Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kepailitan Dan Penundaan Pembayaran Hutang Wsm Law Office

Kepailitan Dan Penundaan Pembayaran Hutang Wsm Law Office

Ratings: (0)|Views: 308|Likes:
KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG
Oleh Nurul Syafuan, SH.,SE.,MM.,MH

KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG Dalam UU Kepailitan, tidak dijelaskan apa yang dimaksud dengan kepailitan tetapi hanya menyebutkan bahwa debitur yang mempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan baik atas permohonannya sendiri maupun atas permintaan seorang atau lebih kreditu
KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG
Oleh Nurul Syafuan, SH.,SE.,MM.,MH

KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG Dalam UU Kepailitan, tidak dijelaskan apa yang dimaksud dengan kepailitan tetapi hanya menyebutkan bahwa debitur yang mempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan baik atas permohonannya sendiri maupun atas permintaan seorang atau lebih kreditu

More info:

Published by: Syafuan Syaripi Majid SH. MM. MH on Jul 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/22/2012

pdf

text

original

 
 
KEPAILITAN DAN PENUNDAANKEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG
Oleh Nurul Syafuan, SH.,SE.,MM.,MH
KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARANUTANG
Dalam UU Kepailitan, tidak dijelaskan apa yang dimaksud dengankepailitan tetapi hanya menyebutkan bahwa debitur yangmempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayarsedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih,dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan baik ataspermohonannya sendiri maupun atas permintaan seorang ataulebih krediturnya.Dari ketentuan tersebut dapat disimpulkan bahwa kepailitanberarti suatu keadaan debitur berhenti membayar, baik karenakeadaan tidak mampu membayar atau karena deadaan tidak maumembayar. Debitur sebagai pihak yang dinyatakan pailit akankehilangan hak penguasaan atas harta bendanya dan akandiserahkan penguasaannya kepada kurator dengan pengawasanseorang hakim pengadilan yang ditunjuk.Sejak krisis ekonomi tahun 1997, jumlah perusahaan danperorangan yang tidak mampu (atau tidak mau) membayar utangbukan main banyaknya. Statistiknya pasti tidak jelas. Bayangkan,ada ratusan bank yang dilikuidasi, dibekukan, dan diambil-aliholeh pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional,dengan ribuan debitur (perusahaan ataupun perorangan) korbankrisis atau mereka yang sengaja “merusak” perusahaan agar takmembayar utang. Harus dihitung juga ribuan debitur bank-bankpemerintah yang bangkrut karena komite kredit bank-banksengaja atau ditekan oleh pimpinan bank dan penguasa untukmeluluskan kredit yang tidak fleksible.Pada dasarnya, BUMN seperti ini secara teknis bisa digolongkansebagai bangkrut. Masih ada sejumlah perusahaan penanamanmodal asing dan penanaman modal dalam negeri di bawah BadanKoordinasi Penanaman Modal yang bangkrut karena kondisiinvestasi yang tidak kondusif. Jumlah itu belum termasuksetumpuk perusahaan dan perorangan yang tidak lagi mampumembayar pajak atau yang gagal melakukan restrukturisasi dibawah program Prakarsa Jakarta. Jika ditotal, sudah puluhan ribukasus pailit yang seharusnya didaftarkan ke pengadilan-pengadilan niaga di seluruh Indonesia.
Pengertian Pailit
Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan Debitur Pailit,yaitu pihak yang mempunyai utang karena perjanjian dan telahdinyatakan pailit dengan putusan pengadilan.
 
