Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
yuhana desain media intruksional

yuhana desain media intruksional

Ratings: (0)|Views: 52 |Likes:
Published by Wong Ndeso Wae
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Dalam proses pembelajaran ada unsur-unsur yang harus dipenuhi oleh pembelajar agar kegiatan pembelajaran lebih efektif dan berkesan baik. Salah satu unsur yang harus dipenuhi dalam kegiatan pembelajaran adalah media. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran sangat urgen khususnya dalam penyampaian materi yang dirasakan sulit jikalau hanya menggunakan unsur verbal belaka.
Media belajar atau sering diistilahkan dengan media instruksional dewasa ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, terutama dalam penggunaan teknologi informasi yang mendorong keinginan seorang pembelajar untuk meningkatkan lebih besar kompetensinya dalam penggunaan media tersebut. Keberhasilan penggunaan media di dalam kelas sangatlah tergantung kepada kemampuan (kompetensi) seorang pembelajar dan tujuan pembelajaran.
Media yang baik adalah media yang dipakai sesuai dengan tujuan belajar dan latar belakang pebelajar. Dalam strategi instruksional media merupakan unsur yang penting dalam pembelajaran di samping metode dan kegiatan instruksional. Kehadiran media merupakan unsur signifikan dalam proses pembelajaran karena ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara.
Setiap materi pelajaran tentu memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi, di satu sisi ada bahan pelajaran yang tidak memerlukan alat bantu tetapi di sisi lain ada bahan pelajaran yang sangat memerlukan alat bantu berupa media intruksional, seperti : LCD, globe, mikroskop, OHP, grafik, gambar dan sebagainya.
Dalam penggunaannya media ini harus disesuaikan dengan perumusan indikator, dan yang lebih penting adalah penggunaan media sesuai dengan kompetensi pembelajar itu sendiri. Anjuran menggunakan media dalam pembelajaran sebenarnya sangat ditekankan tetapi terkadang sulit dilaksanakan disebabkan dana yang terbatas untuk membelinya.
Disinilah kekreatifan seorang pembelajar sangat dibutuhan, karena seorang pembelajar harus bisa menciptakan atau menggunakan suatu media yang efektif dan efisien bahkan dituntut bisa menciptakan media yang merupakan hasil karya sendiri.
Namun, perlu digaris bawahi bahwa peranan media tidak akan terlihat manakala penggunaannya tidak sejalan dengan Indikator pembelajaran yang telah dirumuskan. Karena itu, tujuan pembelajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media. Manakala hal itu diabaikan maka media bukan sebagai alat bantu pembelajaran tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pembelajaran pasal 19 ayat 1, bahwa proses pembelajaran pada satuan pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi pebelajar untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis pebelajar. Oleh karena itu proses pembelajaran harus dirancang, dilaksanakan oleh seorang pembelajar dapat memenuhi amanat peraturan pemerintah tersebut.
Proses pembelajaran adalah proses komunikasi, yaitu penyampaian informasi dari sumber informasi kepada penerima melalui suatu media. Sumber informasi adalah pembelajar dan penerima adalah pebelajar, serta media adalah segala sesuatu alat bantu yang digunakan untuk memperjelas pemahaman pebelajar. Ahmad Rohani menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi (proses pembelajaran) .
Selanjutnya Ahmad Rohani menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran, media yang yang digunakan untuk memperlancar komunikasi pembelajaran disebut media instruksional edukatif.
Pembelajar sebagai pembelajar yang profesional harus mampu berperan sebagai komunikator dan fasilitator bagi pebelajar di dalam kelasnya. Sebagai komunikator seorang pembelajar harus mampu menyampaikan pesan-pesan pembelajaran kepada pebelaja
