Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Isi Jiwa

Isi Jiwa

Ratings:
(0)
|Views: 149|Likes:
Published by Reelianah Wijaya

More info:

Published by: Reelianah Wijaya on Jul 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Manusia dalam memenuhi kebutuhan dan kepuasan hidupnya akanselalu membutuhkan orang lain untuk menjalin hubungan interpersonal atauberinteraksi. Orang yang dapat berinteraksi dengan orang lain dapat dikatakansebagai individu yang sehat dalam arti tidak mempunyai suatu gangguan.Namun, pada kenyataannya secara kita sadari maupun tidak diantara orang-orang tersebut ada yang mengalami gangguan dalam kesehatan jiwanya.Beberapa masalah keperawatan yang kerap muncul pada pasien jiwa diRumah Sakit antara lain gangguan sensori persepsi: halusinasi, gangguanproses pikir: waham, isolasi sosial: menarik diri. Adapun yang akan kamibahas salah satunya yaitu gangguan isolasi sosial: menarik diri. Menarik diri(withdrawal) adalah suatu tindakan melepaskan diri, baik perhatian maupunminatnya terhadap lingkungan sosial secara langsung. Menarik dirimerupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain,menghindari hubungan dengan orang lain ( Rawlins,1993 ).Menurut penelitian WHO prevalensi gangguan jiwa 100 jiwa/1000penduduk, ini berarti di Indonesia mencapai 264 jiwa penduduk, artinya 2,6kali lebih tinggi dari ketentuan WHO (Azwar, 2001). Berdasarkan hasilpencatatan jumlah penderita yang mengalami gangguan jiwa di BPRS DadiMakassar pada bulan Januari sampai Maret 2009 sebanyak 2294 orang,halusinasi 1162 orang (50.65 %), menarik diri 462 orang (20.13 %), waham130 orang (5.66 %). Isolasi sosial mengalami peningkatan tiap tahunnya danmenempati urutan kedua masalah kesehatan jiwa setelah halusinasi. Menurutdata dari Konas II, 2005 bahwa gangguan jiwa menarik diri berada di urutanke 7 dari 10 diagnosis keperawatan terbanyak di RSJ. Saat ini jumlahnya punsemakin meningkat dikarenakan tidak adanya penanganan sejak dini yangditerapkan pada seseorang yang mengalami isolasi sosial tersebut.Adanya gangguan isolasi sosial akan menyebabkan seseorangsemakin merasa sendiri, tidak dapat berinteraksi dengan orang lain, dia akan
 
2
semakin merasa terkucilkan dan terbuang dari lingkungan sosialnya. Padamulanya klien merasa dirinya tidak berharga lagi sehingga merasa tidak amandalam berhubungan dengan orang lain. Biasanya klien berasal darilingkungan yang penuh permasalahan, ketegangan, kecemasan dimana tidak mungkin mengembangkan kehangatan emosional dalam hubungan yangpositif dengan orang lain yang menimbulkan rasa aman. Semakin klienmenjauhi kenyataan semakin banyak kesulitan yang timbul dalammengembangkan hubungan dengan orang lain. Menarik diri juga disebabkanoleh perceraian, putus hubungan, peran keluarga yang tidak jelas, orang tuapecandu alkohol dan penganiayaan anak (Aziz, 2003).Gangguan isolasi sosial yang terjadi pada diri seseorang harus segeraditangani, baik secara medis ataupun non-medis diantaranya dengan asuhankeperawatan (misal komunikasi terapeutik) dan juga penggunaan obat-obatan.Dengan adanya asuhan keperawatan dapat terjalin hubungan saling percaya,tidak menarik diri dan lebih terbuka dengan lingkuan sekitarnya. Selain ituklien juga dapat melakukan komunikasi dengan normal melalui metodekomunikasi terapeutik. Oleh karena itu, kami menyusun sebuah makalahmengenai menarik diri. Diharapkan dengan adanya makalah ini, mahasiswakeperawatan akan memahami dan mampu melakukan asuhan kperaawatanyang benar dan tepat kepada pasien dengan gangguan menarik diri.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan UmumMahasiswa mampu memahami dan memberikan asuhan keperawatanpada klien dengan gangguan isolasi sosial: menarik diri.1.2.2 Tujuan khusus1.
 
Menjelaskan konsep gangguan hubungan sosial : menarik diri.2.
 
Menerangkan asuhan keperawatan untuk klien dengan masalahutama gangguan hubungan sosial: menarik diri.3.
 
Merancang kasus klien dengan masalah utama menarik diri.4.
 
Menerapkan asuhan keperawatan pada kasus klien dengan masalahutama menarik diridalam bentuk role play.
 
3
BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Definisi
2.1.1 Pengertian Gangguan Hubungan SosialGangguan hubungan sosial adalah keadaan dimana individukurang berpartisipasi dalam jumlah berlebihan atau hubungan sosialyang tidak efektif (Rawlins, 1993). Townsend (1998) menyatakanbahwa keadaan dimana seorang individu berpartisipasi dalam kuantitasyang berlebihan atau tidak cukup atau ketidakefektifan kualitaspertukaran sosial.2.1.2 Pengertian Menarik DiriMenarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksidengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain(Rawlins,1993). Menurut Townsend, M.C (1998) menarik dirimerupakan suatu keadaan dimana seseorang menemukan kesulitandalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain. Menarik diri adalah keadaan dimana seseorang menemukan kesulitan dalammembina hubungan dan menghindari interaksi dengan orang lain secaralangsung yang dapat bersifat sementara atau menetap (Fajar, 2012).Penarikan diri atau withdrawal merupakan suatu tindakan melepaskandiri baik perhatian ataupun minatnya terhadap lingkungan sosial secaralangsung yang dapat bersifat sementara atau menetap (DepkesRI,1989).2.1.3 Rentang Respona. Rentang respon adaptif Rentang respon adaptif merupakan respon individu dalampenyesuaian masalah yang dapat di terima oleh norma-norma sosialdan kebudayaan.1.
 
Menyendiri (solitude) merupakan respon yang dibutuhkanseseorang untuk merenungkan apa yang telah dilakukan di

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->