 
Berikut sedikit penjelasan mengenai apa itu pailit dan pihak-pihakyang dipailitkan berdasakan Pasal 1 butir (1). (2), (3), dan (4)Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 :1. Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan Debitur Pailityang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator dibawah pengawasan Hakim Pengawas sebagaimana diatur dalamUndang-Undang ini.2. Kreditur adalah orang yang mempunyai piutang karenaperjanjian atau Undang-Undang yang dapat ditagih di mukapengadilan.3. Debitur adalah orang yang mempunyai utang karena perjanjianatau undang-undang yang pelunasannya dapat ditagih di mukapengadilan.4. Debitur pailit adalah pihak yang telah dinyatakan pailit denganputusan Pengadilan.Kepailitan merupakan suatu proses di mana seorang debitur yangmempunyai kesulitan keuangan untuk membayar utangnyadinyatakan pailit oleh pengadilan, dalam hal ini pengadilan niaga,dikarenakan debitur tersebut tidak dapat membayar utangnya.Harta debitur dapat dibagikan kepada para kreditur sesuai denganperaturan pemerintah.Dalam hal seorang debitur hanya mempunyai satu kreditur dandebitur tidak membayar utangnya dengan suka rela, makakreditur akan menggugat debitur secara perdata ke PengadilanNegeri yang berwenang dan seluruh harta debitur menjadi sumberpelunasan utangnya kepada kreditur tersebut. Hasil bersiheksekusi harta debitur dipakai untuk membayar kreditur tersebut.Sebaliknya dalam hal debitur mempunyai banyak kreditur danharta kekayaan debitur tidak cukup untuk membayar lunas semuakreditur, maka para kreditur akan berlomba dengan segala cara,baik yang halal maupun yang tidak, untuk mendapatkanpelunasan tagihannya terlebih dahulu.Kreditur yang berikutnya mungkin sudah tidak dapat lagipembayaran karena harta debitur sudah habis. Hal ini sangat tidakadil dan merugikan. Menurut Kartini Muljadi, hal inilah yangmenjadi maksud dan tujuan dari Undang-Undang Kepailitan, yaituuntuk menghindari terjadinya keadaan seperti yang dijelaskansebelumnya UU Kepailitan pada mulanya bertujuan untukmelindungi para kreditur dengan memberikan jalan yang jelas danpasti untuk menyelesaikan utang yang tidak dapat dibayar. Dalamperkembangannya kemudian, UU Kepailitan juga bertujuan untukmelindungi debitur dengan memberikan cara untukmenyelesaikan utangnya tanpa membayar secara penuh,sehingga usahanya dapat bangkit kembali tanpa beban utang.
Pihak-pihak yang Dapat Mengajukan Kepailitan
Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 mensyaratkan bahwapermohonan pernyataan pailit harus diajukan oleh pihak yangberwenang sesuai dengan ketentuan Pasal 2, bahkan paniterawajib tidak menerima permohonan pernyataan pailit apabiladiajukan oleh pihak yang tidak berwenang. Berdasarkan Pasal 2Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004, pihak-pihak yang dapat
 
 
mengajukan permohonan pernyataan pailit antara lain :o
Debitur
Dalam setiap hal disyaratkan bahwa debitur mempunyai lebih darisatu orang kreditur, jika merasa tidak mampu atau sudah tidakdapat membayar utang-utangnya, debitur dapat mengajukanpermohonan pailit. Debitur harus membuktikan bahwa iamempunyai dua atau lebih kreditur serta juga membuktikanbahwa ia tidak dapat membayar salah satu atau lebih utangnyayang telah jatuh tempo dan dapat ditagih.o
Kreditur
Dua orang kreditur atau lebih, baik secara perorangan maupunbersama-sama, dapat mengajukan permohonan pernyataan pailitselama memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam Undang-Undang. Kreditur yang mengajukan permohonan pernyataan pailitbagi debitur harus memenuhi syarat bahwa hak tuntutannyaterbukti secara sederhana atau pembuktian mengenai hakkreditur untuk menagih juga dilakukan secara sederhana.o
Kejaksaan
Apabila permohonan pernyataan pailit mengandung unsure ataualasan untuk kepentingan umum maka, permohonan harusdiajukan oleh Kejaksaan. Kepentingan umum yang dimaksuddalam Undang-Undang adalah kepentingan bangsa dan Negaradan/atau kepentingan masyarakat luas, misalnya:~ Debitur melarikan diri;~ Debitur menggelapkan harta kekayaan;~ Debitur mempunyai utang kepada BUMN atau badan usaha lainyang menghimpun dana dari masyarakat;~ Debitur mempunyai utang yang berasal dari penghimpunandana dari masyarakat luas;~ Debitur tidak beritikad baik atau tidak kooperatif dalammenyelesaikan masalah utang piutang yang telah jatuh waktu;atau~ Dalam hal lainnya yang menurut kejaksaan merupakankepentingan umum.o
Badan Pengawas Pasar Modal
Apabila debitur adalah perusahaan Bursa Efek, Lembaga Kliringdan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian makasatu-satunya pihak yang dapat mengajukan permohonanpernyataan pailit adalah Badan Pengawas Pasar Modal, karenalembaga tersebut melakukan kegiatan yang berhubungan dengandana masyarakat yang diinvestasikan dalam efek di bawahpengawasan Badan Pengawas Pasar Modal.o
Bank Indonesia
Bank Indonesia adalah satu-satunya pihak yang dapatmengajukan permohonan pernyataan pailit jika debiturnya adalahbank. Pengajuan permohonan pernyataan pailit bagi banksepenuhnya merupakan kewenangan Bank Indonesia dan semata-mata didasarkan atas penilaian kondisi keuangan dan kondisiperbankan secara keseluruhan, oleh karena itu tidak perludipertanggungjawabkan.o
Menteri Keuangan
Permohonan pernyataan pailit harus diajukan oleh MenteriKeuangan apabila debitur adalah Perusahaan Asuransi,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->