Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Studi Kasus Sengketa Tanah

Studi Kasus Sengketa Tanah

Ratings: (0)|Views: 8,160|Likes:

More info:

Published by: Syafuan Syaripi Majid SH. MM. MH on Jul 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

 
 
PERATURAN DASAR POKOK-POKOK AGRARIADAN ANALISA KASUS SENGKETA TANAH DIINDONESIAOleh Nurul Syafuan, SH.,SE.,MM.,MH.
A.TENTANG STATUS TANAH GIRIK 
Sebelum seseorang membeli tanah, hendaknya ditanyakankepada penjual dan diperiksa terlebih dahulu mengenai statustanah. Sebagian tanah-tanah yang ada di Jakarta dan sekitarnya,masih ada yang berstatus girik.Girik sebagaimana dimaksud diatas tadi, sebenarnya bukanlahmerupakan bukti hak kepemilikan hak atas tanah. Tapi sebagianmasyarakat kita masih mengartikan bahwa dengan adanya giriktersebut berarti status tanah ybs sudah berstatus hak milik. Tanah dengan status girik adalah tanah bekas hak milik adat yangbelum di daftarkan pada Badan Pertanahan Nasional. Jadi girikbukanlah merupakan bukti kepemilikan hak, tetapi hanyamerupakan bukti penguasaan atas tanah dan pembayaran pajakatas tanah tersebut.Keberadaan girik itu sendiripun harus ditelusuri asal muasalnya. Jadi apabila akan mengadakan transaksi jual beli dengan statustanah girik, maka harus pula dipastikan bahwa nama yang terteradi dalam girik tersebut harus sama dengan nama yang terteradalam akta jual beli milik si penjual.(karena transaksi jual belisebelumnya seharusnyalah dengan akta jual beli ataupunperistiwa hukum lainnya yang dapat dibuktikan dengan dokumenpendukung yang dapat diterima yang merupakan sejarahkepemilikan tanah sebelumnya).Selanjutnya girik dan akta jual beli yang dibuat kemudian antarapenjual dan pembeli tersebut harus segera di daftarkan ke KantorPertanahan setempat. Girik dapat dijadikan dasar bagipermohonan hak atas tanah, karena secara prinsip HukumPertanahan kita berdasarkan pada Hukum tanah adat. (pasal 5Undang-Undang Pokok Agraria yang menyatakan bahwa “Hukumagraria yang berlaku atas bumi, air dan ruang angkasa adalahHukum Adat, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingannasional dan negara….dst”Secara garis besarnya yang akan dilakukan oleh KantorPertanahan selanjutnya adalah Pengukuran sebagai dasar bagipembuatan Gambar Situasi, Penelitian dan pembahasan olehPanitia A, pengumuman atas permohonan yang diajukan olehpembeli atau kuasanya, penerbitan Surat Keputusan Pemberian
 
 
Hak dan terakhir adalah penerbitan Sertifikat atas nama pembeli.Proses awal sampai akhir akan memakan waktu kurang lebih 90(sembilan puluh) hari kerja. Jadi, setelah adanya Sertifikat, maka barulah dapat dikatakanbahwa nama yang tertera di dalam sertifikat tersebut adalahbenar-benar merupakan orang yang memiliki hak penuh atastanah tersebut dan telah memiliki bukti kepemilikan yang kuat.
KEDUDUKAN HUKUM GIRIK TERHADAPSERTIFIKAT HAK ATAS TANAH
PERMASALAHAN KEDUDUKAN GIRIK SEBAGAI SURATTANAH SETELAH BERLAKUNYA UNDANGUNDANG NO. 5TAHUN 1960 TENTANG PERATURAN DASAR POKOK-POKOK AGRARIA (UUPA
)
A. Latar Belakang Masalah
Pemilikan tanah merupakan hak asasi dari setiap warganegara Indonesia yang diatur dalam UUD 1945, khususnya Pasal28 H yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak mempunyaihak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alihsecara sewenang-wenang oleh siapapun. Negara menjamin hakwarga negaranya untuk memiliki suatu hak milik pribadi termasuktanah. Penjaminan ini lahir atas dasar hak menguasai negara yangdianut dalam Pasal 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. Dalam pasaltersebut ditentukan bahwa bumi, air dan ruang angkasa termasukkekayaan alam yang terkandung di dalamnya pada tingkatantertinggi dikuasai oleh negara.Hak menguasai negara ini memberi wewenang kepadanegara yang diantaranya adalah untuk mengatur danmenyelenggarakan peruntukan, penggunaan, persediaan danpemeliharaan bumi, air dan ruang angkasa tersebut; menentukandan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang denganbumi, air dan ruang angkasa; dan menentukan serta mengaturhubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan perbuatan-perbuatan hukum yang mengenai bumi, air dan ruang angkasa.
 
