Bengkulu Ekspress Online - Pedagang DDTS Ancam Demohttp://www.bengkuluekspress.com/mod.php?mod=publisher&op=viewar...1 of 25/5/2008 11:00 AM
Berita UtamaCurup EkspressKepahiang-LebongKotaOlahragaPendidikanPromosi BisnisSelatan EskpressTKPUtara EkspressHiburanEkonomi BengkuluKelurahan / DesaKesehatanKomunitasTionghoaMitra BisnisPolitikaPerbankanRumah Gadang
Berita
/
Kota
Pedagang DDTS Ancam Demo
Senin, 14-Mei-2007, 02:01:58RATU SAMBAN, BE - Pedagang makanan dan minuman yang berjualan di sepanjang pinggiranDanau Dendam Tak Sudah (DDTS), mengancam melakukan demo ke Pemkot dan DPRD Kota.
Ini jika keinginan mereka memasang payung-payung dan keramba ikan tidakdiizinkan saat pertemuan bersama Komisi II DPRD Kota Selasa (15/5) besok. Hal iniditegaskan Ketua Persatuan Pedagang DDTS Endang Sri Rahayu saat ditemui BE dilokasi DDTS, kemarin.''Kami mau pertemuan bersama Komisi II Selasa lusa langsung ada keputusan. Tidakada lagi tunda-tunda seperti selama ini. Kami mau permintaan yang kami ajukandikabulkan. Kalau tidak kami akan demo ke Pemkot, dewan dan juga bisa keBKSDA,'' tegasnya.Sikap tegas ini diambil pedagang DDTS menurut Endang karena mereka sudah tidaktahan lagi dengan kondisi ekonomi yang semakin merosot. Sejak penertiban 7 bulanlalu sampai sekarang tidak ada tindak lanjut terhadap DDTS.Pondok-pondok mereka yang dibongkar habis, dan tidak diperkenankan memasangtenda ataupun payung-payung membuat mereka merugi. Pengunjung enggan datangke DDTS. Pedagang yang jualannya laku hanyalah yang tempatnya ditumbuhi pohonsebagai peneduh. Sementara yang lainnya tidak laku.Pendapatan kami turun drastis bayangkan saja dari pagi sampai pukul 16.00 WIBtidak ada jual beli sama sekali. Pendapatan kami yang dulunya perhari bisa Rp 150ribu sekarang turun jadi Rp 50 ribu malah sering tidak dapat sama sekali. Sekarangini agak ramai juga karena hari Minggu,'' ucapnya.Menurut Endang mereka ingin memasang payung-payung untuk peneduh. Terserahasalnya dari mana, dari sponsor atau dari Pemkot sendiri, atau mereka pun sanggupmembeli sendiri. Mengingat untuk mendapat payung bagus dari Pemkkot dansponsor cukup lama.''Kami akui pemerintah mau membangun DDTS ini itu sangat baik. Tapipembangunan ini sekarang masih sebatas ngomong saja. Belum ada tindak lajutkapan realisasinya. Makanya sebelum pembangunan berjalan, sekarang ini izinkandulu kami. Kalau sampai waktunya pemerintah membangun, kami siap mengangkatpayung-payung kapan saja tanpa ganti rugi,'' katanya.Begitu juga pedagang DDTS juga meminta mereka diizinkan memasang kerambaikan di danau. Mereka akan memasang jala-jala dan menabur benih ikan. Kalausudah besar ikan ini bisa dijual untuk membantu ekonomi mereka.Kalau BKSDA tidak mengizinkan apa alasannya? Dimana salahnya? Justru yangkami lakukan untuk danau ini juga, ikan-ikan di sini bisa bertambah. Kalau dikatakanada satu dua sampah, tanpa ada pedagang sampah tetap ada karena di sini tempatumum,'' tukasnya.
Leave a Comment