Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan MI Dalam Sistem Pembelajaran

Penerapan MI Dalam Sistem Pembelajaran

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 1,537 |Likes:
Published by anwarmuhaimin

More info:

Published by: anwarmuhaimin on Jan 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

 
67
Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV/ Juli 2005
Menerapkan
Multiple Intelligences 
dalam Sistem Pembelajaran
Penerapan
Multiple Intelligences 
dalam Sistem Pembelajaran
Handy Susanto, S.Psi
*)
*) Guru Bimbingan dan Konseling SMP BPK PENABUR Tasikmalaya
 
Opini
Abstrak ola pemikiran tradisional yang menekankan pada kemampuan logikadan bahasa dalam proses pembelajaran di kelas sudah waktunyadiubah dengan kecerdasan majemuk yang pada dasarnya adalahsinergi dari kecerdasan otak (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dankecerdasan spiritual (SQ). Diharapkan penerapan konsep kecerdasan majemuk dalam pembelajaran akan meningkatkan kemampuan siswa belajar.Kata kunci: Kecerdasan,
 
pembelajaran, siswa
Abstract The traditional concept which focus only to the logical ability and language ability in learning process, need to be changed with the multiple intelegences.Infact, the muliple intelegences itselfs is the development or the sinergizer of the Intelectual Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), and Spiritual Quotient (SQ). It is hoped that the application of the Multiple Intelegences in the learning process will improve the student’s ability in learning.
Pendahuluan
Pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk diperoleh anak-anak ataupunorang dewasa. Pendidikan menjadi salah satu modal bagi seseorang agardapat berhasil dan mampu meraih kesuksesan dalam kehidupannya. Mengingatakan pentingnya pendidikan, maka pemerintah pun mencanangkan programwajib belajar 9 tahun, melakukan perubahan kurikulum untuk mencobamengakomodasi kebutuhan siswa. Kesadaran akan pentingnya pendidikanbukan hanya dirasakan oleh pemerintah, tetapi juga kalangan swasta yangmulai melirik dunia pendidikan dalam mengembangkan usahanya. Saranauntuk memperoleh pendidikan yang disediakan oleh pemerintah masihdirasakan sangat kurang dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan
P
 
68
Jurnal Pendidikan Penabur - No.04 / Th.IV / Juli 2005
Menerapkan
Multiple Intelligences 
dalam Sistem Pembelajaran
pendidikan. Hal ini terlihat dengan semakin menjamurnya sekolah-sekolahswasta yang dimulai dari Taman Kanak-Kanak sampai perguruan tinggi.Kendala bagi dunia pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitasadalah masih banyaknya sekolah yang mempunyai pola pikir tradisional didalam menjalankan proses belajarnya yaitu sekolah hanya menekankan padakemampuan logika (matematika) dan bahasa. Kenyataan ini senada denganyang diungkapkan oleh Seto Mulyadi (2003), seorang praktisi pendidikan anak,bahwa suatu kekeliruan yang besar jika setiap kenaikan kelas, prestasi anak didik hanya diukur dari kemampuan matematika dan bahasa. Dengan demikiansistem pendidikan nasional yang mengukur tingkat kecerdasan anak didik yangsemata-mata hanya menekankan kemampuan logika dan bahasa perlu direvisi.Kecerdasan intelektual tidak hanya mencakup dua parameter tersebut, diatas tetapi juga harus dilihat dari aspek 
kinetis, musical, visual-spatial,interpersonal, intrapersonal, dan naturalis 
(Kompas, 6 Agustus 2003). Jenis- jenis kecerdasan intelektual tersebut dikenal dengan sebutan kecerdasan jamak (
Multiple Intelligence
) yang diperkenalkan oleh Howard Gardner padatahun 1983.Gardner
 