 
Hak-hak penguasaan atas tanah di dalam UUPA diatur dansekaligus ditetapkan diantaranya adalah hak-hakperorangan/individual yang memiliki aspek perdata.Hak perorangan/individual ini, termasuk hak atas tanah negara,UUPA menentukan bahwa hak-hak atas tanah terdiri dari HakMilik; Hak Guna Usaha; Hak Guna Bangunan; Hak Pakai; HakSewa; Hak Membuka Tanah; Hak Memungut Hasil Hutan dan hak-hak lainnya yang tidak termasuk dalam hak-hak tersebut di atas,termasuk Hak Pengelolaan. Hak perseorangan/individu adalah hakyang memberi wewenang kepada pemegang haknya(perseorangan, sekelompok orang secara bersama-sama, badanhukum) untuk memakai dalam arti menguasai, menggunakan danatau mengambil manfaat dari bidang tanah tertentu. Hak-hakperseorangan atas tanah berupa hak atas tanah, wakaf tanah hakmilik, hak tanggungan dan hak milik atas satuan rumah susun.Sebagai konsekuensi pengakuan negara terhadap hak atastanah yang dimiliki oleh orang atau badan hukum, maka negaraberkewajiban memberikan jaminan kepastian hukum terhadap hakatas tanah tersebut, sehingga setiap orang atau badan hukumyang memiliki hak tersebut dapat mempertahankan haknya.Untuk memberikan perlindungan dan jaminan kepastian hukumtersebut, Pemerintah mengadakan pendaftaran tanah.Pendaftaran tanah dimaksudkan untuk memberikan kepastian danperlindungan hukum akan hak atas tanah. Produk akhirpendaftaran tanah adalah sertifikat hak atas tanah. Sertifikat hakatas tanah memiliki fungsi utama, yaitu sebagai alat pembuktianyang kuat, tidak mutlak. Pendaftaran tanah dimaksudkan untukmenjamin kepastian hukum bagi pemilik hak atas tanah (Pasal 19ayat (1) UUPA jo Pasal 3 Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997tentang Pendaftaran Tanah).Sertifikat berfungsi sebagai alat pembuktian yang kuat didalam bukti pemilikan. Sertifikat menjamin kepastian hukummengenai orang yang menjadi pemegang hak atas tanah,kepastian hukum mengenai lokasi dari tanah, batas serta luassuatu bidang tanah, dan kepastian hukum mengenai hak atastanah miliknya. Dengan kepastian hukum tersebut dapat diberikanperlindungan hukum kepada orang yang tercantum namanyadalam sertifikat terhadap gangguan pihak lain serta menghindarisengketa dengan pihak lain.Perlindungan hukum yang diberikan kepada setiappemegang hak atas tanah merupakan konsekuensi terhadappendaftaran tanah yang melahirkan sertifikat. Untuk itu setiaporang atau badan hukum wajib menghormati hak atas tanahtersebut. Sebagai suatu hak yang dilindungi oleh konstitusi, makapenggunaan dan pemanfaatan tanah milik orang atau badan

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eroiko Ridwan added this note
mantaaaabbb Jenderal...
Much Rosid Anwar liked this
riam99 liked this
Erlangga Satria liked this
Anwar Musadad liked this
Arie Hendrawan liked this
Dasya Rief liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->