Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Urbanisasi 2 Je'

Urbanisasi 2 Je'

Ratings: (0)|Views: 336|Likes:
Published by lukasyakobus

More info:

Published by: lukasyakobus on Jul 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/10/2012

pdf

text

original

 
--------------------
Makalah Kelompok Pengantar ke Falsafah Sains (PPS 702)
--------------------------------------------------
Oleh Kelompok V 
 11
© 2004 Sekolah Pasca Sarjana IPB
 
Makalah Kelompok V Posted 24 November 2004Pengantar ke Falsafah Sains (PPS 702)Program Pascasarjana/ S3, Institut Pertanian BogorOktober 2004Dosen:Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng (Penanggung Jawab)Prof. Dr. Ir. Zahrial CotoDr. Ir. Hardjanto, MS
DAMPAK URBANISASI TERHADAP PERUMAHANDAN PERMUKIMAN DI WILAYAH DKI JAKARTA
Oleh :Kelompok V, PSL
anggota :
Djadid Assagaf P062040071Charlena P062040101Cut Irsanya Nilam Sari P062024011Debby V Pattimahu P062040061Dwi Dinariana P062040081Hutwan Syarifuddin P062040031Joko Windarto P062040111Mukhlas Ansori P062040011Ngudiantoro P062040041Putu Wigena P062040161Ruli Basuni P062040171Sjaifuddin P062040021Soesilo Wibowo P062040131Zakiyah P062040151
 Abstrak 
Urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan penduduk padasuatu wilayah perkotaan atau proses transformasi suatu wilayah berkarakter ruralmenjadi urban. Ia terjadi karena adanya faktor “pendorong” dan “penarik “ (
 Pushen pull factoren).
Pembangunan yang berkembang pesat di DKI Jakarta menjadi
 
--------------------
Makalah Kelompok Pengantar ke Falsafah Sains (PPS 702)
--------------------------------------------------
Oleh Kelompok V 
 22
“penarik” bagi penduduk wilayah-wilayah lain menuju DKI Jakarta. Sementara“pendapatan masyarakat desa” sebagai faktor pendoeong. Besarnya jumlah penduduk yang migrasi menjadikan mereka bagian penting dalam pertumbuhan penduduk dan komposisi penduduk DKI Jakarta. Lebih lanjut denganketerbatasan daya dukung DKI Jakarta, pertumbuhan penduduk nampaknya berdampak pada penyediaan fasilitas perumahan dan permukiman penduduk itusendiri. Keterbatasan perumahan yang terseia dan rendahnya pendapatan bagisebagian migran perumahan ditambah kurang memadainya pendidikan,menjadian rumah tangga tinggal di rumah yang belum layak huni dan tinggal dilingkungan kumuh. Dampak lain, terjadinya perkembangan kota yang ditumbuhi perumahan liar. Pemerintah dan masyarakat perlu secara bersama-samamemecahkan persoalan yang tengah dihadapi.
Kata Kunci : Urbanisasi , Migrasi , Penduduk, Perumahan, Permukiman
I.
 
PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang
DKI Jakarta memiliki daya tarik luar biasa bagi sebagian penduduk perdesaan.Dengan kelengkapan infrastrukturnya, menjadikan kota metropolitan ini memilikikekuatan ekonomi, pertumbuhan industri dan perdagangan, pengembangansumberdaya manusia, lokasi lintas bisnis internasional yang memadai, dan peluang pekerjaan yang lebih luas dan beragam. Di lain pihak, kondisi perdesaan di Indonesiasecara umum masih menyimpan sejumlah permasalahan seperti kemiskinan, pertambahan penduduk yang sulit dikendalikan, tingkat pendidikan yang rendah,keterbatasan infrastruktur untuk menunjang kegiatan ekonomi, dan ketimpangandistribusi pendapatan. Faktor-faktor penarik dan pendorong di atas menyebabkanterjadinya urbanisasi atau permindahan penduduk dari wilayah lain (desa) menujuwilayah DKI Jakarta untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan hidupmereka
.
Perpindahan penduduk dari wilayah lain ke DKI Jakarta yang meningkat daritahun ke tahun merupakan salah satu faktor yang memberi peran dalam penambahan jumlah penduduk DKI Jakarta, disamping adanya proses alam karena perbaikan besar dalam pemeliharaan kesehatan. Penduduk Jakarta hanya berjumlah 533.000 jiwa pada tahun 1930, kemudian tahun 2002 meningkat menjadi 8.37.083 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk di wilayah yang memiliki luas 661,52 km
2
ini, tentu sajamembutuhkan lahan yang lebih besar untuk sarana permukiman dan sarana penunjangnya seperti pendidikan, peribadatan, pasar, olah raga, perdagangan, perkantoran, taman dan lain-lain. Rendahnya persentase peningkatan lahan permukiman dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk mengindikasikan
 
--------------------
Makalah Kelompok Pengantar ke Falsafah Sains (PPS 702)
--------------------------------------------------
Oleh Kelompok V 
 33
makin banyaknya permukiman yang menggunakan lahan sempit, mengubah fungsilahan dan menggunakan ruang terbuka hijau.Di sisi lain penduduk yang bermigrasi dari desa ke Jakarta sebagian masih berkarakter 
rural 
. Padahal penomena jenis aktivitas/pekerjaan di Jakarta cenderungmemerlukan tenaga kerja non pertanian yang berorientasi pada efisiensi dankompetensi yang relatif tinggi. Ini dapat kita lihat dari peta sebaran kompetensi penduduk Indonesia yang masih berbentuk pola kerucut dengan proporsi pendidikanrendah/menengah sebagai peringkat terbesar. Hal tersebut membawa implikasiterhadap tingginya pengangguran atau rendahnya perolehan pendapatan penduduk untuk memenuhi
basic need 
mereka. Rendahnya kemampuan daya beli ini membawaimplikasi yang jauh yaitu dapat menimbulkan perumahan kumuh dan penurunantingkat pelayanan prasarana lingkungan hidup perkotaan. Nampaknya persoalan urbanisasi tidak dapat diabaikan. Urbanisasi sendirimungkin merupakan dampak yang timbul akibat kebijakan dan perencanan wilayahyang kurang tepat atau belum tuntasnya suatu pekerjaan jangka panjang. Tentunyahal ini menuntut propinsi DKI Jakarta yang menjadi salah satu kota tujuan migranuntuk terus melakukan pembenahan di segala bidang secara berkelanjutan danmampu membawa masyarakatnya berkarakter perkotaan. Kondisi perumahan dan permukiman adalah salah satu bidang yang perlu ditangani berkaitan dengan dampak urbanisasi, karena perumahan dan permukiman memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya dan peningkatan kualitas generasiyang akan datang serta merupakan pengejawantahan jati diri. Untuk itulah tulisan inimengambil fokus kajian dampak urbanisasi dikaitkan dengan aspek perumahan dan permukiman yang layak.
1.2 Tujuan
-
 
Melakukan kajian urbanisasi, dampak dan penanganannya terhadap permasalahan perumahan dan permukiman .-
 
Memberi masukan kepada pengambil keputusan maupun perencana pembangunan berkelanjutan DKI Jakarta.
II. KERANGKA KONSEP2.1
 
Urbanisasi
Sebenarnya proses urbanisasi telah berlangsung cukup lama sekitar 3500tahun sebelum Masehi, akan tetapi proses urbanisasi berjalan lambat. Urbanisasi berskala secara luas baru sekitar tahun 1800 sesudah revolusi industri yang diiringitumbuhnya kota industri modern dengan ciri antara lain memiliki teknologi yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->