLoBAL
ALAMAT REDAKSI
Jl. Pulau Putri Raya LS n. 31Kta Mder, Tagerag
TEL
I
021-68903778, 55780849
FAx
I
021-55780849
email enquiries
REDAKSI
I
redaksi@tablidaviasi.cm
ADVERTISING & MARKETING
I
marketig@tablidaviasi.cm
WEBSITE
I
www.tablidaviasi.cm
Redaksi
Ft Cver:
Garuda Indonesia B737-800 NG
Ft: Tm
A V I A T I O N O F I N D O N E S I A
AVIASI
SUNGGUH tragis peristiwa kecelakaan maut yang menimpa pesawat Sukhoi Superjet100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Rabu 9 Mei yang lalu. Sebagai seorang wargayang sering bepergian naik pesawat, saya menyampaikan ikut berdukacita atasmeninggalnya para korban, kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan kesabaran kepadakeluarga yang ditinggalkan.Beberapa detik setelah tragedi itu terjadi, media massa memberitakan peristiwatersebut dengan beragam versi yang terkadang membuat bingung dan galau pembaca,terutama keluarga korban.Melalui surat ini, saya mohon Aviasi dapat memberitakan dan mengupas trageditersebut lebih dalam dan proporsional dengan meninjaunya dari berbagai aspek. Terimakasih.
ad s J D by, pj J p
Tragedi Sukhoi
Saya sering bepergian naik pesawat, dan lagi-lagi banyak maskapai yang menelatkan(delay) keberangkatan pesawatnya, alias tidak pernah tepat waktu.Saya senang, sebab dengan ketentuan pemerintah, maskapai yang mengalamiketerlambatan 3 jam wajib memberikan kompensasi berupa uang sebesar Rp 300.000kepada setiap penumpang.Peraturan bagus yang tidak pernah direalisasikan di lapangan, karena banyak maskapaiyang akal-akalan di lapangan. Beberapa kali pesawat yang saya akan tumpangi delay. Tapi semuanya nyaris tiga jam.Untuk menghindari bayar kompensasi Rp 300.000, banyak maskapai yang menyuruhpenumpang naik ke pesawat beberapa menit sebelum masa 3 jam habis. Hal ini sayaalami ketika saya naik pesawat Citilink Garuda dari Denpasar yang sebenarnya telat 3 jam, tapi penumpang disuruh naik 20 menit sebelum masa tiga jam berakhir. Terakhir saya naik Lion Air ke Semarang hari Minggu 20 Mei lalu. Juga telat 3 jam, tapibeberapa menit sebelum mentok tiga jam, penumpang disuruh naik ke pesawat. Kabinpesawat pun diungsikan sebagai ruang tunggu.
i sd J pws
Akal-akalan Maskapai?
C:
Terimakasih atas simpatinya. Memenuhi permintaan Anda, kami menyajikan hal ihwaltragedi Sukhoi SSJ-100 dalam rubrik Fokus. Selamat membaca.Kami dari Redaksi mohon maa ataskesalahan penulisan berita AsosiasiPilot Garuda Rayakan Ulang Tahunke-26 Halaman 11 Edisi Mei 2012,khususnya pada paragra ke-3 danke-6 di tulis “Cebu” seharusnya“Subic”
Ralat