Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jurnal motivasi konsumen

jurnal motivasi konsumen

Ratings: (0)|Views: 3,879|Likes:
Published by Putra Emperan

More info:

Published by: Putra Emperan on Jul 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/17/2013

pdf

text

original

 
Hal.: 65 – 79
JSB No.7 Vol. 1 Th. 2002 65
MENGENAL PERILAKU KONSUMENMELALUI PENELITIAN MOTIVASI
 Albari
Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia 
 Abstrak
Dalam khasanah literatur tentang perilaku konsumen masih sulit ditemui bab yang membicarakan secara khusus tentang prosedur dan teknik penelitian yang bisa mengungkap motivasi konsumen untuk membeli suatu produk/merek tertentu. Untuk mengurangi kelemahan itu, tulisan ini mencoba memberi tambahan wacana penelitian motivasi konsumen dengan mengajukan alternatif pengukuran data yang disesuaikan dengan pendekatan teori motivasi yang digunakan.Dibahas pula teknik analisis statistika untuk memanfaatkan data yang berhasil diperoleh serta implikasi hasilnya dalam pemasaran, sehingga dapat membantu dalam pengambilan kesimpulan penelitian.
Kata kunci:
Perilaku konsumen, motivasi konsumen.
 PENDAHULUAN
Ketika konsumen sangat menginginkan suatu produk/merek,tetapi mereka tidak bisa memperoleh pilihan penawaran pemenuhan yangcukup, maka pemasar dapat memperoleh pengertian mengenai perilakukonsumen itu dengan mudah. Namun seiring dengan berkembangnyaperusahaan dan pasar muncul tingkat persaingan yang semakin lamasemakin ketat serta resiko kegagalan usaha yang semakin besar pula. Danpada saat ini pemasar memerlukan data (perilaku) konsumen yang akurat,sehingga perusahaaan dapat mempertahankan, dan bahkan mengembangkankeberadaanya di pasar.Melalui penelitian, studi tentang konsumen dan perilakunya inidapat dipahami. Meskipun hasil prediksi yang sempurna mungkin tidakakan diperoleh, namun usaha yang didesain dengan tepat akan dapatmengurangi risiko kegagalan pemasaran secara berarti, dibandingkan jikapengambilan keputusan manajerial tidak dilengkapi dengan data daripendapat konsumen.Dalam pembahasan tentang perilaku konsumen, terdapat banyakpengaruh yang mendasari seseorang dalam mengambil keputusanpembelian suatu produk/merek yang harus dipelajari oleh pemasar. Padakebanyakan orang, perilaku pembelian konsumen seringkali diawali dandipengaruhi oleh banyaknya rangsangan (stimuli) dari luar dirinya, baik
 
 Albari,
Mengenal Perilaku Konsumen Melalui Penelitian Motivasi 
 
ISSN: 0853 - 7665
 
66 JSB No. 7 Vol. 1 Th 2002
Belum terpenuhinya:kebutuhan, keinginan,permintaanTekanan DoronganPerilakuPengetahuan
 
Proses kognitif PengurangantekananTujuan/pemenuhankebutuhan
berupa rangsangan pemasaran maupun rangsangan dari lingkungannyayang lain. Rangsangan tersebut kemudian diproses (diolah) dalam diri, sesuaidengan karakteristik pribadinya, sebelum akhirnya diambil keputusanpembelian. Karakteristik pribadi konsumen yang dipergunakan untukmemproses rangsangan tersebut sangat komplek
1
, dan salah satunyaadalah motivasi konsumen untuk membeli.Menurut Wells dan Prensky (1996), motivasi sebagai titik awal darisemua perilaku konsumen, yang merupakan proses dari seseorang untukmewujudkan kebutuhannya serta memulai melakukan kegiatan untukmemperoleh kepuasan. Sedangkan Schiffman dan Kanuk (1994)menyatakan bahwa motivasi sebagai kekuatan dorongan dari dalam diriindividu yang memaksa mereka untuk melakukan tindakan. Kekuatandorongan tersebut dihasilkan dari suatu tekanan yang diakibatkan olehbelum atau tidak terpenuhinya kebutuhan, keinginan dan permintaan.Kemudian bersama-sama dengan proses kognitif (berfikir) dan pengetahuanyang sebelumnya didapat, maka dorongan akan menimbulkan perilakuuntuk mencapai tujuan atau pemenuhan kebutuhan. Proses ini dapatditunjukkan seperti pada Gambar 1.Dengan demikian, jika seseorang mempunyai motivasi yang tinggiterhadap obyek tertentu, maka dia akan terdorong untuk berperilakumenguasai obyek tersebut. Sebaliknya jika motivasinya rendah, maka diaakan mencoba untuk menghindari obyek yang bersangkutan. Implikasinyadalam pemasaran adalah kemungkinan orang tersebut berminat untukmembeli produk/merek yang ditawarkan pemasar atau tidak.
Gambar 1
:
Model Proses Motivasi (Schiffman dan Kanuk, 1994)
1
Kotler (1994) menyebutnya kotak hitam pembeli.
 
