Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asuransi Kartu Kredit Syariah

Asuransi Kartu Kredit Syariah

Ratings:

4.62

(13)
|Views: 1,598 |Likes:
Published by rhesayogaswara
Seiring dengan berkembangnya perbankan syariah, maka diperlukan pula
perkembangan dari produk-produk syariah yang lebih mendetil. Saat ini nasabah
masih banyak menggunakan produk-produk konvensional yang sangat kental
dengan jelas menggunakan bunga, yang tidak lain bunga ini merupakan riba.
Dalam industri keuangan, kartu kredit merupakan sebuah produk jasa
pinjaman dari sebuah bank, yang sangat memberikan manfaat bagi nasabah.
Dimana manfaat yang paling dapat dirasakan nasabah adalah waktu dan tempat
yang fleksibel untuk memperoleh manfaat dari sebuah kartu kredit. Namun resiko
pinjaman menjadi sebuah resiko yang harus bisa diminimalisasi oleh sebuah bank
penerbit kartu kredit.
Sehingga diperlukan sebuah produk jasa bagi bank dan nasabah yang
dikeluarkan oleh asuransi yang membantu pemilik kartu kredit syariah membayar
hutangnya apabila pemilik kartu meninggal dunia, sehingga beban hutang pemilik
kartu kredit syariah tidak terlalu memberatkan ahli waris. Manfaat ini pun turut
membantu meminimalisasi resiko pinjaman bagi bank penerbit kartu kredit
syariah.
Banyaknya akad yang terjadi disini perlu kita kaji agar terhindar dari halhal
yang melanggar syariah seperti adanya unsur bunga dan gharar. Sehingga
produk asuransi kartu kredit pun sesuai dengan akad-akad syariah.
Seiring dengan berkembangnya perbankan syariah, maka diperlukan pula
perkembangan dari produk-produk syariah yang lebih mendetil. Saat ini nasabah
masih banyak menggunakan produk-produk konvensional yang sangat kental
dengan jelas menggunakan bunga, yang tidak lain bunga ini merupakan riba.
Dalam industri keuangan, kartu kredit merupakan sebuah produk jasa
pinjaman dari sebuah bank, yang sangat memberikan manfaat bagi nasabah.
Dimana manfaat yang paling dapat dirasakan nasabah adalah waktu dan tempat
yang fleksibel untuk memperoleh manfaat dari sebuah kartu kredit. Namun resiko
pinjaman menjadi sebuah resiko yang harus bisa diminimalisasi oleh sebuah bank
penerbit kartu kredit.
Sehingga diperlukan sebuah produk jasa bagi bank dan nasabah yang
dikeluarkan oleh asuransi yang membantu pemilik kartu kredit syariah membayar
hutangnya apabila pemilik kartu meninggal dunia, sehingga beban hutang pemilik
kartu kredit syariah tidak terlalu memberatkan ahli waris. Manfaat ini pun turut
membantu meminimalisasi resiko pinjaman bagi bank penerbit kartu kredit
syariah.
Banyaknya akad yang terjadi disini perlu kita kaji agar terhindar dari halhal
yang melanggar syariah seperti adanya unsur bunga dan gharar. Sehingga
produk asuransi kartu kredit pun sesuai dengan akad-akad syariah.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: rhesayogaswara on Jan 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2013

 
Makalah Sistem Keuangan Islam
 
ijk
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI PRODUK KEUANGANSYARIAH – 
 ASURANSI KARTU KREDIT SYARIAH 
 
Oleh:
Rhesa Yogaswara207000377Magister Bisnis dan Keuangan IslamUniversitas ParamadinaJakarta2008
 
 ______________________________________________________________________________________________________  Perencanaan dan Implementasi Produk Keuangan Syariah – Asuransi Kartu Kredit Syariah
 – Rhesa Yogaswara
2
I.
 
PENDAHULUAN
Seiring dengan berkembangnya perbankan
 syariah
, maka diperlukan pula perkembangan dari produk-produk 
 syariah
yang lebih mendetil. Saat ini nasabahmasih banyak menggunakan produk-produk konvensional yang sangat kentaldengan jelas menggunakan bunga, yang tidak lain bunga ini merupakan riba.Dalam industri keuangan, kartu kredit merupakan sebuah produk jasa pinjaman dari sebuah bank, yang sangat memberikan manfaat bagi nasabah.Dimana manfaat yang paling dapat dirasakan nasabah adalah waktu dan tempatyang fleksibel untuk memperoleh manfaat dari sebuah kartu kredit. Namun resiko pinjaman menjadi sebuah resiko yang harus bisa diminimalisasi oleh sebuah bank  penerbit kartu kredit.Sehingga diperlukan sebuah produk jasa bagi bank dan nasabah yangdikeluarkan oleh asuransi yang membantu pemilik kartu kredit
 syariah
membayar hutangnya apabila pemilik kartu meninggal dunia, sehingga beban hutang pemilik kartu kredit
 syariah
tidak terlalu memberatkan ahli waris. Manfaat ini pun turutmembantu meminimalisasi resiko pinjaman bagi bank penerbit kartu kredit
 syariah
.Banyaknya akad yang terjadi disini perlu kita kaji agar terhindar dari hal-hal yang melanggar 
 syariah
seperti adanya unsur bunga dan
 gharar 
. Sehingga produk asuransi kartu kredit pun sesuai dengan akad-akad syariah.
II.
 
