Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran Bahasa

Peran Bahasa

Ratings: (0)|Views: 39 |Likes:
Published by ameliarizka889867

More info:

Published by: ameliarizka889867 on Jul 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2012

pdf

text

original

 
 
1
Peranan Bahasa dalam Hukumdan Peranan Hukum dalam Bahasa
 Jan Hoesada
Pendahuluan
 Pada suatu acara liputan TVRI, diskusi pembawa acara dan saya sampaipada penggunaan istilah dan kosakata dalam pembuatan hukum perundang-undangan. Kita mafhum bahwa pada bagian awal sebagian Undang-Undang danPeraturan Pemerintah, kita jumpai daftar istilah yang digunakan. Dengandemikian, kita simpulkan bahwa penataan hukum tak dapat dilepaskan daripenataan istilah, pemilihan kosakata yang tepat, dan kaidah pembentukankalimat. Daftar istilah yang terdapat pada sekian banyak Undang-Undang,Ketetapan MPR, Undang-Undang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden,Keputusan Menteri, Surat Keputusan Dirjen itu, apabila kita kumpul-kumpulkandan kita sunting, dapat menjadi Kamus Hukum Khusus Istilah HukumPerundang-undangan. Kamus tersebut akan amat bermanfaat sebagai rujukanbagi para penyusun hukum dan perundang-undangan baru di masa yang akandatang. Acara tersebut menggoda pikiran dan hati saya, untuk menyusunkarangan ringan ini.
Naskah Proklamasi
 Kelahiran suatu negara diumumkan dengan sarana bahasa. Bagi kita,dokumen resmi negara yang pertama tentu saja Naskah Proklamasi DenganPidato Pengantarnya, pada tanggal 17 Agustus 1945. Dokumen tersebutmerupakan dasar pembuatan Undang-Undang Dasar dan Hukum Perundang-undangan selanjutnya. Setelah tanda tangan Soekarno-Hatta atas nama BangsaIndonesia pada Naskah Proklamasi, dibawahnya kita jumpai tambahan kalimat,antara lain: Moelai saat ini kita
menyoesoen
Negara Kita! Negara Merdeka!Negara Repoeblik Indonesia-Merdeka kekal abadi!.Naskah proklamasi mempunyai nilai susastera khusus, karena membiaskandinamika dan keelokan plastis bahasa yang bangkit bergelora, perpaduankegembiraan dan kebulatan tekad untuk mempertahankan kemerdekaan itu agar
 
 
2
kekal abadi, mengandung roh dan semangat kebebasan nan melegakan, karenapenggunaan pernyataan bukan dalam kalimat sempurna seperti
NegaraMerdeka
dengan tanda-tanda seru itu. Alangkah dahsyat gelegarnya.
Bendera Kebangsaan, Lagu Kebangsaan, dan Bahasa Negara
 Pada istilah
menyusun negara
dalam naskah proklamasi itu, termaktub didalamnya pembentukan tata hukum kita. Apabila Sumpah Pemuda pada tanggal28 Oktober 1928 menegaskan makna Bahasa Indonesia sebagai bahasakebangsaan Indonesia, Undang-Undang Dasar Pasal 36 menggariskan bahwa
Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia
, merupakan kaitan resmi utamabahasa Indonesia dengan pembentukan hukum perundang-undangan, yangselanjutnya wajib dirumuskan dalam kaidah dan bahasa Indonesia. Keduanyatumbuh dalam hubungan pemupukan silang: Pembangunan hukum dankepastian hukum disuburkan oleh kemajuan teknologi bahasa Indonesia, sedangbahasa Indonesia disuburkan dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.Perangkat dasar bernegara antara lain adalah UUD, Bendera Kebangsaan,Bahasa Negara, Lambang Negara berupa burung garuda, perisai bergambar dansemboyan Bhinneka Tunggal Ika, Falsafah Negara Pancasila, diatur dalamUUD, UU dan Peraturan Pemerintah. Terkait pada UUD pasal 35,
BenderaKebangsaan
Republik Indonesia diatur dengan PP No. 40 Tahun 1958, LN1958-68, antara lain mengatur bagian atas berwarna merah dan bagian bawahberwarna putih harus sama lebarnya, ukuran lebar dua pertiga panjang bendera,harus berbentuk segi empat panjang, mengatur pengibarannya mulai saatmatahari terbit sampai saat matahari terbenam kecuali untuk peristiwa khususyang diatur pemerintah, harus dikibarkan setiap hari pada beberapa tempatkhusus misalnya pada makam pahlawan nasional, rumah-rumah jabatan,gedung pemerintah dan sekolah negeri, dengan ukuran resmi dua meter lebardan tiga meter panjang. Untuk mobil Presiden dan Wakil Presiden berukuran 36cm x 54 cm dipasang pada mobil sebelah muka di tengah-tengah. Benderakebangsaan dalam bentuk lencana, dipasang di sebelah kiri di atas saku atautempat setinggi itu. Bendera kebangsaan hanya boleh digunakan sebagaipenutup peti jenazah atau usungan jenazah para pejabat tinggi tertentu danpahlawan nasional, sesuai pasal 16. Bendera kebangsaan tak boleh dipakai
 