ISSN: 0853 7665 Albari,
Mengenal Perilaku Konsumen Melalui Penelitian Motivasii 
JSB No. 7 Vol. 1 Th. 2002 67
 
Menyadari pentingnya motivasi tersebut, maka tulisan ini mencobamemberi gambaran dalam melakukan penelitian tentang motivasi konsumenuntuk membeli suatu produk/merek. Karena suatu penelitian tidak banyakmempunyai arti jika tanpa memberikan kontribusi atau perbaikan dalamkehidupan sehari-hari, maka tulisan ini akan dilengkapi pula dengan bahasanimplikasi yang mungkin dapat diperoleh dalam kebijakan pemasaran.
KONTEKSTUAL DAN KONDISIONAL
Pada setiap kegiatan penelitian, seorang peneliti perlumengemukakan secara jelas tentang pentingnya penelitian itu dilakukandengan tema atau judul tertentu. Penjelasan itu memuat rincian alasanatau latar belakang yang komprehensif dan sesuai dengan konteks dankondisi obyektif, seperti yang tersirat ditunjukkan dalam tema atau judulpenelitian tersebut.Konteks penelitian berhubungan dengan penekanan penelitianpada aspek tertentu yang dianggap penting untuk diteliti, sedangkankondisi bersangkutan dengan fenomena yang terjadi dan berkaitan denganrealitas obyek yang diteliti [perusahaan, produk, merek]. Jika kontekstualmerujuk pada teori yang dipakai dan mendasari tema pokok penelitian,maka kondisi dapat dicerminkan oleh variabel, atribut, atau sifat dari obyekitu. Untuk sampai pada tingkatan kondisional, maka variabel, atribut, atausifat obyek harus sesuai dengan muatan teori yang dipilih dalam penelitian.Demikian eratnya hubungan antara kontekstual dan kondisionalpenelitian ini, sehingga tidak boleh terjadi dalam suatu penelitian terdapatalasan atau latar belakang penelitian yang tidak menyentuh penjelasantentang teori dan obyek penelitian. Dengan kata lain, peneliti perlumenjelaskan teori yang digunakan dalam penelitian – diantara berbagaiteori yang mungkin ada, dan obyek yang dipilih sudah harus tertentu.Sebagai ilustrasi, misalnya penelitian mengenai motivasi konsumenuntuk membeli produk/merek X. Maka konteks penelitiannya adalah teorimotivasi tertentu dengan segala aspek yang tersirat di dalamnya,sedangkan kondisi penelitiannya adalah harga, kualitas dan atribut yanglain dari produk/merek X, yang dapat mewakili penerapan aspek-aspekteori motivasi tadi secara obyektif.Dalam perkembangannya terdapat beberapa teori motivasi yangdapat digunakan sebagai dasar penelitian. Masing-masing teori akanmembawa implikasi yang berbeda dalam teknik pengukuran, analisis, danimplikasi pemasarannya. Namun secara sederhana, penelitian motivasi perlubertolak pada teori tertentu dan berusaha mengungkap semua faktor ataukaadaan yang mendasari atau dorongan bawah sadar yang dapatberpengaruh pada perilaku konsumen, seperti atribut penting dari produk

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->