MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSINGProblem posing merupakan model pembelajaran yang mengharuskan siswamenyusun pertanyaan sendiri atau memecah suatu soal menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih sederhana yang mengacu pada penyelesaian soaltersebut.Dalam pembelajaran matematika, problem posing (pengajuan soal)menempati posisi yang strategis. Siswa harus menguasai materi dan urutanpenyelesaian soal secara mendetil. Hal tersebut akan dicapai jika siswamemperkaya khazanah pengetahuannya tak hanya dari guru melainkan perlubelajar secara mandiri. Problem posing dikatakan sebagai inti terpentingdalam disiplin matematika. Silver dan Cai menulis bahwa ´Problem posing iscentral important in the discipline of mathematics and in the nature of mathematical thinking´.Suryanto menjelaskan tentang problem posing adalah perumusan soal agarlebih sederhana atau perumusan ulang soal yang ada dengan beberapaperubahan agar lebih sederhana dan dapat dikuasai. Hal ini terutama terjadipada soal-soal yang rumit. (Pujiastuti, 2001:3)Model pembelajaran problem posing ini mulai dikembangkan di tahun 1997oleh Lyn D. English, dan awal mulanya diterapkan dalam mata pelajaranmatematika. Selanjutnya, model ini dikembangkan pula pada mata pelajaranyang lain.Pada prinsipnya, model pembelajaran problem posing adalah suatu modelpembelajaran yang mewajibkan para siswa untuk mengajukan soal sendirimelalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri.Dengan demikian, penerapan model pembelajaran problem posing adalahsebagai berikut.a. Guru menjelaskan materi pelajaran kepada para siswa. Penggunaan alatperaga untuk memperjelas konsep sangat disarankan.b. Guru memberikan latihan soal secukupnya.c. Siswa diminta mengajukan 1 atau 2 buah soal yang menantang, dan siswayang bersangkutan harus mampu menyelesaikannya. Tugas ini dapat puladilakukan secara kelompok.d. Pada pertemuan berikutnya, secara acak, guru menyuruh siswa untukmenyajikan soal temuannya di depan kelas. Dalam hal ini, guru dapatmenentukan siswa secara selektif berdasarkan bobot soal yang diajukan olehsiswa.e. Guru memberikan tugas rumah secara individual.(Suyitno, 2004:31-32).