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Dalam proses pembelajaran ada unsur-unsur yang harus dipenuhi oleh pembelajar agar kegiatan pembelajaran lebih efektif dan berkesan baik. Salah satu unsur yang harus dipenuhi dalam kegiatan pembelajaran adalah media. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran sangat urgen khususnya dalam penyampaian materi yang dirasakan sulit jikalau hanya menggunakan unsur verbal belaka.
Media belajar atau sering diistilahkan dengan media instruksional dewasa ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, terutama dalam penggunaan teknologi informasi yang mendorong keinginan seorang pembelajar untuk meningkatkan lebih besar kompetensinya dalam penggunaan media tersebut. Keberhasilan penggunaan media di dalam kelas sangatlah tergantung kepada kemampuan (kompetensi) seorang pembelajar dan tujuan pembelajaran.
Media yang baik adalah media yang dipakai sesuai dengan tujuan belajar dan latar belakang pebelajar. Dalam strategi instruksional media merupakan unsur yang penting dalam pembelajaran di samping metode dan kegiatan instruksional. Kehadiran media merupakan unsur signifikan dalam proses pembelajaran karena ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara.
Setiap materi pelajaran tentu memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi, di satu sisi ada bahan pelajaran yang tidak memerlukan alat bantu tetapi di sisi lain ada bahan pelajaran yang sangat memerlukan alat bantu berupa media intruksional, seperti : LCD, globe, mikroskop, OHP, grafik, gambar dan sebagainya.
Dalam penggunaannya media ini harus disesuaikan dengan perumusan indikator, dan yang lebih penting adalah penggunaan media sesuai dengan kompetensi pembelajar itu sendiri. Anjuran menggunakan media dalam pembelajaran sebenarnya sangat ditekankan tetapi terkadang sulit dilaksanakan disebabkan dana yang terbatas untuk membelinya.
Disinilah kekreatifan seorang pembelajar sangat dibutuhan, karena seorang pembelajar harus bisa menciptakan atau menggunakan suatu media yang efektif dan efisien bahkan dituntut bisa menciptakan media yang merupakan hasil karya sendiri.
Namun, perlu digaris bawahi bahwa peranan media tidak akan terlihat manakala penggunaannya tidak sejalan dengan Indikator pembelajaran yang telah dirumuskan. Karena itu, tujuan pembelajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media. Manakala hal itu diabaikan maka media bukan sebagai alat bantu pembelajaran tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pembelajaran pasal 19 ayat 1, bahwa proses pembelajaran pada satuan pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi pebelajar untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis pebelajar. Oleh karena itu proses pembelajaran harus dirancang, dilaksanakan oleh seorang pembelajar dapat memenuhi amanat peraturan pemerintah tersebut.
Proses pembelajaran adalah proses komunikasi, yaitu penyampaian informasi dari sumber informasi kepada penerima melalui suatu media. Sumber informasi adalah pembelajar dan penerima adalah pebelajar, serta media adalah segala sesuatu alat bantu yang digunakan untuk memperjelas pemahaman pebelajar. Ahmad Rohani menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi (proses pembelajaran) .
Selanjutnya Ahmad Rohani menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran, media yang yang digunakan untuk memperlancar komunikasi pembelajaran disebut media instruksional edukatif.
Pembelajar sebagai pembelajar yang profesional harus mampu berperan sebagai komunikator dan fasilitator bagi pebelajar di dalam kelasnya. Sebagai komunikator seorang pembelajar harus mampu menyampaikan pesan-pesan pembelajaran kepada pebelaja

