Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
13Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PANWASLU

PANWASLU

Ratings: (0)|Views: 2,828|Likes:
Published by Rahmat Hidayat

More info:

Published by: Rahmat Hidayat on Jul 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/23/2013

pdf

text

original

 
Di dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2007 disebutkan bahwa fungsi Pengawas Pemiluyang dijabarkan dalam tugas, wewenang dan kewajiban Pengawas Pemilu. Berkaitan dengantugas pengawasan pemilu ada pembagian tugas pengawasan pemilu yang dapat dijelaskansebagai berikut :(a) Bawaslu melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilu;(b) Panwaslu Provinsi mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi;(c) Panwaslu kabupaten/kota mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota;(d) Panwaslu Kecamatan mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah kecamatan;(e) Pengawas Pemilu Lapangan mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu ditingkatdesa/kelurahan;(f) Pengawas Pemilu Luar Negeri mengawssi tahapan penyelenggaraan Pemilu di luar negeri.Adapun tugas dan wewenang Pengawas Pemilu dapatlah dijelaskan secara umum sebagai berikut :(1) Mengawasi tahapan penyelenggaraan pemilu;(2) Menerima laporan dugaan pelanggaran perundang-undangan pemilu;(3) Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU/KPU provinsi/KPU kabupaten/kota ataukepolisian atau instansi lainnya untuk ditindaklanjuti;(4) Mengawasi tindak lanjut rekomendasi;(5) Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu; dan(6) Melaksanakan :a)Tugas dan wewenang lain ditetapkan oleh undang-undang (untuk Bawaslu, PanwasluProvinsi, dan Panwaslu kabupaten/kota); b) Melaksanakan tugas lain dari Panwaslu Kecamatan (untuk Pengawas Pemilulapangan); danc) Melaksanakan tugas lain dari Bawaslu (untuk Pengawas Pemilu Luar Negeri).Dalam melaksanakan tugas, Bawaslu, Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota berwenang :(a) Memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menonaktifkan sementara dan/ataumengenakan sanksi administratif atas pelanggaran;(b) Memberikan rekomendasi kepada yang berwenang atas temuan dan laporan terhadaptindakan yang mengandung unsur tindak pidana Pemilu.Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya Pengawas Pemilu berkewajiban sebagai berikut :1.Bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas dan wewenangnyaPengawas Pemilu disemua tingkatan2.Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Pengawas Pemilu padasemua tingkatan3.Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Pengawas Pemilu padatingkatan dibawahnya4.Menerima dan menindak lanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaranterhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan mengenai pemilu.5.Menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada presiden, DPR dan KPU sesuai dengantahapan secara periodic dan/atau berdasarkan kebutuhan.Bawaslu6.Menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada Bawaslu sesuai dengan tahapan Pemilusecara peridik dan/atau berdasarkan kebutuhanPanwaslu Provinsi
 
7.Menyampaikan temuan dan laporan kepada Bawaslu berkaitan dengan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Provinsi yang mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan tahapan Pemilu di tingkat provinsi.Panwaslu Provinsi8.Menyampaikan temuan dan laporan kepada Panwaslu Provinsi berkaitan dengan adanyadugaan pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Kabupaten/kota yang mengakibatkanterganggunya penyelenggaraan tahapan Pemilu di tingkat Kabupaten/Kota.Panwaslu Kabupaten/Kota9.Menyampaikan laporan kepada Panwaslu Kabupaten/Kota berkaitan dengan adanya dugaantindakan yang mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan tahapan Pemilu di tingkatKecamatan.Panwaslu Kecamatan10.Menyampaikan temuan dan laporan kepada Panwaslu Kabupaten/Kota berkaitan denganadanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PPK yang mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan tahapan Pemilu di tingkat Kecamatan.Panwaslu Kecamatan11.Menyampaikan laporan kepada Panwaslu Kecamatan berkaitan dengan adanya dugaantindakan yang mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan tahapan Pemilu di tingkatKecamatan.Pengawas Pemilu Lapangan12 Menyampaikan temuan dan laporan kepada Panwaslu Kecamatan berkaitan dengan adanyadugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PPS dan KPPS yang mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan tahapan Pemilu di tingkat Desa/Kelurahan.Pengawas Pemilu LapanganPemilu dapat dikatakan demokratis jika memenuhi beberapa prasyarat dasar. Tidak seperti padamasa rezim orde baru dimana pemilu seringkali disebut sebagai ‘demokrasi seolah-olah’, pemilu yang sedang berlangsung sekarang sebagai pemilu reformasi harus mampu menjamintegaknya prinsip-prinsip pemilu yang demokratis. Setidak-tidaknya, ada 5 (lima) parameter universal dalam menentukan kadar demokratis atau tidaknya pemilu tersebut, yakni (ModulPengawasan, Bawaslu, 2009 : 7-8):o Universalitas (Universality)Karena nilai-nilai demokrasi merupakan nilai universal, maka pemilu yang demokratis jugaharus dapat diukur secara universal. Artinya konsep, system, prosedur, perangkat dan pelaksanaan pemilu harus mengikuti kaedah-kaedah demokrasi universal itu sendiri.o Kesetaraan (Equality)Pemilu yang demokratis harus mampu menjamin kesetaraan antara masing-masingkontestan untuk berkompetisi. Salah satu unsur penting yang akan mengganjal prinsipkesetaraan ini adalah timpangnya kekuasaan dan kekuatan sumberdya yang dimilikikontestan pemilu. Secara sederhana, antara partai politik besar dengan partai politik kecilyang baru lahir tentunya memiliki kesejnjangan sumberdaya yang lebar. Oleh karena itu,regulasi pemilu seharusnya dapat meminimalisir terjadinya
 political inequality.
o Kebebasan (Freedom)Dalam pemilu yang demokratis, para pemilih harus bebas menentukan sikap politiknyatanpa adanya tekanan, intimidasi, iming-iming pemberian hadiah tertentu yang akanmempengaruhi pilihan mereka. Jika hal demikian terjadi dalam pelaksanaan pemilu, maka perlakunya harus diancam dengan sanksi pidana pemilu yang berat.
 
