Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
NOSARARA NOSABATUTU

NOSARARA NOSABATUTU

Ratings: (0)|Views: 244 |Likes:
Published by Nuraedah Irwan

More info:

Published by: Nuraedah Irwan on Jul 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2014

pdf

text

original

 
1ARTIKEL
PERUBAHAN SOSIAL:
(Studi terhadap Komunitas Kaili di Desa Raranggonau Kabupaten Sigi)
By. NURAEDAH
1
Komunitas Kaili sebagai suatu suku bangsa mayoritas bermukim diKabupaten Sigi. Umumnya komunitas suku bangsa tersebut hidup sebagai petani,mereka yang mendiami daerah pantai, sedikit yang menjadi nelayan. Kalaupunada hanyalah sekedar pekerjaan sampingan. Desa yang menjadi perhatian adalahdesa di sebuah lereng bukit. Desa itu bernama desa Raranggonau. Desasesungguhnya adalah tatanan yang unik. Pada satu sisi ia sebagai tatanan wilayah,yang merupakan suatu entitas yang homogen. Setiap penduduk desa terutama pada tahap perkembangan primer adalah sebuah entitas yang homogen
(geneologis),
mendiami suatu lingkungan yang kecil yang memiliki ikatan primordal yang masih cukup tinggi, serta kelembagaan sosial (adat) yang hampir-hampir homogen pula.
2
Mengacu pada konsep Redfield, desa Roronggonau dikategorikan sebagaisebuah komunitas yang tidak lagi terisolasi atau disebutnya sebagai
 PeasenCommunity”
atau bersifat lebih terbuka, karena memiliki hubungan dengankomunitas-komunitas lain, seperti karena adanya ikatan perkawinan dengankomunitas yang berasal dari komunitas Kulawi, yang dilakukan karena merasaseperasaan sentimen keagamaan seperti menikah karena memiliki agama yangsama yakni kristen.Jenis penelitian adalah kualitatif, dengan lokasi penelitian dilakukan di desaRaranggonau Kabupaten Sigi. Data terkait komunitas ini diperoleh melaluiobservasi langsung dan wawancara bebas terpimpin, kemudian data yangdiperoleh dianalisis dengan cara reduksi data, display data dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Raranggonau masih bersifattradisional, masih mempercayai adanya kekuatan roh yang berada di luar dirimanusia.Kepercayaan terhadap adanya kekuatan roh itu diwujudkan dalamkegiatan upacara Balia. Balia adalah kegiatan yang dilakukan secara tradisionaluntuk mengobati berbagai jenis penyakit. Pengobatan Balia dilakukan oleh dukun(
bayasa
dalam bahasa Kaili). Balia untuk komunitas Kaili di desa Raranggonauselain untuk pengobatan juga ada
balia
untuk pertanian, seperti upacara yang berkenaan dengan kesuburan tanah, menolak wabah, hama tanaman, keselamatan para petani selama mengolah kebun atau ladang mereka. Komunitas jugamemiliki unsur-unsur perasaan komuniti (
community sentimen
), unsur-unsur 
1 Dosen tetap pada FKIP Universitas Tadulako, dan kini mahasiwa pada program kekhususanSosiologi, di UNM.2 Radi A.Gany,
 Demokratisasi Masyarakat Desa:Dinamika Politik dan Kelembagaan Politik Desa Pemberdayaan Ekonomi Desa:
http://www.fppm.org/makalah%20radi%20gany.htm (online), diakses tanggal4/2/2004.hal.9.
 
