Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
8Activity
P. 1
Bahan2

Bahan2

Ratings: (0)|Views: 539 |Likes:
Published by vre_

More info:

Published by: vre_ on Jul 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2013

pdf

text

original

 
Problema kekurangan air untuk irigasi terlalu sering didengar sejak waktu yang lama, dankerugian yang diakibatkan oleh kekurangan air tersebut sangat besar, oleh karena banyak sawah yang sudah ditanami padi akhirnya mati kekeringan, dan tentu saja panen berlimpahyang diharapkan oleh petani menjadi gagal total.Krisis akan air dan sumber air di Indonesia dewasa ini bersumber dari:-
 
Jumlah pensusuk yang meningkat sangat cepat-
 
Terjadinya degradasi lingkungan sebagai akibat pembabatan hutan yang dilakukan diDaerah Aliran Sungai (DAS) sehingga mengakibatkan merosotnya kemampuan DASuntuk menyimpan air di musim kemarau-
 
Terjadinya kemarau panjang pada tahun 1991, 1994, dan 1997-
 
Kualitas air yang mengalami penurunan cukup tajam di berbagai wilayah-
 
Kegiatan penambangan sumber-sumber air tanah yang lebih besar dari kemampuanalam mengisi kembaliTimbulnya masalah air dan sumber air juga memberi petunjuk bahwa sistem lingkungan yangmendukung berlangsungnya proses daur hidrologi mungkin sedang atau telah mengalamikerusakan. Kerusakan tersebut disebabkan berkurangnya luasan hutan pada kawasan tangkapanhujan (
catchmen area
), tekanan penduduk yang berlebihan, pemanfaatan air dan sumber air yangmelampaui daya pasok alamiahnya dan tingkat sedimentasi yang berlebihan.
 
A.
 
Tinjauan PustakaE.1 Batasan KekeringanLatar BelakangBAB IPENDAHULUAN
Kekeringan merupakan salah satu fenomena yang terjadi sebagai dampak sirkulasimusiman ataupun penyimpangan iklim global seperti El Nino dan Osilasi Selatan. Dewasa inibencana kekeringan semakin sering terjadi bukan saja pada episode tahun-tahun El Nino,tetapi juga pada periode tahun dalam kondisi iklim normal. Dampak akibat terjadinyakekeringan sangat luas, secara umum pengertian kekeringan adalah ketersediaan air yang jauhdari kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan.
B. Tujuan
Dengan menggunakan data curah hujan bulanan untuk analisis kekeringan danketersediaan air terutama bagi wilayah tadah hujan di Kalimantan Selatan, diharapkan dapatmemberikan informasi tambahan yang lebih detil tentang kondisi yang terjadi disuatu wilayahguna mendukung informasi mengenai jumlah curah dan sifat hujan bulanan yang telahberjalan.
C. Ruang Lingkup
Data curah hujan yang digunakan untuk analisis kekeringan melalui Indeks StandardCurah Hujan atau Standardized Precipitation Index (SPI) di wilayah Kalimantan Selatanmenggunakan data curah hujan bulanan dari 87 pos peramatan, baik data peramatan daristasiun BMG, SMPK, maupun pos hujan observatorium kerjasama. (
data terlampir 
)
BAB IILANDASAN TEORITIS
Proses terjadinya kekeringan diawali dengan berkurangnya jumlah curah hujan dibawahnormal pada satu musim, kejadian ini adalah kekeringan meteorologis yang merupakan tandaawal dari terjadinya kekeringan. Tahapan selanjutnya adalah berkurangnya kondisi air tanahyang menyebabkan terjadinya stress pada tanaman (terjadinya kekeringan pertanian), Tahapanselanjutnya terjadinya kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah yang ditandaimenurunnya tinggi muka air sungai ataupun danau (terjadinya kekeringan hidrologis) Untuk 
 
lebih memudahkan dalam pemahaman mengenai kekeringan, maka pengertian kekeringantersebut dibagi lagi secara lebih spesifik sebagai berikut :
A. Kekeringan Meteorologis
Kekeringan ini berkaitan dengan besaran curah hujan yang terjadi berada dibawahkondisi normalnya pada suatu musim. Perhitungan tingkat kekeringan meteorologismerupakan indikasi pertama terjadinya kondisi kekeringan. Intensitas kekeringanberdasarkan definisi meteorologis adalah sebagai berikut;1. kering : apabila curah hujan antara 70% - 85% dari kondisi normal(curah hujan dibawah normal)2. sangat kering : apabila curah hujan antara 50% - 70% dari kondisinormal (curah hujan jauh dibawah normal)3. Amat sangat kering : apabila curah hujan < 50% dari kondisi normal(curah hujan amat jauh dibawah normal)
B. Kekeringan Pertanian
Kekeringan ini berhubungan dengan berkurangnya kandungan air dalam tanah (lengastanah) sehingga tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan air bagi tanaman pada suatu periodetertentu. Kekeringan pertanian ini terjadi setelah terjadinya gejala kekeringan meteorologis.Intensitas kekeringan berdasarkan definisi pertanian adalah sebagai berikut :1. Kering : apabila ¼ daun kering dimulai pada bagian ujung daun (terkenaringan s/d sedang)2. Sangat kering : apabila ¼ -2 / daun kering dimulai pada bagian ujungdaun (terkena berat)33. Amat sangat kering : apabila seluruh daun kering (terkena puso)
C. Kekeringan Hidrologis
Kekeringan ini terjadi berhubungan dengan berkurangnya pasokan air permukaan dan airtanah. Kekeringan hidrologis diukur dari ketinggian muka air sungai, waduk, danau dan airtanah. Ada jarak waktu antara berkurangnya curah hujan dengan berkurangnya ketinggian

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->