• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
PembahasanKepribadian dengan Komunikasi
Pada awal masa remaja, anak laki-laki dan perempuan sudah menyadari sifat-sifatyang buruk, dan mereka menilai sifat-sifat ini sesuai dengan teman-teman mereka.Mereka juga sadar akan peran kepribadian dalam hubungan-hubungan sosial dan olehkarenanya terdorong untuk memperbaiki kepribadian mereka. Misalnya dengan caramembaca buku-buku atau tulisan-tulisan mengenai masalah ini, dan juga sering berinteraksi dengan lingkungan sekitar (komunikasi interpersonal) dengan harapan untuk meningkatkan dukungan sosial.Remaja yang lebih tua juga menyadari apa yang membentuk “kepribadian yangmenyenangkan”. Ia mengetahui sifat-sifat yang dikagumi oleh teman-teman sejenismaupun teman-teman lawan jenis. Meskipun sifat-sifat yang dikagumi berbeda darikelompok sosial ke kelompok sosial yang lain. Namu remaja menggunakan standar kelompok sebagai dasar konsep mereka mengenai kepribadian “ideal” terhadap manamereka menilai kepribadian mereka sendiri. Tidak banyak yaqng merasa dapat mencapaigambaran yang ideal ini dan mereka yang tidak berhasil ingin mengubah kepribadianmereka.Ini merupakan tugas yang sulit dan yang seringkali tidak mungkin. Pertama, polakepribadian yang sudah dibentukselama masa kanak-kanak sudah mulai stabil dancenderung menetap sepanjang hidupnya dengan hanya sedikit perbaikan. Memang ada perubahan-perubahan dengan bertambahnya usia tetapi perubahan ini lebuh bersifatkuantitatif daripada kualitatif. Dalam arti bahwa sifat-sifat yang diinginkan akandiperkuat dan sifat-sifat yang tidak diinginkan akan diperlemah. Kedua, banyak diantarakondisi-kondisi yang membentuk pola kepribadian di luar pengendalian para remajaKarena kondisi-kondisi itu merupakan hasil dari lingkungan dimana remaja hidup danakan terus mempengaruhi konsep diri, yaitu inti dari pola kepribadian, sepanjanglingkungan tetap stabil.
 
Pengertian/Definisi kepribadian
Menurut (ilmuan psikologi) Gordon W. Allport, kepribadian adalah organisasidinamis dalam diri individu yang terdiori dari sistem-sistem psiko fisik yang menentukancara penyesuaian diri yang unik (khusus) dari individu terhadap lingkungannya. Beberapakarakteristik untuk mengenali kepribadian yaitu penampilan fisik, tempramen,kecerdasan, dan kemampuan, arah minat dan pandangan mengenai nilai-nilai, sikapsosial, kecenderungan dalam motivasi, dan cara-cara pembawaan diri.
Pokok-pokok Teori Freud Mengenai Kepribadian
Teori Freud mengenai kepribadian dapat diikhtisar dalam rangka struktur,dinamika, dan perkembangan kepribadian.1.struktur kepribadianmenurut Freud kepribadian terdiri atas tiga sistem atau aspek, yaitu:
 A.Das Es (The id), yaitu aspek biologis
Das es atau dalam bahasa inggris the id disebut juga oleh Freud System der unbewussten. Aspek ini adalah aspek biologis dan merupakan sistem yang original didalam kepribadian, dari aspek inilah kedua aspek yang lain tumbuh. Freud menyebutnya juga realitas psikis yang sebenar-benarnya (the true psychic reality), oleh karena Das Es berisikan hal-hal yang dibawa sejak lahir (unsure-unsur biologis0, termasuk insting-insting. Das Es merupakan “reservoir” energi psikis yang menggerakkan Das Ich dan DasUeber Ich.Untuk menghilangkan ketidakenakan dan mencapai kenikmatan Das Esmempunyai dua cara (alat proses), yaitu:a.Refleks dan reaksi-reaksi otomatis, seperti misalnya bersin, berkedip, dansebagainya. b.Proses primer (Primair Volgang), seperti misalnya orang lapar membayangkan makananAkan tetapi jelas bahwa cara “ada” yang demikian itu tidak memenuhi kebutuhanorang yang tidak lapar tidak akan menjadi kenyang dengan membayangkan makanan.Karena itu perlu (merupakan keharusan kodrati) adanya sistem lain yang menghubungkan pribadi dengan dunia obyektif. Sistem yang demikian itu adalah Das Ich.
 
 B.Das Ich
Das Ich atau dalam bahasa Inggris the ego disebut juga sistem der bewusstenvorbewussten. Aspek ini adalah aspek psikologis daripada kepribadian dan timbul karenakebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan (realitas).
C.Das Ueber Ich
Das Ueber Ich adalah aspek sosiologis, merupakan wakil dari nilai-nilaitradisional serta cita-cita masyarakat sebagaimana ditafsirkan orang tua kepada anak-anaknya, yang dimaksud (diajarkan) dengan berbagai perintah dan larangan. Das Ueber Ich lebih merupakan kesempurnaan daripada kesenangan. Karena itu Das Ueber Ich dapat pula dianggap sebagai aspek moral kepribadian. Fungsinya yang pokok adalahmenentukan apakah sesuatu yang benar atau salah, pantas atau tidak, dan demikian pribadi dapat bertindak sesuai dengan moral masyarakat.Pada aspek sosiologis inilah komunikasi yang diutamakan, karena aspek inidipengaruhi oleh faktor eksternal. Terutama didalam menjalin komunikasi interpersonal.Sehingga dapat terjadi interaksi sosial yang dapat dijadikan pemasukan untuk kepribadianseseorang. Contohnya ketika interaksi orang tua kepada anaknya yang dimasukkan(diajarkan) dengan berbagai perintah dan larangan.
2.Dinamika Kepribadian
Freud sangat terpengaruh oleh filsafat determinisme dan positivisme abad XIXdan menganggap organisme manusia sebagai suatu kompleks sistem energi, yangmemperoleh energinya dari makanan serta mempergunakan untuk bermacam-macam hal,diantaranya: sirkulasi pernafasan, geraka-gerakan oto, mengamati, mengingat, berpikir,dan sebagainya. Sebagaimana ahli-ahli ilmu alam abad XIX yang mendefinisikan energi berdasarkan lapangan kerjanya, maka Freud menamakan energi dapat berpindah darienergi psikis. Menurut hukum penyimpangan tenaga maka energi dapat berpindah darisatu tempat ke tempat yang lain, tetapi tak dapat hilang. Berdasar pada pemikiran ituFreud berpendapat, bahwa energi psikis dapat dipindahkan ke energi psikologis dansebaliknya. Jembatan antara energi tubuh dengan kepribadian Das Es ialah denganinsting-instingnya.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...