Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB II

BAB II

Ratings: (0)|Views: 101 |Likes:
Published by Alin Nailul Muna

More info:

Published by: Alin Nailul Muna on Jul 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2012

pdf

text

original

 
3
BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1. Tinjauan Umum Apotek
Pengertian apotek menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1332/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek,apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian danpenyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Perbekalan farmasi adalah obat,bahan obat, obat asli Indonesia (obat tradisional), alat kesehatan dan kosmetik.Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.1027/Menkes/SK/IX/2004 tentangStandar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Apotek adalah tempat tertentu, tempatdilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalankesehatan lainnya kepada masyarakat.Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 2009, yang dimaksud denganapotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasianoleh Apoteker. Pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalianmutu sediaan farmasi, pengamanan pengadaan, penyimpanan dan pendistribusianatau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayananinformasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 1332/MenKes/Per/X/2002 Bab IVpasal 6 untuk mendapatkan ijin apotek, Apoteker yang bekerjasama dengan saranayang telah memenuhi persyaratan harus siap dengan tempat, perbekalan termasuk sediaan farmasi dan perbekalan farmasi lainnya yang merupakan milik sendiri ataumilik pihak lain. Sarana apotek dapat didirikan pada lokasi yang sama dengankegiatan pelayanan komoditi lainnya di luar sediaan farmasi. Persyaratandidirikannya sebuah apotek antara lain:1.
 
Lokasi dan TempatJarak minimum antar apotek tidak dipersyaratkan, namun sebaiknyadipertimbangkan segi pemerataan dan pelayanan kesehatan, jumlah penduduk,
 
4
 jumlah dokter, sarana pelayanan kesehatan,
hygiene
lingkungan dan faktor-faktor lainnya.2.
 
Memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)NPWP yang diperoleh harus memiliki SIUP dan untuk memperoleh SIUPharus memiliki HO terlebih dahulu.3.
 
Bangunan Apotek Sarana apotek dapat didirikan pada lokasi yang sama dengan kegiatanpelayanan dan komoditi lainnya di luar sediaan farmasi. Bangunan apotek sekurang-kurangnya memiliki ruang khusus untuk ruang tunggu, ruangperacikan dan penyerahan obat, ruang administrasi dan kamar meja Apoteker,ruang tempat pencucian alat dan toilet. Kelengkapan bangunan calon apotek meliputi: sumber air harus memenuhi persyaratan kesehatan, peneranganharus cukup terang sehingga dapat menjamin pelaksanaan tugas dan fungsiapotek, alat pemadam kebakaran harus berfungsi dengan baik sekurang-kurangnya dua buah, ventilasi yang baik serta memenuhi persyaratan
hygiene
lainnya, papan nama berukuran minimal panjang 60 cm, lebar 40 cm dengantulisan hitam di atas dasar putih, tinggi huruf minimal 5 cm dan tebal 5 cm.4.
 
Perlengkapan Apotek, meliputi:a)
 
Alat pembuatan, pengolahan dan peracikan;b)
 
Perlengkapan dan alat penyimpanan perbekalan farmasi (timbangan, lemariobat dan lemari pendingin), wadah pengemas dan pembungkus;c)
 
Perlengkapan administrasi (surat pesanan, kartu stok obat,
copy
resep,faktur dan nota penjualan, surat pesanan narkotika, psikotropika danformulir laporan narkotika dan psikotropika);d)
 
Buku standard Farmakope Indonesia edisi terbaru dan kumpulan peraturanperundang-undangan yang berhubungan dengan apotek serta buku-bukulain yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan;e)
 
Tempat penyimpanan khusus narkotika dan psikotropika (Anonim, 2002).
 
5
Pengelolaan apotek merupakan segala upaya dan kegiatan yang dilakukanoleh seorang Apoteker untuk tugas dan fungsi pelayanan apotek. Pengelolaan apotek dapat dibedakan atas pengelolaan teknis dan pengelolaan non teknis farmasi yangmeliputi semua kegiatan administrasi, keuangan, personalia, kegiatan di bidangmaterial (arus barang) dan bidang lain yang berhubungan dengan fungsi apotek (Anonim, 1993).Adapun tugas dan fungsi apotek antara lain adalah sebagai berikut :a)
 
Tempat pengabdian profesi seorang Apoteker yang telah mengucap sumpah jabatan;b)
 
Sarana farmasi untuk melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk, pencampurandan penyerahan obat atau bahan obat;c)
 
Sarana penyaluran perbekalan farmasi dalam menyebarkan obat-obatan yangdiperlukan masyarakat secara meluas dan merata;d)
 
Sarana informasi obat kepada masyarakat dan tenaga kesehatan lainnya(Syamsuni, 2006).
2.2. Tenaga Kefarmasian dan Kompetensinya
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 51 tahun 2009 tentang PekerjaanKefarmasian, yang dimaksud Tenaga Kefarmasian adalah tenaga yang melakukanpekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian.Tenaga Kefarmasian melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada :a)
 
Fasilitas produksi sediaan farmasi berupa industri farmasi obat, industri OT,pabrik kosmetika dan pabrik lain yang memerlukan tenaga kefarmasian untuk menjalankan tugas dan fungsi produksi dan pengawasan mutu.b)
 
Fasilitas distribusi atau penyaluran sediaan farmasi dan alat kesehatan melaluiPedagang Besar Farmasi, penyalur alat kesehatan, instalasi sediaan farmasi danalat kesehatan milik pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintahdaerah kabupaten/kota; dan/atauc)
 
Fasilitas pelayanan kefarmasian melalui praktek di apotek, instalasi farmasirumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, atau praktek bersama (Anonim, 2009).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->