Bengkulu Ekspress Online - Pedagang Danau Dendam Boleh Pasang Payunghttp://www.bengkuluekspress.com/mod.php?mod=publisher&op=viewar...1 of 25/5/2008 10:56 AM
Berita UtamaCurup EkspressKepahiang-LebongKotaOlahragaPendidikanPromosi BisnisSelatan EskpressTKPUtara EkspressHiburanEkonomi BengkuluKelurahan / DesaKesehatanKomunitasTionghoaMitra BisnisPolitikaPerbankanRumah Gadang
Berita
/
Kota
Pedagang Danau Dendam Boleh Pasang Payung
Rabu, 16-Mei-2007, 11:32:29RATU SAMBAN, BE - Hearing pedagang Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) bersama Komisi IIDPRD, Pemkot dan BKSDA di gedung DPRD kota pukul 10.00 WIB kemarin, melegakan parapedagang.
Keinginan 40 pedagang memasang payung-payung peneduh di pinggir danaudiizinkan Pemkot. Namun keinginan untuk memasang keramba ikan di danau tetapditolak.Para pedagang kemarin mengirim 10 wakilnya mengkuti hearing yang diketuaiEndang Sri Rahayu, tokoh masyarakat Thaing dan pedagang lainnya.Sementara dari Komisi II, Ketua Komisi Irman Sawiran, Sekretaris Nawawi Warus,dan anggota Kader Dhalimunthe. Dari Pemkot diwakili Asiten I Syafran Junaedi, SH,dan Polhut Darmawan mewakili Kepala BKSDA serta wakil dari Disperindag Kota.''Kami minta izin pak biar kami bisa memasang payung dan keramba di DanauDendam biar bisa menopang ekonomi. Sejak dibongkar 7 bulan lalu pendapatan kamiturun drastis, jualan tidak laku,'' ujar Endang kemarin.Pertanyaan ini dijawab lugas oleh Asisten I Pemkot Syafran Junaedi. Pemasangan itu jelas tidak boleh karena melanggar aturan, termasuk tempat-tempat Bapak/Ibusekarang, tapi demi warga, Pemkot memberi kebijakan dan tutup mata.Untuk payung, prinsipnya Pemkot bisa menyetujui tergantung dengan wakil-wakilrakyat ini setuju atau tidak,'' tukasnya.Menurut Syafran yang penting tidak menimbulkan celah protes seperti beberapawaktu lalu. Karena protes minta penertiban bukan hanya dari masyarakat luar, tapiada dari tokoh dan masyarakat Lembak sendiri. Begitu juga dengan payung nantinyaseberapa tingginya apakah menutupi pemandangan danau atau tidak. Sebab bilamengganggu, itu namanya sudah menganggu kenyamanan, melanggar ketertibanumum dan ini harus ditertibkan.''Kalau keramba tergantung dari BKSDA sendiri karena ada aturannya. Silakan kitadengar sendiri,'' ucap Syafran.Sementara itu piak BKSDA yang diwakili Darmawan juga orang Lembak menuturkan,secara pribadi sebenarnya ia mendukung.''Tapi untuk DDTS ada aturan yang mengikatnya, yakni UU No 5 tahun 1992 DanauDendam merupakan kawasan cagar alam, tidak boleh disentuh sedikitpun,''tegasnya.Kesimpulannya BKSDA tetap tidak bisa memberikan izin keramba pada pedagang.Danau Dendam hanya boleh digunakan untuk kepentingan politik. Pernyataan inisempat mendapat reaksi keras dari pedagang.menurut Thaing pedagang mengerti aturan itu, tapi apakah pemerintah hanyamembuat pelarangan saja.
Leave a Comment