 perasaan komunitas ini terdiri atas tiga bagian, yang meliputi seperasaan,sepenanggungan dan saling membutuhkan.
PENDAHULUAN
Orang Kaili adalah adalah suatu suku bangsa yang mendiami daerahSulawesi Tengah. Awal abad XVI kerajaan yang ada di Sulawesi Tengah antaralain Banawa, Sigi,Biromaru, Tawaeli, Pantoloan, Sindue, Dolo,Bangga, Tatanga,Palu, Sibalaya, Kulawi,Parigi, Kasimbar,Moutong,Lambunu,Pamona, Pekurehua,Ondae,Mori, Banggai, dan Buol.Di Pantai teluk Tomini ada juga kerajaan tuaseperti Sipayo dan Bondoyo tapi berita-berita tentang kerajaan tua tersebut tidak ada lagi.Buku karya Al.C.Kruijt
 De West Toraja van Midden Celebes
,
3
membagilima golongan penduduk di wilayah suku Toraja barat berdasarkan lingkungan bahasanya sebagai berikut:Golongan penduduk Kaili mendiami daerah Banawa, Tawaeli, Palu, Dolo,Topoatara, Parigi dan Sausu.Golongan penduduk Sigi mendiami Sigi, Palolo, Biromaru, Raranggonau,Bangga, Pakuli, Sibalaya, dan Sidondo.Golongan penduduk Pakawa mendiami daerah Balaroa, Rondingo, Tamado,Dombu, Binggi, Kabuyu, Konggone, Rio, dan Tinauka.Golongan penduduk Kulawi mendiami daerah Kulawi, Tamuku, Lowitoro,Lindu dan Tuwa.Golongan penduduk Koro mendiami daerah Moa, Pili, Gimpu, Karangana,Mapahi, Banasu, Palempea, Penea, Kantevu,Unu, LoweSiwangi,Towunu, Karosa,Masimbu dan Towoni.Untuk jelasnya dapat dituliskan bahwa untuk Sulawesi Tengah wilayah Sigimerupakan wilayah yang banyak memiliki dialek bahasa.Walaupun tadinya bahasa itu merupakan satu rumpun yaitu bahasa Ledo. Bahasa Ledo ini dapatdimengerti oleh semua penduduk sekalipun dalam pergaulan sehari-harinyamenggunakan bahasanya sendiri. Jenis bahasa di Sulawesi Tengah serta daerah-daerah pemakaiannya adalah: (1). Bahasa Ledo daerah pemakaiannya Palu,Kalukubula, Biromaru, Dolo, Raranggonau, (2)Bahasa Tara daerah pemakaiannyaTalise, Kawatuna, dan Parigi, (3)Bahasa Rai daerah pemakaiannya Tawaeli danTosale, (4)Bahasa Ija di Bora (5)Bahasa Edo di Sidondo dan Pesaku (6)BahasaAdo di Pandere, Pakuli dan Sibalaya, (7)Bahasa Tea di Palolo 8)Bahasa Tado diLindu, (9) Bahasa Moma di Kulawi, Bolapapu, Toro, Tunungku dan Lowi,(10)Bahasa Uma dan Tipikoro di Winatu, Gimpu, Pili, Penna, Kante wu, Lawe,Tuwulu.(11)Bahasa Aria di Karangana,Mapohi dan Banasu.(12)Bahasa Undo diBanawa dan Loli. (12)Bahasa Doa di Tamado, Rondingo.Di samping itu ada lagi bahasa daerah di teluk tomini yaitu bahasa Lauje, Tajio, dan Tialo yang pemakaiannya dijumpai di wilayah Tomini dan Moutong.Suku Bangsa yang mendiami wilayah Sulawesi Tengah di tinjau dari lokasi
3 Depdikbud, 1996/1997,
Sejarah Daerah Sulawesi Tengah
, Direktorat Sejarah dan NilaiTradisional Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Sulawesi Tengah, Jakarta.Lihat hal.45-46.
 
