dosa. Pendapat yang serupa sebenarnya pernah diutarakan orang, tetapi Augustinememperjelasnya dan tulisan-tulisannya memperkokoh kedudukan gereja dalam segiini yang di hari kemudian dijadikan pegangan.Augustine beranggapan bahwa Tuhan sudah maklum siapa yang mau diselamatkan dansiapa yang tidak, dan sebagian dari kita sudah ditakdirkan untuk jadi selamat.Pendapat tentang takdir ini menjadi berkembang dan berpengaruh melalui pendapatteolog-teolog yang menyusul belakangan seperti St. Thomas Aquinas dan JohnCalvin.Mungkin yang lebih penting dari doktrin takdir adalah sikap Augustine yangberkaitan dengan seks. Tatkala dia memeluk Agama Kristen, Augustine sudah ambilkeputusan bahwa untuk dirinya sendiri perlu menjauhi seks. (Pernah sekali diamenulis, "Tak ada yang lebih perlu dihindari daripada hubungan seks"). Dalampelaksanaan penolakan ini membuktikan betapa sulit buat Augustine. Baikperjuangan pribadinya maupun pandangan-pandangannya tentang masalah inidipaparkan panjang-lebar dalam bukunya Confessions (Pengakuan). Pandangan yangdilontarkannya di sini --karena besarnya pengaruh Augustine-- menentukanpembentukan sikap yang kuat terhadap sikap abad pertengahan terhadap seks.Tulisan-tulisan Augustine berkaitan satu sama lain antara "dosa bawaan" dangairah atas seks.Di masa hidupnya Augustine, kekaisaran Romawi sedang merosot dengan derasnya.Buktinya, di tahun 410 kota Roma diduduki oleh kaum Visigoth di bawah pimpinanAlaric. Sudah barang tentu sisa-sisa orang Roma yang tidak percaya kepada Tuhanmenganggap bahwa orang Roma kena kutuk dewa karena mereka memeluk Agama Kristenyang baru. Buku Augustine yang masyhur The City of God sebagiannya merupakanpembelaan Kristen terhadap tuduhan ini. Buku itu juga mengandung filosofikesejarahan, yang akhirnya mempengaruhi perkembangan Eropa. Augustinemenandaskan pendapat bahwa kekaisaran Romawi tidak punya makna dasar yangpenting, begitu juga kota Roma, dan begitu pula kota mana pun juga di bumi.Yang sesungguhnya penting adalah tumbuhnya "kota Surgawi", yaitu kemajuanspiritual kemanusiaan. Alat untuk kemajuan ini adalah, tentu saja, gereja.("Tak ada pengampunan di luar gereja"). Karena itu, para kaisar, baik diapenyembah berhala maupun Kristen atau barbar, tidaklah sepenting Paus ataugereja.Meskipun Augustine sendiri tidak melakukan langkah final, dorongan dariargumennya memudahkan terbentuknya kesimpulan bahwa penguasa yang ada sekarangmesti berada di bawah Paus. Para Paus abad tengah bersorak sorai mendengarkesimpulan ini dan doktrinnya menjadi dasar pertentangan ya?g berjangka lamaantara gereja dan negara yang menjadi ciri sejarah Eropa selama berabad-abad.Tulisan-tulisan Augustine merupakan faktor penerus dari aspek tertentu filosofiYunani menjadi filosofi Eropa abad tengah. Khususnya, Neoplatonisme amat kuatmempengaruhi kedewasaan berpikir Augustine, dan melalui Augustine mempengaruhifilosofi gereja abad pertengahan. Dan cukup menarik untuk dicatat bahwaAugustine memaparkan gagasannya sebelum pernyataan Descartes yang masyhur,"Saya berpikir, karena itu saya ada." Tentu saja dalam bahasa yang berbeda.Augustine adalah teolog Kristen terbesar terakhir sebelum abad gelap, dan karyatulisannya membuahkan doktrin gereja dalam semua garis besarnya, dan dalambentuk kasarnya, sepanjang abad pertengahan. Dia adalah orang yang palingmenonjol dari para pendiri gereja Latin, dan buah pikirannya luas tersebar danterbaca di kalangan pendeta. Pandangan tentang pengampunan, seks, dosaorisinal. atau dosa bawaan dan banyak lagi masalah-masalah pokok satu sama lainpunya hubungan yang berpengaruh. Banyak teolog Katolik di belakang hari sepertiSt. Aquinas, begitu pula pemuka-pemuka Protestan seperti Luther dan Calvinmenghirup air pengaruhnya.Augustine wafat tahun 430 di Hippo pada umur tujuh puluh enam tahun. KaumVandal, salah satu suku barbar yang menyerbu dan mengobrak-abrik kekaisaranRomawi, sedang mengepung kota Hippo saat itu. Sebulan kemudian mereka menduduki