mengatakan bahwa kita cenderung hanya menghargai orang-orang yang memang ahli di dalam kemampuan logika (matematika) danbahasa. Kita harus memberikan perhatian yang seimbang terhadap orang-orang yang memiliki talenta (
gift 
) di dalam kecerdasan yang lainnya sepertiartis, arsitek, musikus, ahli alam,
designer 
, penari, terapis,
entrepreneurs 
,dan lain-lain.Sangat disayangkan bahwa saat ini banyak anak-anak yang memiliki talenta(
gift 
), tidak mendapatkan
reinforcement 
di sekolahnya. Banyak sekali anak yang pada kenyataannya dianggap sebagai anak yang “
Learning Disabled” 
atau ADD (
Attention Deficit Disorder 
), atau
Underachiever 
, pada saat polapemikiran mereka yang unik tidak dapat diakomodasi oleh sekolah. Pihak sekolah hanya menekankan pada kemampuan logika (matematika) dan bahasa. Teori
Multiple Intelligences 
yang menyatakan bahwa kecerdasan meliputidelapan kemampuan intelektual. Teori tersebut didasarkan pada pemikiranbahwa kemampuan intelektual yang diukur melalui tes IQ sangatlah terbataskarena tes IQ hanya menekan pada kemampuan logika (matematika) danbahasa (Gardner, 2003). Padahal setiap orang mempunyai cara yang unik untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Kecerdasan bukan hanyadilihat dari nilai yang diperoleh seseorang. Kecerdasan merupakan kemampuanyang dimiliki oleh seseorang untuk melihat suatu masalah, lalu menyelesaikanmasalah tersebut atau membuat sesuatu yang dapat berguna bagi oranglain.
 
69
Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV/ Juli 2005
Menerapkan
Multiple Intelligences 
dalam Sistem Pembelajaran
Pola pemikiran tradisional yang menekankan pada kemampuan logika(matematika) dan bahasa memang sudah mengakar dengan kuat pada dirisetiap guru di dalam menjalankan proses belajar. Bahkan, dari hasil penelitianyang dilakukan oleh Yayasan Insan Kancil (Kompas, 13 Oktober 2003),pendidikan Taman Kanak-Kanak saat ini cenderung mengambil porsi SekolahDasar. Sekitar 99 persen, Taman Kanak-Kanak mengajarkan membaca,menulis, dan berhitung. Artinya, pendidikan Taman Kanak-Kanak telahmenekankan pada kecerdasan akademik, tanpa menyeimbanginya dengankecerdasan lain. Hal ini berarti pula bahwa sistem pendidikan yang dilaksanakanoleh guru-guru masih tetap mementingkan akan kemampuan logika(matematika) dan bahasa.Menurut Moleong, dalam melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi(KBK), guru dan orang tua hendaknya bersinergi dalam mengembangkanberbagai jenis kecerdasan, terutama terhadap anak usia dini. Hal inidimaksudkan agar siswa tidak gagap dalam melaksanakan Kurikulum BerbasisKompetensi (KBK). Anak-anak usia 0 – 8 tahun harus diperkenalkan dengankecerdasan jamak (
Multiple Intelligences 
). Guru hendaknya tidak terjebak pada kecerdasan logika semata.
Multiple Intelligences 
yang mencakup delapan kecerdasan itu padadasarnya merupakan pengembangan dari kecerdasan otak (IQ), kecerdasanemosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ). Semua jenis kecerdasan perludirangsang pada diri anak sejak usia dini, mulai dari saat lahir hingga awalmemasuki sekolah (7 – 8 tahun). (Kompas, 13 Oktober 2003).Yang menjadi pertanyaan terbesar, mampukah dan bersediakah setiapinsan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan mencoba untuk mengubahpola pengajaran tradisional yang hanya menekankan kemampuan logika(matematika) dan bahasa? Bersediakah segenap tenaga kependidikan bekerjasama dengan orang tua bersinergi untuk mengembangkan berbagai jeniskecerdasan pada anak didik di dalam proses belajar yang dilaksanakan dilingkungan lembaga pendidikan?
Tinjauan Pustaka
 Teori
Multiple Intelligences 
bertujuan untuk mentransformasikan sekolah agarkelak sekolah dapat mengakomodasi setiap siswa dengan berbagai macampola pikirnya yang unik.Ada beberapa macam kecerdasan yang diungkapkan oleh Gardner (1983)yaitu:
Linguistic Intelligence (Word Smart) 
Pandai berbicara, gemar bercerita, dengan tekun mendengarkan cerita ataumembaca merupakan tanda anak yang memiliki kecerdasan linguistik yang

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Miftachul Huda liked this
Muhammad Yahya liked this
S-tee D'lola liked this
Ayu Mang liked this
Eva Yana liked this
MSyarifudinFuad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->