Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
14 Dynamic Routing - Topologi 4

14 Dynamic Routing - Topologi 4

Ratings: (0)|Views: 384|Likes:
Published by Duney Wardani

More info:

Published by: Duney Wardani on Jul 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2012

pdf

text

original

 
Fajar Wardani 
XII TKJ B 
Page 1
Program Studi : TKJDynamic Routing
 –
 Topologi 4Nama : Fajar WardaniEksperimen : Diagnosa WAN Kelas : XII TKJ BNo. Eksperimen : 14 Instruktur : Bu NettyI.
 
Tujuan
1.
 
Siswa memahami pengertian dari Dynamic Routing beserta kegunaannya.2.
 
Siswa dapat membedakan antara Dynamic Routing dan Static Routing.3.
 
Siswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan menggunakan Dynamic Routing.4.
 
Siswa dapat menggabungkan konfigurasi dynamic routing menggunakan OSPF dan RIP.5.
 
Siswa dapat mengimplimentasikan VPN topologi yang sudah dikonfigurasi denganDynamic Routing.
II.
 
Pendahuluan
Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang samamaka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah dynamic routing dibangun berdasarkaninformasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikaninformasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routingmengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesaintidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun jugadidesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengisiandan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router salingbertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing.Pemeliharaan jalur dilakukan.
A. ALGORITMA ROUTING
Klasifikasi Algoritma Routing :1. Global
Semua router memiliki informasi lengkap mengenai topologi, link cost.
Contohnya adalahalgoritma link state.2. DesentrasilasiRouter mengetahui koneksi fisik atau link cost ke tetangga, Terjadi pengulangan proseskomputasi dan mempertukarkan, Informasinya ke router tetangganya, contohnya adalahalgoritma distance vector
 
Fajar Wardani 
XII TKJ B 
Page 2
1. DISTANCE VECTOR
Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing
dari router kerouter. Perubahan table routing ini di-update antar router yang saling berhubungan saat terjadiperubahan topologi. Setiap router menerima table routing dari router tetangga yang terhubungsecara langsung.Proses routing ini disebut juga dengan routing Bellman-Ford atau Ford-Fulkerson. Routing vektor jarak beroperasi dengan membiarkan setiap router menjaga tabel(sebuah vektor) memberikan jarak yang terbaik yang dapat diketahui ke setiap tujuan dansaluran yang dipakai menuju tujuan tersebut. Tabel-tabel ini di-update dengan cara salingbertukar informasi dengan router tetangga.Routing distance vektor bertujuan untuk menentukan arah atau vektor dan
 jarak ke link-linklain di suatu internetwork. Sedangkan link-state bertujuan untuk menciptakan kembali topologiyang benar pada suatu internetwork.Misal, router Y menerima tabel informasi estimasi dari router X, dimana terdapat Xi, yangmenyatakan estimasi waktu yang dibutuhkan oleh X untuk sampai ke router i. Bila Ymengetahui delay ke X sama dengan m milidetik, Y juga mengetahui bahwa Y dapat mencapairouter i dalam Xi + m milidetik.Struktur data tabel Distance Vector :
 
Setiap node (router) memilikinya,
 
Baris digunakan menunjukkan tujuan yang mungkin,
 
Kolom digunakan menunjukkan untuk setiap node tetangga secara langsung,
 
Sebagai contoh : pada router X, untuk tujuan Y melalui tetangga Z.
 
Pembentukan tabel routing dilakukan dengan cara tiap-tiap router saling bertukarinformasi routing dengan router yang terhubung secara langsung.
 
Proses pertukaran informasi dilakukan secara periodik, misal setiap 45 detik.
 
Fajar Wardani 
XII TKJ B 
Page 3
Update table routing dilakukan ketika terjadi perubahan toplogi jaringan. Sama denganproses discovery, proses update perubahan topologi step-by-step dari router ke router. Gambardiatas menunjukkan algoritma distance vector memanggil ke semua router untuk mengirim keisi table routingnya. Table routing berisi informasi tentang total path cost yang ditentukan olehmetric dan alamat logic dari router pertama dalam jaringan yang ada di isi table routing, sepertiskema oleh gambar di bawah ini.Analogi distance vector dapat dianalogikan dengan jalan tol. Tanda yang menunjukkantitik ke tujuan dan menunjukkan jarak ke tujuan. Dengan adanya tanda-tanda seperti itupengendara dapat dengan mudah mengetahui perkiraan jarak yang akan ditempuh untukmencapai tujuan. Dan tentunya jarak terpendek adalah rute yang terbaik.
2. LINK-STATE
Algoritma link-state juga dikenal dengan algoritma Dijkstra atau algoritma
shortest path first(SPF). Algoritma ini memperbaiki informasi database dari
informasi topologi. Algoritmadistance vector memiliki informasi yang tidak
spesifik tentang distance network dan tidakmengetahui jarak router. Sedangkan algortima link-state memperbaiki pengetahuan dari jarakrouter dan bagaimana mereka inter-koneksi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->