More info:

Published by: Wong Ndeso Wae on Jul 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2012

pdf

text

original

 
BABIPENDAHULUANA. LatarbelakangDalamprosespembelajaranadaunsur-unsuryangharusdipenuhiolehpembelajaragarkegiatanpembelajaranlebihefektifdanberkesanbaik.Salahsatuunsuryangharusdipenuhidalamkegiatanpembelajaranadalahmedia.Penggunaanmediadalamkegiatanpembelajaransangaturgenkhususnyadalampenyampaianmateriyangdirasakansulitjikalauhanyamenggunakanunsurverbalbelaka.Mediabelajaratauseringdiistilahkandenganmediainstruksionaldewasainitelahmengalamikemajuanyangcukuppesat,terutamadalampenggunaanteknologiinformasiyangmendorongkeinginanseorangpembelajaruntukmeningkatkanlebihbesarkompetensinyadalampenggunaanmediatersebut.Keberhasilanpenggunaanmediadidalamkelassangatlahtergantungkepadakemampuan(kompetensi)seorangpembelajardantujuanpembelajaran.Mediayangbaikadalahmediayangdipakaisesuaidengantujuanbelajardanlatarbelakangpebelajar.Dalamstrategiinstruksionalmediamerupakanunsuryangpentingdalampembelajarandisampingmetodedankegiataninstruksional.Kehadiranmediamerupakanunsursignifikandalamprosespembelajarankarenaketidakjelasanbahanyangdisampaikandapatdibantudenganmenghadirkanmediasebagaiperantara.Setiapmateripelajarantentumemilikitingkatkesukaranyangbervariasi,disatusisiadabahanpelajaranyangtidakmemerlukanalatbantutetapidisisilainadabahanpelajaranyangsangatmemerlukanalatbantuberupamediaintruksional,seperti:LCD,globe,mikroskop,OHP,grafik,gambardansebagainya.Dalampenggunaannyamediainiharusdisesuaikandenganperumusanindikator,danyanglebihpentingadalahpenggunaanmediasesuaidengankompetensipembelajaritusendiri.Anjuranmenggunakanmediadalampembelajaransebenarnyasangatditekankantetapiterkadangsulitdilaksanakandisebabkandanayangterbatasuntukmembelinya.Disinilahkekreatifanseorangpembelajarsangatdibutuhan,karenaseorangpembelajarharusbisamenciptakanataumenggunakansuatumediayangefektifdanefisienbahkandituntutbisamenciptakanmediayangmerupakanhasilkaryasendiri.Namun,perludigarisbawahibahwaperananmediatidakakanterlihatmanakalapenggunaannyatidaksejalandenganIndikatorpembelajaranyangtelahdirumuskan.Karenaitu,tujuanpembelajaranharusdijadikansebagaipangkalacuanuntukmenggunakanmedia.Manakalahalitudiabaikanmakamediabukansebagaialatbantupembelajarantetapisebagaipenghambatdalampencapaiantujuansecaraefektifdanefisien.MenurutPeraturanPemerintahNomor19tahun2005tentangStandarNasionalPembelajaranpasal19ayat1,bahwaprosespembelajaranpadasatuanpembelajarandiselenggarakansecarainteraktif,inspiratif,menyenangkan,menantang,memotivasipebelajaruntukberpartisipasiaktif,sertamemberikanruangyangcukupbagiprakarsa,kreativitas,dankemandiriansesuaidenganbakat,minat,danperkembanganfisiksertapsikologispebelajar.Olehkarenaituprosespembelajaranharusdirancang,dilaksanakanolehseorangpembelajardapatmemenuhiamanatperaturanpemerintahtersebut.Prosespembelajaranadalahproseskomunikasi,yaitupenyampaianinformasidarisumberinformasikepadapenerimamelaluisuatumedia.Sumberinformasiadalahpembelajardanpenerimaadalahpebelajar,sertamediaadalahsegalasesuatualatbantuyangdigunakanuntukmemperjelaspemahamanpebelajar.AhmadRohanimenyatakanbahwamediaadalahsegalasesuatuyangdapatdiindrayangberfungsisebagaiperantara/sarana/alatuntukproseskomunikasi(prosespembelajaran).SelanjutnyaAhmadRohanimenyatakanbahwadalamprosespembelajaran,mediayangyangdigunakanuntukmemperlancarkomunikasipembelajarandisebutmediainstruksionaledukatif.Pembelajarsebagaipembelajaryangprofesionalharusmampuberperansebagaikomunikatordanfasilitatorbagipebelajardidalamkelasnya.Sebagaikomunikatorseorangpembelajarharusmampumenyampaikanpesan-pesanpembelajarankepadapebelajarsebagaimanayangdinyatakanolehMartinisYaminbahwamerekaberperansebag
 
