Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Anestesi Spinal

Anestesi Spinal

Ratings: (0)|Views: 459 |Likes:
Published by yehezkiel_yesi

More info:

Published by: yehezkiel_yesi on Jul 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/30/2013

pdf

text

original

 
SPINAL ANESTHESIA
PENDAHULUAN
Anestesi spinal merupakan salah satu dari sekian banyak teknik anestesi regional yang paling umum dari segi praktis pada saat ini.Anestesi spinal menghasilkan kombinasi anestesi regional yang ideal, termasuk teknik yang mudah, reliabilitas tinggi, komplikasi rendah dan kemampuan untumenghasilkan kontrol nyeri postoperatif. Anestesi spinal dimulai pertama kali oleh beberapa dokter Jerman. Pada tahun 1884, Dr. Carl Kaler pertama kalinyamengaplikasikan kokain pada kornea dan konjunctiva untuk menghasilkan anestesiatopikal.Pada tahun 1897, dr. bedah Jerman, Dr. August Bier memakai jarum spinal yangdikembangkan oleh seorang dokter dari Universitas Berlin, Dr. Iraneus Quincke, untuk menginjeksikan kokain ke ruangan subarachroid. Pada awal eksperimen, Bier danasistennya saling menyuntikkan anastesi spinal ini satu sama lain. Setelah pulih dari blok motorik dan sensoris, masing-masing peneliti melaporkan timbulnya
 postdural  puncture headache
yang parah.Anestesi spinal awalnya dihambat oleh nyeri kepala hebat, hipotensi, pilihanfarmakologi yang terbatas dan komplikasi infeksi. Saat ini masing-masing hal tersebutdiatas sudah dapat diatasi.
 Postdural puncture headache
dapat berkurang hingga < 2,5% dengan pemakaian
 pencil point spinal needle
dan
blood patch
telah dikembangkanuntuk terapi yang efektif. Hidrasi intravena dan pemakaian vasokonstriktor yang bijaksana merupakan terapi yang simpel dan efektif untuk atasi masalah
 spinal anesthesia induced hypotensi
.Ada banyak pilihan farmakologi yang tersedia sehingga dapat disesuaikan dengankebutuhan ketinggian blok dan durasi kerja yang dibutuhkan sesuai dengan prosedur  bedah tertentu. Akhirnya, teknik yang aseptik dan kit spinal anestesia yang steril dansekali pakai akan mengurangi komplikasi infeksi.
ANATOMI
1
 
Ruangan subarachnoid spinal dimulai dari foramen magnum dan berlanjut denganruang subarachnoid intrakranial (gb. 10-1). Ruang subarachonoid spinal tersebasampai dengan kira-kira setinggi sakral 2.Kolumna vertebralis melindungi
 spinal cord 
dan
nerve root proksimal 
dalam suaturuangan tulang yang protektif dan dibagi menjadi 7 servikal, 12 thoraks, 5 lumbal (gb.10-2). Di caudal dari Lumbal 5 terdapat sacrum dan koksigeal. Diantara sacrum dankoksigeal terdapat
 posterior openin
disebut
 sacral hiatus
yang secara klinis dipakaiuntuk melakukan teknik blok kaudal epidural.Kolumna vertebralis memiliki beberapa kurve yang relevan secara klinis. Pada saat pasien dengan posisi supinasi :
Titik paling tinggi (paling anterior) pada kolumna vertebralis adalah C5dan L4-5.
Titik paling posterior adalah T5 dan S2Anatomi ini, bersama dengan barisitas dari anestesi yang disuntikkan dapat dipakaiuntuk mengontrol level dermatom dari anestesia. Masing-masing vertebradihubungkan olel rangkaian ligament (gb.10-3) yang menjaga kestabilan saat pergerakan. Di anterior dari kanalis spinalis, korpus vertebra dihubungkan olehligamentum longitudinal anterior dan posterior. Di posterior dari kanalis spinalis,rangkaian dari 3 buah ligamen menghubungkan lamina dan processus spinosus darivertebra yang saling berdampingan.
Ligamen flavum adalah yang paling kuat, dari processus artikuler ke
midline processus spinosus
.
Ligamentum interspinosus menghubungkan dengan ligamentumflavum di bagian anterior dan di bagian posterior dengan ligamentumsupraspinosus. Di bagian superior dan posterior berhubungan dengan
 processus spinosus
.
Ligamentum supraspinosus dari C7 – S1, menghubungkan apeks dari processus spinosus di posterior.Pada kanalis spinalis terdapat elemen saraf (
 spinal cord dan cauda equina
), cairanserebrospinal (CSF) dan pembuluh darah yang mensuplai
 spinal cord 
. Pertimbangananatomi yang penting adalah
inferior terminus
dari
 spinal cord 
, yaitu konus medularis2
 
(gb. 10-4).
Spinal cord 
tersebar hingga L 3 pada anak-anak dan L 1-2 pada orangdewasa.Di bagian inferior dari titik ini, elemen saraf yang berada pada kanalis spinalis adalah
nerve roots
yang terendam di dalam cairan serebrospinal yang disebut
Cauda Equina
(merupakan bahasa latin dari “ekor kuda” menggambarkan penampakan
nerve roots
 pada sakus thekal di bawah konus medularis).Anestesi spinal diinjeksikan biasanya dibawah L2 untuk mencegah kemungkinan
 spinal cord injuri
. Disini,
nerve roots
dari
cauda equina
relatif mobile dan tampaknyacenderung tidak tertusuk oleh
 spinal needle
yang masuknya berlebihan.Spinal cord dibungkus oleh 3 lapisan jaringan penghubung disebut meningen (gb. 10-5). Yang membungkus CSF adalah meningen arakhnoid dan durameter). Ruang diluar dura disebut ruangan epidural, sedangkan bagian dalam dari arakhnoid disebutruang subarakhnoid. Anestesi lokal yang diinjeksikan hanya sampai pada bagianeksternal dari dura disebut
“epidural anestesia”.
Ruangan subarakhnoid disebut juga ruangan
“intrathecal”.
Anestesi lokal yangdiinjeksikan ke dalam ruang subarakhnoid, menimbulkan anestesia sensoris disebut
“spinal anestesia”.
Piameter adalah lapisan pembungkus ketiga dan merupakan jaringan denganvaskularisasi sangat banyak, langsung menempel pada elemen saraf. Diantaraarakhnoid dan piameter terdapat penghubung yang lembut disebut
arachnoid trabeculae.
Elemen saraf dari kolumna spinalis terendam dalam CSF, yang merupakan ultrafiltrasidari darah, yang diproduksi dan disekresi oleh pleksus khoroidea pada ventrikel lateral,III dan IV. Jumlah produksinya relatif sama, kira-kira 500 ml/hari. Absorpsi CSFsama dengan jumlah produksinya, sehingga total volume CSF sama dengan jumlah produksinya, total volume CSF adalah 130 – 150 ml.
Cerebrospinal fluid 
mengandung protein dan elektrolit (utamanya Na dan Cl) dengan berat jenis 1,003 1,009 padasuhu 37
o
C.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->