Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
18 Modus Korupsi Yang Diinventarisir Oleh KPK

18 Modus Korupsi Yang Diinventarisir Oleh KPK

Ratings:

4.4

(5)
|Views: 70 |Likes:
Published by daudsajo

More info:

Published by: daudsajo on Jan 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2009

 
Korupsi dan koruptor adalah dua kata yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Tidak adakoran, televisi atau bahkan di Wikimu sendiri yang sepi dalam jangka waktu lama dari berita atau pembahasan mengenai ketiga hal tersebut. Ini membuktikan kita semuamembenci korupsi dan menginginkan korupsi dibabat habis dari bumi Indonesia tercintaini. Namun bagaimana kita bisa ikut memberantas korupsi kalau ternyata kita secara sadar atau tidak turut berperan melakukannya atau mungkin menikmati hasilnya ? Bagi kitayang bekerja sebagai pegawai negeri atau pegawai BUMN atau pun perusahaan swastadan kebetulan berhubungan langsung dengan masalah uang dan keuangan serta proyek- proyek barangkali pernah menjumpai urusan-urusan yang bernuansa atau berbau korupsi.Agar kita tidak terjebak mendukung atau ikut-ikutan menikmati hasil tindak pidanakorupsi, baik di pemerintahan maupun swasta, berikut ini dikemukakan 18 moduskorupsi yang diinventarisir oleh KPK (khusus bagian pemerintahan adalah dari KPK,untuk swasta adalah interprestasi penulis warta), yaitu :1.
 Pemerintahan
: Pengusaha menggunakan pejabat pusat untuk membujuk kepaladaerah mengintervensi proses pengadaan barang/jasa dalam rangka memenangkan pengusaha tertentu dan meninggikan harga ataupun nilai kontrak.
Swasta
: Manajer atau karyawan yang ditunjuk dalam proyek pengadaan barang / jasa di perusahaan mendekati rekanannya dan berjanji menggunakan jasa atau barangnya asalharga barang atau nilai kontrak ditinggikan untuk masuk kantong pribadi. 2.
 Pemerintahan
: Pengusaha mempengaruhi kepala daerah untuk mengintervensi proses pengadaan barang/jasa agar rekanan tertentu dimenangkan dalam tender atau ditunjuk langsung dan harga barang dinaikkan (di-mark up).
Swasta
: Manajer atau karyawan memenangkan rekanan tertentu dalam tender ataumenunjuknya secara langsung dan harga barang/jasa dinaikkan (di-mark up) untuk masuk kantong sendiri.3.
 Pemerintahan
: Panitia pengadaan yang dibentuk Pemda membuat sepesifikasi barangyang mengarah pada merek produk atau spesifikasi tertentu untuk memenangkan rekanantertentu, serta melakukan mark up harga barang dan nilai kontrak.
Swasta
: Manajer atau karyawan membuat spesifkasi barang yang mengarah pada merek  produk atau spesifikasi tertentu untuk memenangkan rekanan tertentu, dengan maksudmendapatkan keuntungan pribadi dengan melakukan mark up harga barang dan nilaikontrak.
 
 4.
 Pemerintahan
: Kepala daerah ataupun pejabat daerah memerintahkan bawahannyauntuk mencairkan dan menggunakan dana/anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya kemudian membuat laporan pertangungjawaban fiktif.
Swasta
: Manajer atau karyawan menggunakan dana/anggaran dari pos yang tidak sesuaidengan peruntukannya, lalu membuat laporan fiktif. 5.
 Pemerintahan
: Kepala daerah memerintahkan bawahannya menggunakan dana untuk kepentingan pribadi si pejabat yang bersangkutan atau kelompok tertentu kemudianmembuat pertanggungjawaban fiktif.
Swasta
: Manajer atau karyawan menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi dengan membuat pertanggungjawaban fiktif. 6.
 Pemerintahan
: Kepala daerah menerbitkan Perda sebagai dasar pemberian upah pungut atau honor dengan menggunakan dasar peraturan perundangan yang lebih tinggi,namun sudah tidak berlaku lagi.
Swasta
: - 7.
 Pemerintahan
: Pengusaha, pejabat eksekutif dan DPRD membuat kesepakatanmelakukan ruislag (tukar guling) atas aset Pemda dan menurunkan (mark down) hargaaset Pemda, serta meninggikan harga aset milik pengusaha.
Swasta
: Manajer atau karyawan menjual aset perusahaan dengan laporan barang rusak atau sudah tidak berfungsi lagi. 8.
 Pemerintahan
: Kepala daerah meminta uang jasa dibayar di muka kepada pemenangtender sebelum melaksanakan proyek.
Swasta
: Manajer atau karyawan meminta uang jasa dibayar di muka kepada rekanansebelum melaksanakan proyek. 
 
9.
 Pemerintahan
: Kepala daerah menerima sejumlah uang dari rekanan denganmenjanjikan akan diberikan proyek pengadaan.
Swasta
: Manajer atau karyawan menerima sejumlah uang atau barang dari rekanandengan menjanjikan akan diberikan proyek pengadaan. 10.
 Pemerintahan
: Kepala daerah membuka rekening atas nama Kas Daerah denganspecimen pribadi (bukan pejabat atau bendahara yang ditunjuk). Maksudnya, untuk mempermudah pencairan dana tanpa melalui prosedur.
Swasta
: Manajer atau kepala bagian membuka rekening atas nama perusahaan denganspecimen pribadi untuk mempermudah pencairan dana tanpa melalui prosedur. 11.
 Pemerintahan
: Kepala daerah meminta atau menerima jasa giro/tabungan dana pemerintah yang ditempatkan di bank.
Swasta
: Manajer atau bagian keuangan meminta atau menerima jasa giro/tabungan dana perusahaan yang ditempatkan di bank atau menempatkan dana perusahaan di bank atau pasar modal atas nama pribadi. 12.
 Pemerintahan
: Kepala daerah memberikan izin pengelolaan sumber daya alamkepada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan teknis dan finansial untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.
Swasta
: Manajer atau kepala bagian atau karyawan menyewakan atau mengswakelolaaset perusahaan dan hasilnya masuk ke kantong sendiri. 13.
 Pemerintahan
: Kepala daerah menerima uang/barang yang berhubungan dengan proses perijinan yang dikeluarkannya.
Swasta
: Manajer atau karyawan menerima uang/barang sehubungan dengan tugas dan pekerjaannya dari pihak ketiga yang diuntungkan olehnya. 14.
 Pemerintahan
: Kepala daerah, keluarga ataupun kelompoknya membeli lebih dulu barang dengan harga murah untuk kemudian dijual kembali ke Pemda dengan harga yangsudah di-mark up.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->