Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU No. 21 Tahun 2000 Ttg SERIKAT PEKERJA Atau SERIKAT BURUH

UU No. 21 Tahun 2000 Ttg SERIKAT PEKERJA Atau SERIKAT BURUH

Ratings: (0)|Views: 233|Likes:
Published by dr.Hansen.SH

More info:

Published by: dr.Hansen.SH on Jul 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/25/2012

pdf

text

original

 
 
1
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 21 TAHUN 2000TENTANGSERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
 
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 
Menimbang:a. bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran baik secara lisanmaupun secara tulisan, memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak bagikemanusiaan, serta mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum merupakanhak setiap warga negara;b. bahwa dalam rangka mewujudkan kemerdekaan berserikat pekerja,/buruh berhakmembentuk dan mengembangkan serikat pekerja/serikat buruh yang bebas,terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab;c. bahwa serikat pekerja/serikat buruh merupakan syarat untuk memperjuangkan,melindungi, dan membela kepentingan dan kesejahteraan pekerja/buruh besertakeluarganya, serta mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, danberkeadilan;d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a, b, c perluditetapkan undang-undang tetang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh;Mengingat:1. Pasal 5 ayat (1), pasal 20 ayat (2), pasal 27, dan pasal 28 Undang-undang Dasar 1945 sebagaimana telah diubah dengan Perubahan Pertama Tahun 1999;2. Undang-undang Nomor 18 Tahun 1956 tentang Persetujuan Konvensi OrganisasiPerburuhan Internasional Nomor 98 mengenai Berlakunya Dasar-Dasar daripadanya Hak Untuk Berorganisasi dan untuk Berunding Bersama (LembaranNegara Tahun 1956 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1050) ;3. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (LembaranNegara Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886);
 
 
2 
Dengan PersetujuanDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKATBURUHBAB IKETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:1. Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untukpekerja/buruh baik di perusahaan maupun diluar perusahaan, yang bersifat bebas,terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab guna memperjuangkan,membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja dan buruh sertameningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.2. Serikat pekerja/serikat buruh di perusahaan adalah serikat pekerja/serikat buruhyang didirikan oleh para pekerja/buruh yang didirikan oleh para pekerja/buruh disatu perusahaan atau di beberapa perusahaan.3. Serikat pekerja/serikat buruh diluar perusahaan adalah serikat pekerja/serikat buruhyang didirikan oleh pekerja/buruh yang bekerja diluar perusahaan.4. Federasi serikat pekerja/serikat buruh adalah gabungan serikat pekerja/serikatburuh.5. Konferensi serikat pekerja/serikat buruh adalah gabungan federasi serikatpekerja/serikat buruh.6. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atauimbalan dalam bentuk yang lain.7. Pengusaha adalah:a. orang perorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankanperusahaan milik sendiri;b. orang perorangan, persekutuan, atau badan hukum yang secara berdirisendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;
 
 
3c. orang perorangan, persekutuan, atau badan hukum yang berada di Indonesiamewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yangberkedudukan diluar wilayah Indonesia.8. Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milikorang perorangan, persekutuan, atau badan hukum, baik milik swasta maupun miliknegara, yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan memberi upah atau imbalandalam bentuk yang lain.9. Perselisihan antar serikat pekerja/antar serikat buruh, federasi dan konferensiserikat pekerja/serikat buruh adalah perselisihan antara serikat pekerja/serikatburuh, federasi dan konferensi serikat pekerja/serikat buruh, serikat pekerja/serikatburuh, federasi dan konferensi serikat pekerja/serikat buruh lain, karena tidakadanya persesuaian paham mengenai keanggotaan serta pelaksanaan hak dankewajiban keserikat pekerja.10. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.
BAB IIASAS, SIFAT, DAN TUJUAN
 
Pasal 2  
(1) Serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruhmenerima Pancasila sebagai dasar negara dan Undang-undang Dasarf 1945sebagai Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.(2) Serikat pekerja atau serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikatburuh mempunyai asas yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Pasal 3 
Serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruhmempunyai sifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.
Pasal 4 
(1) Serikat Pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruhbertujuan memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, sertameningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja/buruh dan keluarganya.(2) Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) serikatpekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruhmempunyai fungsi :

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->