aikomunikator,mengkomunikasikanmateripelajarandalambentukverbaldannonverbal.Pembelajarsebagaifasilitatordimaksudkanseorangpembelajarharusmampumenjadiorangyangmemfasilitasiataumelayanikeperluanpebelajardidalamkelasuntukmencapaitujuanpembelajaran.SebagaimanayangdisampaikanolehMartinisYamin,bahwapembelajarsebagaifasilitatormemilikiperanmenfasilitasipebelajaruntukbelajarsecaramaksimaldenganmenggunakanberbagaistrategi,metode,media,dansumberbelajar.Banyakhambatanyangditemuiolehseorangpembelajarsehubungandenganfungsinyasebagaikomunikatordanfasilitatortersebut.Salahsatufaktorhambatanadalahsulitnyamelakukanproseskomunikasiantarapembelajardanpebelajardalamprosespembelajaran.Pembelajarkurangmampumenyampaikanpesanpembelajarankepadapebelajar.Pembelajaranyangtelahdilakukanpembelajarselamainibelummampumenarikperhatianpebelajar,sehinggaterkesanpebelajarapatisterhadapmateripembelajaranyangdisapaikanolehpembelajar.Akibatnyapebelajargagalmemahamimateripembelajaran,danpembelajarmengalamikekecewaandanketidakpuasan.Berdasarkanhaltersebut,adanyahambatanyangditemukanpembelajardalamproseskomunikasipembelajarandisebabkanolehkurangtepatdanmenariknyamediayangditampilkanataudigunakandalamprosespembelajaran.Olehkarenaituperludilakukanpemilihanmediayangtepatdanmenarikperludilakukanagartercapaitransferilmupengetahuandaripembelajarterhadappebelajaroptimaldanmenyenangkan.Untukhasiloptimaldalampembelajaranharusmenyenangkandanmerangsangimajinasisertakreativitaspebelajar.Penggunaanmultimetodedanmediasangatmembantumeningkatkanhasilbelajar.denganmenggunakanmediadalampembelajaranakanmembantumengkondisikansuasanayangbisamemaksimalkanprosespenerimaansuatuinformasidenganlebihbaik.Agarseorangpembelajarbisamenciptakansuasanayanginteraktif,inspiratif,menyenangkan,menantang,memotivasipebelajaruntukberpartisipasiaktif,sertamemberikanruangyangcukupbagiprakarsa,kreativitas,dankemandiriansesuaidenganbakat,minat,danperkembanganfisiksertapsikologispebelajar,makapembelajarharusmampumendesainmediaintruksionaldenganbaik,agartercapaiundang-undangNomor19tahun2005tentangStandarNasionalPembelajaranpasal19ayat1tersebut.B. PertanyaanRumusanMasalahBerdasarkanrumusanmasalahdiatasdapatlahpenuliskemukakanpertanyaanyangakanpenulisjawabmelaluipembahasanpadaBabberikutnya,adapunpertanyaannyaadalahsebagaiberikut.1) ApaPengertianmediaintruksional?2) Apapengertiandeesainmediaintruksional?3) ApaManfaatDesainMediaIntruksional?4) BagaimanaCaraMemilihMediaInstruksional?5) BagaimanaProsedurPemilihanDesainMediaintruksional?6) ApaKriteriaPemilihanMediaIntruksional?7) ApaMacam-MacamMediaIntruksional?BABIIPEMBAHASANA. PengertianMediaInstruksionalPengertianmediainstruksionaldapatditinjaudariduakatayaitu“media”dan“instruksional.”Asalkatamediamerupakanjamakdari“medium“yangberasaldaribahasalatinyangartinyaperantara.Secaraetimologimediadiartikanperantaraataupengantarpesandaripengirimkepenerimapesan.PengertianMediamerupakansegalasesuatuyangdapatdigunakanuntukmenyalurkanpesandaripengirimkepenerimasehinggadapatmerangsangpikiran,perasaan,perhatiandanminatpebelajarsedemikianrupasehinggaterjadiprosesbelajar”.Mediaintruksionalsecaraumumadalahalatbantuprosesbelajarmengajar.Segala
 