 
3
sebagai reklame perdagangan, sesuai pasal 21 ayat (3)a, dengan cara apapun juga. Setara dengan bendera kebangsaan,
Lagu Kebangsaan
diatur melalui PPNo. 44 Tahun 1958, LN 1958-72, pasal 5 ayat (a) dan (b), dilarang digunakanuntuk reklame dalam bentuk apapun juga. Pasal 9 memastikan bahwa hadirinwajib berdiri tegak di tempat masing-masing, ketika Lagu Kebangsaandiperdengarkan/dinyanyikan. Hal penting lain adalah
Pedoman Penghayatandan Pengalaman Pancasila,
yang diatur melalui Tap. MPR No. II/MPR/1978,yang disusun untuk penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupanbermasyarakat bagi setiap warga negara Indonesia.Apabila Bendera Negara dan Lagu Kebangsaan diatur dalam PP, Pasal 36tentang Bahasa Negara pada hemat saya memerlukan pengaturan setara, agarselalu digunakan secara benar dan baik. Sebagai misal, pelanggaran ketentuanBendera Kebangsaan atau Lagu Kebangsaan dihukum kurungan selama-lamanya3 bulan atau denda sebanyak-banyaknya enam ratus atau lima ratus rupiah.Setara dengan Bendera dan Lagu Kebangsaan, alangkah indahnya bila khasanahhukum kita dilengkapi pula dengan PP tentang Bahasa Negara yang mengaturpenggunaannya secara resmi, misalnya dalam upacara resmi, dalampenyusunan Peraturan Perundang-undangan, surat-surat ikatan perdata resmiwajib menggunakan bahasa Indonesia secara benar dan baik. Lebih khusus lagimisalnya, penggunaan kosakata atau lema wajib merujuk Kamus Besar BahasaIndonesia dan sumber resmi lain seperti Pedoman Pengindonesiaan Nama danKata Asing yang disusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa bulanMei 1995, sedang tata bahasa merujuk pada Pedoman Tata Bahasa Baku BahasaIndonesia yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun1988. Hukum harus pasti dan bersanksi. Sanksi terhadap penggunaan kosakatatak sesuai rujukan resmi disusun minimum dan ringan, karena kerumitanpenggunaan bahasa. Walaupun ringan, PP semacam itu akan meningkatkandisiplin para pengguna bahasa Indonesia dalam acara resmi, ikatan perdata danpembuatan hukum dan perundang-undangan serta dokumen resmi negara.
Bahasa Hukum
 Dalam penyusunan Hukum Perundang-undangan, secara ideal parapenyusun wajib menggunakan kosakata umum yang tersedia dalam KamusBesar Bahasa Indonesia. Apabila dalam penyusunan menggunakan kosakata

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->