Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kejang Demam Pada Anak

Kejang Demam Pada Anak

Ratings: (0)|Views: 187|Likes:
Published by Aya Arsy

More info:

Published by: Aya Arsy on Jul 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

 
Kejang Demam Pada Anak
undefined
undefined
Kejang bukan suatu penyakit, tetapi gejala dari suatu atau beberapa penyakit, yang merupakanmanifestasi dari lepasnya muatan listrik yang berlebihan di sel-sel neuron otak oleh karenaterganggu fungsinya.Kejang demam pada anak merupakan kelainan neurologik yang paling seringdijumpai pada bayi dan anak. Biasanya setelah anak berumur di atas 5 tahun bila panas tidak lagimenderita kejang, kecuali penyebab panas tersebut langsung mengenai otak. Serangan kejangdemam pada anak yang satu dengan yang lain tidak sama, tergantung dari nilai ambang kejangmasing-masing. Setiap serangan kejang pada anak harus mendapat penanganan yang cepat dantepat apalagi pada kasus kejang yang berlangsung lama dan berulang. Karena keterlambatan dankesalahan prosedur akan mengakibatkan gejala sisa pada anak atau bahkan menyebabkankematian.DEFINISIKejang Demam Pada Anak Adalah bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh di atas 38 C, yang disebabkanoleh suatu proses ekstrakranial.Kejang Demam Sederhana Adalah kejang yang terjadi pada umur antara 6 bulan s/d 4 tahun, lama kejang kurang dari 20menit, kejang bersifat umum, frekwensi kejang kurang dari 4x/tahun, kejang timbul dalam 16 jamsesudah kenaikan suhu.PATOFISIOLOGI KEJANGUntuk mempertahankan hidupnya, sel otak membutuhkan energi yaitu senyawa glukosa yangdidapat dari proses metabolisme. selSel-sel otak dikelilingi oleh membran yang dalam keadaan normal membran sel neuron dapatdilalui dengan mudah oleh ion Kalium (K+) dan sangat sulit dilalui oleh ion Natrium (Na+) danelektrolit lain kecuali Clorida (Cl-). Akibatnya konsentrasi ion K di dalam sel neuron tinggi dankonsentrasi ion Na rendah. Keadaan sebaliknya terjadi di luar sel neuron.Karena perbedaan jenis dan konsentrasi ion di dalam dan di luar sel tersebut maka terjadi bedapotensial yang disebut ‘Potensial Membran Sel Neuron’.Untuk menjaga keseimbangan potensial membran sel diperlukan energi dan enzim Na-K-ATP aseyang terdapat di permukaan sel.Keseimbangan potensial membran sel dipengaruhi oleh:1.Perubahan konsentrasi ion di ruang ekstraseluler.2.Rangsangan yang datangnya mendadak baik rangsangan mekanis, kimiawi atau aliran listrik darisekitarnya.3.Perubahan patofisiologi dari membran karena penyakit atau faktor keturunan.Pada keadaan demam, kenaikan suhu 1 C akan mengakibatkan kenaikan metabolisme basal 10-15% dan peningkatan kebutuhan oksigen sampai 20%.Jadi pada kenaikan suhu tertentu dapat terjadi perubahan keseimbangan dari membran dan dalamwaktu yang singkat terjadi difusi ion Kalium dan Natrium melalui membran sel, dengan akibat
 