sesuatuyangdapatdipergunakanuntukmerangsangpikiran,perasaan,perhatiandankemampuanatauketrampilanpebelajarsehinggadapatmendorongterjadinyaprosesbelajar.Batasaninicukupluasdanmendalammencakuppengertiansumber,lingkungan,manusiadanmetodeyangdimanfaatkanuntuktujuanpembelajaran.Secaraterminologisebagaimanayangdirumuskanmediaadalahsegalabentukdansaluranyangdigunakandalamprosespenyampaianinformasi.Sedangkaninsruksionaldiartikanpembelajaran.Makadaripengertian-pengertiandiatasdapatdisimpulkanbahwamediainstruksionaladalahalatbantuyangdigunakansebagaiperantarabaikberupaalat-alatelektronik,gambar,alarperaga,bukudanlain-lainyangdigunakanuntukmenyalurkanisibahanajarkepadasipebelajar.Namunterkadangpengertianmediainidibedakandenganperalatan.MediaataubahanseringdisebutperangkatlunakatausoftwareyangberisipesanatauinformasipembelajaranyangbiasanyadisajikandenganmenggunakanperalatansepertiOHT,LCD.Mediainstruksionaladalahmediayangdigunakandalamprosesinstruksional(belajarmengajar)untukmempermudahpencapaiantujuaninstruksionalyanglebihefektifdanmemilikisifatmendidik.Sedangkanperalatanseringdisebutdenganperangkatkerasatauhardwareyangmerupakansaranauntukmenampilkanpesanyangterkandungpadamediatersebut,misalnyaOHP.Untukmemanfaatkanmediayangbaik,seorangpembelajarharusmengetahuicarayangtepatdalammemanfaatkandanmemilihmediayangsesuaidengantujuanpembelajaranagarpenggunaannyatidaksia-sia.Prosesbelajarolehpebelajardanprosesmengajarolehpembelajar,disebutdenganpembelajaran,Pembelajaran(instruction)adalahsuatuusahauntukmembuatpebelajarbelajaratausuatukegiatanuntukmembelajarkanpebelajar.Dengankatalain,pembelajaranmerupakanupayamenciptakankondisiagarterjadikegiatanbelajar.Pembelajarbertugasuntukmembagikaninformasiilmuyangdimilikikepadapebelajar.Untukberbagiilmupembelajarmemerlukanpengalaman,pengetahuantentangsiapapebelajaryangdihadapi,danbagaimanamenyampaikanilmutersebutdenganbaik.Pembelajarterbiasadalammembuatsatuanpelajaranataulessonplanuntukmenambahwawasan,dimanadalammembuatlessonplantidakterpakupadasatumodelsaja.Untukmenciptakankegiatanbelajaryanglebihmenantangdanmenarikuntukpebelajardiperlukanpengembanganlebihlanjutjugadalampembuatanlessonplan.B. PengertianDesainMediaIntruksionalDesainmediaintruksionaladalahpraktikpenyusunanmediateknologikomunikasidanisiuntukmembantuagardapatterjaditransferpengetahuansecaraefektifantarapembelajardanpebelajar.Prosesiniberisipenentuanstatusawaldaripemahamanpebelajar,perumusantujuanpembelajaran,danmerancang"perlakuan"berbasis-mediauntukmembantuterjadinyatransisi.Desainmediaintruksionaldapatdimaknaidariberbagaisudutpandang,misalnyasebagaidisiplin,sebagaiilmu,sebagaisistem,dansebagaiproses.Sebagaidisiplin,desainmediaintruksionalmembahasberbagaipenelitiandanteoritentangstrategisertaprosespengembanganpembelajarandanpelaksanaannya.Sebagaiilmu,desainmediaintruksionalmerupakanilmuuntukmenciptakanspesifikasipengembangan,pelaksanaan,penilaian,sertapengelolaansituasiyangmemberikanfasilitaspelayananpembelajarandalamskalamakrodanmikrountukberbagaimatapelajaranpadaberbagaitingkatankompleksitas.Sebagaisistem,desainmediaintruksionalmerupakanpengembangansistempembelajarandansistempelaksanaannyatermasuksaranasertaproseduruntukmeningkatkanmutubelajar.SementaraitudesainmediaintruksionalsebagaiprosesmenurutSyaifulSagalaadalahpengembanganpembelajaransecarasistematikyangdigunakansecarakhususteori-teoripembelajaranuntukmenjaminkualitaspembelajaran.Pernyataantersebutmengandungartibahwapenyusunanperencanaanpembelajaranharussesuaidengankonseppembelajaranyangdianutdalamkurikulumyangdigunakan.Dengandemikiandapatdisimpulkandesainmediaintruksionaladalahpraktekpenyusunanmediateknologikomunikasidanisiuntukmembantuagardapatterjaditra

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->