3 penelitian, mayoritas mempergunakan bahasa Kaili, oleh penulis disebut
 Komunitas
4
Kaili.
Komunitas Kaili di Raranggonau memiliki kebiasaan atautradisi dan bentuk bahasa, yakni bahasa Kaili. Komunitas Kaili sebagai suatu suku bangsa mayoritas bermukim di Kabupaten Sigi. Umumnya komunitas suku bangsa tersebut hidup sebagai petani, mereka yang mendiami daerah pantai,sedikit yang menjadi nelayan. Kalaupun ada hanyalah sekedar pekerjaansampingan. Desa yang menjadi perhatian adalah desa di sebuah lereng bukit. Desaitu bernama desa Raranggonau. Desa sesungguhnya adalah tatanan yang unik.Pada satu sisi ia sebagai tatanan wilayah, yang merupakan suatu entitas yanghomogen. Setiap penduduk desa terutama pada tahap perkembangan primer adalah sebuah entitas yang homogen
(geneologis),
mendiami suatu lingkunganyang kecil yang memiliki ikatan primordal yang masih cukup tinggi, sertakelembagaan sosial (adat) yang hampir-hampir homogen pula.
5
PERUBAHAN SOSIAL (SUATU KAJIAN SOSIAL KOMUNITAS KAILIDI LERENG BUKIT KABUPATEN SIGI)
Mengacu pada konsep Redfield, desa Roronggonau dikategorikan sebagaisebuah komunitas yang tidak lagi terisolasi atau disebutnya sebagai
 PeasenCommunity”
atau bersifat lebih terbuka, karena memiliki hubungan dengankomunitas-komunitas lain, seperti karena adanya ikatan perkawinan dengankomunitas yang berasal dari komunitas Kulawi, yang dilakukan karena merasaseperasaan sentimen keagamaan seperti menikah karena memiliki agama yangsama yakni kristen.Komunitas juga memiliki unsur-unsur perasaan komuniti (
community sentimen
), menurut Soerjono Soekanto
6
unsur-unsur perasaan komunitas terdiriatas tiga bagian, yang meliputi seperasaan, sepenanggungan dan salingmemerlukan. Komponen ini untuk komunitas Kaili di desa Raranggonau dimiliki berdasarkan uraian yang akan diketengahkan kemudian.Suku Kaili yang berada di desa Raranggonau, pada umumnya sebagai petani dan pekerja ladang menetap. Mereka terdiri dari kurang lebih 431.000orang. Warisan nilai-nilai lama, masih terasa mewakili. Makna dan konsepsosiologis-kultural masyarakat desa Raranggonau masih sangat kental dan
4 Menurut Ross komunitas adalah sejumlah keluarga dan individu-individu yang menempati sebuahwilayah yang saling berdekatan, ditandai oleh aspek-aspek kehidupan bersamaseperti kesamaan dalam cara produksi, kebiasaan atau tradisi dan bentuk bahasa, lihat dalam Esrom Aritonang, et al, 2001,
 Pendampingan Komunitas Pedesaan
, sekretariat Bina Desa/IndHRRa: Jakarta, hal.40.5 Radi A.Gany,
 Demokratisasi Masyarakat Desa:Dinamika Politik dan Kelembagaan Politik Desa Pemberdayaan Ekonomi Desa:
Http://www.fppm.org/makalah%20radi%20gany.htm (online), diakses tanggal4/2/2004.hal.9.6 Menurut Soerjono Soekanto unsur-unsur perasaan komuniti (
community sentiment 
), antara lain,a).seperasaan :unsur seperasaan akibat seseorang berusaha untuk mengidentifikasi dirinya dengan sebanyak mungkin orang dalam kelompok tersebut, sehingga kesemuanya dapat menyebutkan dirinya sebagai“kelompok kami” “perasaan kami” dan lain sebagainya.b)Sepenanggungan:setiap individu sadar akan peranannya dalam kelompok dan keadaan masyarakat sendiri memungkinkan peranannya, dalam kelompodijalankan, sehingga dia mempunyai kedudukan yang pasti dalam darah dagingnya sendiri.c)Salingmemerlukan:Individu yang tergabung dalam masyarakat setempat merasakan dirinya tergabung dalammasyarakat setempat merasakan dirinya tergantung pada “komunitinya” yang meliputi kebutuhan fisik maupun kebutuhan-kebutuhan psikologis. Lihat Soerjono Soekanto, 2003,
Sosiologi Suatu Pengantar,
PT.RajaGrafindo Persada:Jakarta, hal.150-151.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->