lepasnya muatan listrik yang demikian besar sehingga dapat meluas keseluruh sel maupun kemembran sel tetangga dengan bantuan neurotransmitter dan terjadilah kejang.Pada anak dengan ambang kejang yang rendah kenaikan suhu sampai 38 C sudah terjadi kejang,namun pada anak dengan ambang kejang yang tinggi, kejang baru terjadi pada suhu diatas 40 C.Terulangnya kejang demam lebih sering terjadi pada anak dengan ambang kejang rendah.Kejang demam yang berlangsung singkat umumnya tidak berbahaya dan tidak meninggalkangejala sisa. Tetapi kejang demam yang berlangsung lama (>15 menit) biasanya disertai denganapneu, meningkatnya kebutuhan oksigen dan enrgi ontuk kontraksi otot skelet yang mengakibatkanhipoksemia, hiperkapnea, dan asidosis laktat.Hipotensi arterial disertai dengan aritmia jantung dan kenaikan suhu tubuh disebabkanmeningkatnya aktivitas berakibat meningkatnya metabolisme otak.Rangkaian kejadian di atas adalah factor penyebab terjadinya kerusakan neuron otak pada kejangyang lama.Factor yang terpenting adalah gangguan peredaran darah yang mengakibatkan hipoksia sehinggaberakibat meningkatnya permeabilitas vascular dan udem otak serta kerusakan sel neuron.Kerusakan anatomi dan fisiologi yang bersifat menetap bisa terjadi di daerah medial lobustemporalis setelah ada serangan kejang yang berlangsung lama. Hal ini diduga kuat sebagai faktor yang bertanggung jawab terhadap terjadinya epilepsi.MANIFESTASI KLINIKTerjadinya bangkitan kejang demam pada bayi dan anak kebanyakan bersamaan dengan kenaikansuhu badan yang tinggi dan cepat, yang disebabkan oleh infeksi di luar sistem saraf pusat,misalnya karena Tonsillitis, Bronchitis atau Otitis Media Akut.Serangan kejang biasanya terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam, berlangsung singkat,dengan sifat bangkitan kejang berbentuk tonik, klonik, tonik-klonik, fokal atau akinetik.Umumnya kejang berhenti sendiri. Begitu kejang berhenti untuk sesaat anak tidak memberikanreaksi apapun, tetapi setelah beberapa detik atau menit anak akan terbangun dan sadar kembalitanpa ada kelainan neurologi.Living Stone membagi kriteria kejang menjadi 2, yaitu:1.Kejang Demam Sederhana / KDS2.Epilepsi yang Diprovokasi oleh DemamEpilepsi yang diprovokasi oleh demam ditegakkan apabila kejang tidak memenuhi salah satu ataulebih kriteria KDS. Kejang pada Epilepsi adalah merupakan dasar kelainan, sedang demam adalahfaktor pencetus terjadinya serangan.DEFERENSIAL DIAGNOSAMenghadapi seorang anak yang menderita demam dengan kejang, harus dipertimbangkan apakahpenyebabnya dari luar atau dari dalam susunan saraf pusat. Kelainan di dalam otak biasanyakarena infeksi, seperti: Meningitis, Encephalitis, atau Abses otak.Sesudahnya baru difikirkan kemungkinan KDS atau Epilepsi yang diprovokasi oleh demam.PROGNOSA
 
1.KematianDengan penanganan kejang yang cepat dan tepat, prognosa biasanya baik, tidak sampai terjadikematian.Dalam penelitian ditemukan angka kematian KDS 0,46 % s/d 0,74 %.2.Terulangnya KejangKemungkinan terjadinya ulangan kejang kurang lebih 25 s/d 50 % pada 6 bulan pertama dariserangan pertama.3.Epilepsi Angka kejadian Epilepsi ditemukan 2,9 % dari KDS dan 97 % dari Epilepsi yang diprovokasi olehdemam.Resiko menjadi Epilepsi yang akan dihadapi oleh seorang anak sesudah menderita KDStergantung kepada faktor :a.riwayat penyakit kejang tanpa demam dalam keluargab.kelainan dalam perkembangan atau kelainan sebelum anak menderita KDSc.kejang berlangsung lama atau kejang fokal.Bila terdapat paling sedikit 2 dari 3 faktor di atas, maka kemungkinan mengalami serangan kejangtanpa demam adalah 13 %, dibanding bila hanya didapat satu atau tidak sama sekali faktor di atas.4.HemiparesisBiasanya terjadi pada penderita yang mengalami kejang lama (berlangsung lebih dari setengah jam) baik kejang yang bersifat umum maupun kejang fokal.Kejang fokal yang terjadi sesuai dengan kelumpuhannya. Mula-mula kelumpuhan bersifat flacid,sesudah 2 minggu timbul keadaan spastisitas.Diperkirakan + 0,2 % KDS mengalami hemiparese sesudah kejang lama.5.Retardasi MentalDitemuan dari 431 penderita dengan KDS tidak mengalami kelainan IQ, sedang kejang demampada anak yang sebelumnya mengalami gangguan perkembangan atau kelainan neurologikditemukan IQ yang lebih rendah. Apabila kejang demam diikuti dengan terulangnya kejang tanpa demam, kemungkinan menjadiretardasi mental adalah 5x lebih besar.PENANGGULANGANDalam penanggulangan KDS ada 4 faktor yang harus dikerjakan, yaitu : A.Memberantas kejang secepat mungkin.B.Pengobatan penunjang.C.Memberikan obat maintenance.D.Mencari dan mengobati faktor penyebab/causatif. A. Memberantas kejang secepat mungkin

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->