LANDASAN HUKUM
Landasan-landasan yang diambil dalam mengembangkan produk asuransikartu kredit
 syariah
ini adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) No.54/DSN-MUI/X/2006 tentang
Syariah Card 
. Dengan akad yang digunakansebagaimana digunakan dalam fatwa tersebut adalah akad
 Kafalah
,
Qardh
, dan
 Ijarah
.Penjelasan yang lebih rinci dari akad
 Kafalah
,
Qardh
, dan
 Ijarah
ini punsudah diatur dalam fatwa DSN. Untuk akad
 Kafalah
, aturannya telah tertuangdalam fatwa DSN nomor 11/DSN-MUI/IV/2000, fatwa DSN nomor 19/DSN-MUI/IV/2001 mengenai akad
 Al-Qardh
, dan berikutnya adalah fatwa DSN nomor 09/DSN-MUI/IV/2000 mengenai akad
 Ijarah
.Sementara untuk Asuransi Syariahnya, landasan yang diambil adalahdengan menggunakan Fatwa DSN No.21/DSN-MUI/X/2001. Dimana akad yangdigunakan dalam asuransi
 syariah
adalah
mudharabah
dan
hibah
. Penjelasanyang lebih rinci dari akad
Mudharabah
sudah diatur dalam fatwa DSN nomor 07/DSN-MUI/IV/2000, sementara akad
hibah
merupakan kategori akad
tabarru’ 
yang tidak diatur secara aspek hukum karena akad
tabarru’ 
 bukan merupakanakad
tijarah
yang mutlak perlu diatur dari sisi hukum.Selain fatwa-fatwa diatas, kita pun menggunakan Fatwa DSN No.12/DSN-MUI/IV/2000 mengenai akad
 Hiwalah
untuk jasa pemindahan pinjaman darikartu kredit konvensional ke kartu kredit
 syariah
.
 
 ______________________________________________________________________________________________________  Perencanaan dan Implementasi Produk Keuangan Syariah – Asuransi Kartu Kredit Syariah
 – Rhesa Yogaswara
3
III.
 
SKEMA
Dengan dilatarbelakangi adanya suatu kebutuhan akan produk asuransikartu kredit
 syariah
, maka skema dari produk keuangan syariah ini adalah sebagai berikut:
Gambar 1
. Skema Akad Asuransi Kartu Kredit
Syariah
Aturan-aturan dalam akad-akad yang digunakan dalam asuransi kartukredit
 syariah
dengan skema diatas merupakan akad-akad yang telah diatur dalamfatwa-fatwa MUI yang telah dijelaskan dalam sub bab Landasan Hukumsebelumnya.Yang pertama adalah adanya akad
 Ijarah
sebagaimana disebutkan dalamfatwa DSN Nomor 54/DSN-MUI/X/2006 bahwa penerbit kartu kredit
 syariah
adalah bank 
 syariah
yang menyediakan jasa sistem pembayaran dan pelayananterhadap Pemegang Kartu. Pemegang Kartu dikenakan membership fee sebagai biaya sewa atas Ijarah ini. Dan bank 
 syariah
 pun berhak mendapat merchant feedari asuransi yang telah mengeluarkan produk asuransi kartu kredit
 syariah
inisebagai upah/imbalan (
ujrah
), atas perantara (
 samsarah
), pemasaran (
taswiq
) dan penagihan (
tahsil al-dayn
).Kemudian yang kedua adalah akad
 Kafalah
dimana bank 
 syariah
 penerbitkartu kredit
 syariah
ini berperan sebagai penjamin (
kafil 
) bagi pemegang kartukredit
 syariah
terhadap pihak asuransi
 syariah
atas semua kewajiban bayar (
dayn
)yang timbul dari transaksi antara pemegang kartu dengan asuransi. Atas pemberian
 Kafalah
ini, bank penerbit kartu kredit
 syariah
dapat menerima fee(
ujrah kafalah
) dari pemegang kartu.Yang ketiga adalah akad
Qardh
. Dalam hal ini bank syariah penerbit kartukredit
 syariah
adalah sebagai pemberi pinjaman (
muqridh
) kepada pemegangkartu (
muqtaridh
) untuk membayarkan premi asuransi kartu kredit
 syariah
kepada pihak asuransi.Yang keempat adalah akad
Wakalah bil Ujrah
, dimana Bank penerbitkartu kredit
 syariah
 berperan sebagai
 Al-Wakil 
dan pemegang kartu berperansebagai
 Al-Muwakkil 
. Pemegang kartu dan pihak Bank melakukan akad
Wakalahbil Ujrah
dimana bank sebagai wakil dari pemegang kartu untuk mengurusdokumen-dokumen yang dibutuhkan oleh pihak asuransi. Besar 
ujrah
harusBank 
Syariah
 Asuransi
Syariah
 Pemegang Kartu
2. Akad
 Kafalah
 5. Akad
Mudharabah
 3. Akad
Qardh
 1. Akad
 Ijarah
 4. Akad
Wakalah bil Ujrah
 6. Akad
 Hibah
 

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yeni Fitriyani liked this
Ingat Lillah liked this
Abu Ghozi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->