Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal Penelitian (Tesis)

Proposal Penelitian (Tesis)

Ratings: (0)|Views: 631 |Likes:
Published by 'Emma Setya Handoko

More info:

Published by: 'Emma Setya Handoko on Jul 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2013

pdf

text

original

 
PROPOSAL
 
PENELITIAN
 
 Bayu DDH – 1.400.014
 Magister Manajemen Universitas Widiyatama
 
1
 
BAB IPENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perusahaan Jawatan Pegadaian mengalami perubahan status menjadiPerusahaan Umum (Perum) Pegadaian dan berubah lagi menjadi Persero.Perubahan status tersebut membawa implikasi penting, yaitu di satu sisi dituntutuntuk memperoleh keuntungan. Disisi lain, mengemban misi sosial yang telahdigariskan pemerintah. Dalam perpektif Perum pegadaian, upaya menjalankanmisi sosial seluas-luasnya dapat dicapai melalui pertumbuhan penyaluran kredit.Upaya Perum Pegadaian mencapai misi, tujuan dan pengembangan programmenjadi fenomena yang menarik, mengingat Pegadaian berada dalam lingkunganbisnis yang dinamis. Berdasarkan ketetapan pemerintah, dalam operasinya PerumPegadaian “seharusnya” berada pada struktur pasar monopoli. Dinamika yangdihadapi Perum Pegadaian terletak pada kenyataan bahwa Perum Pegadaianmemiliki “pesaing-pesaing”.Perum Pegadaian harus bersaing dengan toko mas yang menjalankan polaoperasi sama. Perum Pegadaian bersaing dengan Bank Perkreditan Rakyat(BPR) dalam penyaluran kredit. Berdasarkan misi yang diembannya PerumPegadaian secara moral, juga bersaing dengan para rentenir atau tengkulak.Berdasarkan sikap masyarakat, Perum Pegadaian menghadapi hambatanpsikologis dari nasabah itu sendiri. Sikap tersebut terekspresi dari adanyaanggapan, mengadaikan barang merupakan hal yang dapat menurunkan gengsi.Toko mas, rentenir, tengkulak, BPR secara pro-aktif berada di tengah-tengahmasyarakat dimana mereka memiliki fleksibilitas dan lebih memungkinkan untukmemelihara peluang yang lebih besar sebagai
service provider 
, dibandingkandengan Perum Pegadaian yang lebih bersikap menunggu bola.Toko mas, rentenir dan tengkulak dalam keseharian mampu memberikanpelayanan sangat cepat dalam menanggapi kebutuah masyarakat akan uang.BPR dapat memberikan kredit tidak hanya berupa barang bergerak tetapi jugabarang tidak bergerak. Demikian, dalam diri nasabah masih kuat akan hambatan
 
PROPOSAL
 
PENELITIAN
 
 Bayu DDH – 1.400.014
 Magister Manajemen Universitas Widiyatama
 
2
 
psikologis mengenai citra “menggadaikan” yang lebih rendah nilai gengsinyadaripada melakukan pinjaman ke bank. Dalam diri nasabah cenderung masih adaperasaan rendah diri dengan mendengar kata “menggadaikan”.Selama ini, Perum Pegadaian lebih bersifat menunggu bola dari pada jemput boladalam mencari nasabah. Artinya, nasabah harus datang pada Perum Pegadaian jika nasabah membutuhkan jasa pegadaian. Hal ini, akan kalah cepat dengan paratengkulak, pengijon ataupun rentenir yang terus bergerak secara dinamis ditengah-tengah masyarakat.Persoalan yang dihadapi Perum Pegadaian pada dasarnya dapat didekati dariberbagai sudut pandang. Berdasarkan sifat usahanya yang berkarakter jasa(service), pendekatan pemasaran melalui kajian terhadap kualitas pelayanannampaknya relevan.Kualitas pelayanan dipandang sangat penting dengan mengacu pada tanggapankonsumen terhadap jasa yang ditawarkan sebagai titik tolak analisis. MenurutParasuraman dan Berry “Service quality is the foundation for service marketingbecouse the core product being marketed is a performance” (Parasuraman danBerry, 5). Oleh karena itu penelitian pada Perum Pegadaian menjadi menarik,terutama jika dilandaskan pada pemikiran berikut:1. Penelitian tentang jasa, berkisar kebugaran (Picaulima, 2000) atau kesehatan(Haryani, 2001), yang pada intinya merupakan perusahaan milik privat. Adapunpenelitian pada perusahaan milik negara masih cukup jarang.2. Pandangan bahwa perusahaan milik negara boleh rugi menemui kendaladengan turunnya Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 198 Tahun 1998tentang Penilaian Tingkat Kinerja Kesehatan BUMN. Karenanya, mau tidakmau, Perum Pegadaian dituntut untuk meningkatkan kinerjanya.Selain itu, penelitian yang akan dilakukan berbeda dari penelitian sebelumnyadilihat dari aspek metodologis:1. Penelitian yang dilakukan oleh Setiawan (1994) yang menggunakan statistiknon-parametrik korelasi Spearman, dan Picaulima (2001) yang menggunakananalisis jalur. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Setiawan (1994) terdapat
 
PROPOSAL
 
PENELITIAN
 
 Bayu DDH – 1.400.014
 Magister Manajemen Universitas Widiyatama
 
3
 
kesalahan metodologis, dimana penggunaan korelasi Spearman tidak tepatkarena hubungan antara kualitas pelayanan dan loyalitas konsumen (nasabah)adalah non-recursive. Adapun kesalahan metodologis pada penelitianPicaulima (2001) terletak dari penggunaan analisis jalur yang menghubungkanvariabel independen dalam penelitian, padahal dari teori yang digunakan jelasmengindikasikan tidak adanya korelasi antar variabel independen.2. Penelitian dalam bidang kualitas pelayanan umumnya menggunakan modelanalisis kesenjangan yang dikembangkan oleh Zeithaml et al. (1988: 535).Dalam analisis kesenjangan, kualitas pelayanan merupakan produk akhir dariserangkaian kesenjangan (gap) yang muncul dalam internal organisasi, yangmana, tidak mengindikasikan kedudukan kualitas pelayanan sebagai variabelanteseden bagi variabel lainnya. Hal ini dapat difahami dengan menyimakpendapat Johnston dan Lyth dalam Brown et al. (1991: 179) “From a customerperspective, the measure of service quality is usually referred to as customersatisfaction”. Namun, Zeihaml et al. (1994: 12) dalam modelnya menempatkanvariabel kualitas pelayanan sebagai anteseden bagi loyalitas konsumen.
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Untuk mengkaji persoalan yang muncul di Perum Pegadaian, penulis akanmembatasi dengan menelaah loyalitas nasabah dan kualitas pelayanan.Berdasarkan latar belakang, masalah krusial yang dapat diidentifikasi adalah“Apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah?”
C. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, penelitian yang akandilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadaployalitas nasabah.
D. KEGUNAAN PENELITIAN
Penelitian diharapkan memiliki kegunaan:1. Secara akademis, tambahan ilmu pengetahuan dalam bidang dan jasa dalamkaitannya dengan loyalitas.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ekowati Setiyono liked this
July Ana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->