o Kerahasiaan (Secrecy)Apapun pilihan politik yang diambil oleh pemilih, tidak boleh diketahui oleh pihamanapun, bahkan oleh panitia pemilihan. Kerahasiaan sebagai suatu prinsip sangat terkaitdengan kebebasan seseorang dalam memilih.o Transparansi (Transparency)Segala hal yang terkait dengan aktivitas pemilu harus berlandaskan prinsip transparansi, baik KPU, peserta pemilu maupun Pengawas Pemilu. Transparansi ini terkait dengan duahal, yakni kinerja dan penggunaan sumberdaya. KPU harus dapat meyakinkan public dan peserta pemilu bahwa mereka adalah lembaga independen yang kan menjadi pelaksana pemilu yang adil dan tidak berpihak (imparsial). Pengawas dan pemantau pemilu juga harusmampu menempatkan diti pada posisi yang netral dan tidak memihak pada salah satu peserta pemilu. Sementara peserta pemilu harus dapat menjelaskan kepada public darimana, berapa dan siapa yang menjadi donator untuk membiayai aktifitas kampanye pemilumereka. Bagaimana system rekrutmen kandidat dan proses regenarasi politik yangditempuh sehingga semua pihak memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagaikandidat wakil rakyat.
C. Tata Cara Penyelesaian Pelanggaran
Meski jenis pelanggaran bermacam-macam, tetapi tata cara penyelesaian yang diatur dalam UUhanya mengenai pelanggaran pidana. Pelanggaran administrasi diatur lebih lanjut melaluiPeraturan KPU dan selisih hasil perolehan suara telah diatur dalam UU MK.
Batas Waktu Penanganan Pelanggaran Pemilu
1. Mekanisme Pelaporan Penyelesaian pelanggaran pemilu diatur dalam UU Pemilu BAB XX.Secara umum, pelanggaran diselesaikan melalui Bawaslu dan Panwaslu sesuai dengantingkatannya sebagai lembaga yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadapsetiap tahapan pelaksanaan pemilu. Dalam proses pengawasan tersebut, Bawaslu dapatmenerima laporan, melakukan kajian atas laporan dan temuan adanya dugaan pelanggaran, danmeneruskan temuan dan laporan dimaksud kepada institusi yang berwenang. Selain berdasarkantemuan Bawaslu, pelanggaran dapat dilaporkan oleh anggota masyarakat yang mempunyai hak  pilih, pemantau pemilu dan peserta pemilu kepada Bawaslu, Panwaslu Propinsi, PanwasluKabupaten/Kota paling lambat 3 hari sejak terjadinya pelanggaran pemilu.Bawaslu memiliki waktu selama 3 hari untuk melakukan kajian atas laporan atau temuanterjadinya pelanggaran. Apabila Bawaslu menganggap laporan belum cukup lengkap danmemerlukan informasi tambahan, maka Bawaslu dapat meminta keterangan kepada pelapor dengan perpanjangan waktu selama 5 hari.Berdasarkan kajian tersebut, Bawaslu dapat mengambil kesimpulan apakah temuan dan laporanmerupakan tindak pelanggaran pemilu atau bukan.Dalam hal laporan atau temuan tersebut dianggap sebagai pelanggaran, maka Bawaslumembedakannya menjadi:1) pelanggaran pemilu yang bersifat administratif ;
dan
2) pelanggaran yang mengandung unsur pidana.

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Abdul Rahmat liked this
Andry Rover liked this
Phoo Iki Wae liked this
dheaz66666 liked this
dheaz66666 liked this
AgOez Roh'Man liked this
Asep Apipudin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->