Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cun

Cun

Ratings: (0)|Views: 483|Likes:
Published by Nur Holis

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Nur Holis on Jul 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2014

pdf

text

original

 
1.
 
Latar Belakang
Batubara merupakan salah satu jenis bahan bakar untuk pembangkit energi, disamping gas alam dan minyak bumi. Batubara terbentuk dengan cara yang sangatkompleks dan memerlukan waktu yang sangat lama (puluhan sampai ratusan jutatahun) dibawah pengaruh fisika, kimia ataupun keadaan geologi. Oleh sebab itu,komposisi dan kualitas batubara berbeda-beda sesuai dengan tingkatannya.Dalam pemanfaatannya, batubara harus diketahui terlebih dahulu kualitasnyaantara lain
total sulfur 
(TS),
ash content 
(AC),
volatile matter 
(VM),
inherent moisture
(IM),
 fixed carbon
(FC),
calorific value
(CV), dan
total moisture
(TM).Hal ini dimaksudkan agar spesifikasi mesin atau peralatan yang menggunakanbatubara sebagai bahan bakar sesuai dengan mutu batubara yang akan digunakan,sehingga mesin-mesin tersebut dapat berfungsi optimal dan tahan lama.Seiring dengan meningkatnya permintaan batubara oleh konsumen dengankualitas tertentu, ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan pertambanganbatubara. Dikarenakan kualitas batubara di Pit itu berbeda-beda, maka perluadanya pencampuran batubara
(coal blending)
dan kontrol kualitas
(qualitycontrol)
untuk memperoleh kualitas tertentu yang diminta konsumen.Pencampuran batubara tidak serta merta dilakukan begitu saja. Namun perludiketahui terlebih dahulu kualitas batubara dari tiap
seam
yang akan di
blending
melalui analisis Laboratorium. Sehingga melalui perhitungan tertentu akandiperoleh pendugaan kualitas hasil
blending
. Namun kualitas hasil
blending
 kadang kala tidak sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini dikarenakan olehbanyak hal antara lain banyaknya seam batubara dengan ragam kualitas sehinggapencampuran menjadi sulit, tercampurnya batubara dengan material pengotor dan
stockpile management 
yang kurang baik.
2.
 
Perumusan Masalah
Pencampuran batubara
(blending)
bukanlah hal yang mudah dilakukan. Hal inikarena parameter kualitas batubara yang lebih dari satu sehingga sulit dikontrol.
 
Kenyataannya, sering terjadi selisih antara perencanaan dengan hasil
(produk)
 yang berujung pada penalti dan kepercayaan konsumen.
3.
 
Tujuan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara teknis proses pencampuranbatubara serta menganalisis sejauh mana perbedaan kualitas batubara antara
 plan
 dan
actual.
Selanjutnya akan dihubungkan antara perencanaan, proses dan hasil
(produk)
.
4.
 
Ruang Lingkup
Penelitian dilakukan berdasarkan
Truck Count 
yaitu perhitungan perbandingantonase batubara berdasarkan kapasitas truk dan jumlah truk yang masuk keHopper. Hal ini diatur oleh manajemen stock yard menyesuaikan rencanapencampuran batubara. Lalu data
Truck Count 
diolah dan dibandingkan dengan
 plan
yang ada.
5.
 
Batasan Masalah
Batasan masalah yang akan dibahas adalah:-
 
Perencanaan, proses dan hasil pencampuran batubara.-
 
Pencampuran batubara dilakukan metode
Truck By Truck 
.-
 
Manajemen stockyard.-
 
Klasifikasi produk batubara.
6.
 
Dasar Teori7.1 Definisi Batubara
Batubara adalah suatu batuan sedimen organik yag berasal dari penguraian sisa-sisa berbagai tumbuhan yang merupakan campuran yang heterogen antarasenyawa organik dan zat organik yang menyatu di bawah beban strata yangmenghimpitnya.
 
7.1.1 Tempat terbentuknya Batubara
Ada 2 (dua) teori yang dikenal untuk menjelaskan tempat terbentuknya batubara,yaitu :1.
 
Teori Insitu
(Autochtonous Theory)
Teori ini mengatakan bahwa bahan-bahan pembentuk batubara, terbentuknyadi tempat dimana tumbuh-tumbuhan asal itu berada. Setelah tumbuh-tumbuhantersebut tidak mengalami proses transportasi dan segera tertimbun oleh lapisansedimen, untuk selanjutnya mengalami proses pembatubaraan
(coalification)
.Jenis endapan batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai ciri-ciripenyebaran yang lurus, lebih tebal, merata, kualitasnya lebih baik karena kadarabunya relatif kecil.2.
 
Teori Drift
(Alochtonous Theory)
Teori ini menyatakan bahwa bahan-bahan pembentuk batubara terjadi ditempat yang berbeda dengan tempat dimana tumbuhan semula hidup danberkembang. Dengan demikian tumbuhan yang telah mati mengalami prosestransportasi oleh media air dan terakumulasi di suatu tempat dan selanjutnyatertutup oleh batuan sedimen dan mengalami
coalification
. Hasil proses iniakan terbentuk endapan batubara dengan ciri-ciri yaitu penyebarannya tidak begitu lurus dan tidak tebal, dapat dijumpai di beberapa tempat, kualitasnyakurang baik karena lebih banyak mengandung material pengotor yang ikutterangkut selama proses pembatubaraan.
7.1.2
 
Tahap Pembentukan
Gambut merupakan tahap awal dari proses pembentukan batubara, tempat sisa-sisa tanaman yang mengalami perubahan baik kimia maupun fisika. Prosespembentukan batubara adalah sebagai berikut :1.
 
Proses Biokimia

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
Agung Dwi Prasetiyo added this note
like thks"
1 thousand reads
1 hundred reads
andhikaakib liked this
rafi_210 liked this
Subandi Gusman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->