Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Penggunaan Onggok Dan Isi Rumen Sapi

Pengaruh Penggunaan Onggok Dan Isi Rumen Sapi

Ratings: (0)|Views: 315|Likes:
Published by Nyesel Kapten

More info:

Published by: Nyesel Kapten on Jul 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2012

pdf

text

original

 
1
PENGARUH PENGGUNAAN ONGGOK DAN ISI RUMEN SAPIDALAM PAKAN KOMPLIT TERHADAP PENAMPILAN KAMBINGPERANAKAN ETAWAHUSMAN ALI
 
 Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan,Universitas Islam Malang
 
RINGKASAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan onggok & isi rumen sapi (OIRS) dalam pakan komplit terhadap penampilan kambingperanakan etawah (PE). Penelitian dilaksanakan di kandang perobaan FakultasPeternakan, UNISMA, Malang. Digunakan rancangan acak kelompok denganmemakai 12 ekor kambing PE jantan berbobot badan 23,5 – 30,8 kg terbagimenjadi 3 kelompok, dikandangkan individu selama 65 hari, dan diberi pakankomplit. Pakan perlakuan didasarkan pada kebutuhan akan nutrisi bagi ruminansiadengan protein kasar maksimal 14% dan serat kasar minimal 12%. Formulasipenggunaan campuran OIRS dalam pakan sebagai berikut : R
0
= 0% , R
1
= 10% ,R
2
= 20%, dan R
3
= 30%. Penampilan yang diamati meliputi parameter konsumsipakan, kecernaan pakan dan P, B, B; data yang diperoleh dianalisis menggunakansidik ragam dan uji BNJ. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penggunaanOIRS dalam pakan komplit berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi,kecernaan pakan, dan P, B, B. Adapun rataan konsumsi pakan (BK) = 1012,51 ±8,04 g/ekor/hari, KcBK sebesar (63,94 ± 0,77)%, KcBO = 65,69 ± 1,13 %, KBOT= 613,041 ± 84,955 g/ekor/hari, PBB= 75,88 ± 4,06 g/ekor/hari. Disimpulkanbahwa penggunaan OIRS dalam pakan kambing PE sebesar 30% merupakan leveloptimum dan efisien dengan pertambahan bobot badan sebesar 71,92 g/ekor/hari.
Kata Kunci : OIRS , pakan komplit, performans kambing
THE EFFECT USE OF ONGGOK & COW RUMEN BOWELIN COMPLETE FEED ON THE PERFORMANCE OF ETAWAHCROSSBREED GOATSUMMARY
The aim of this experiment was to analyze the effect of use onggok andcow rumen bowel (OCRB) in complete feed on the performance of EtawahCrossbreed Goats (ECG), and was conducted at the Faculty of Animal Husbandry,Islamic University of Malang. The experiment used randomized block design,using 12 Etawah Crossbreed Goats which had body weight 23,5 – 30,8 kg in 3blocks. The goats were put in individual cages for 65 days and given completefeed. The treatment feed was arranged based on nutrient requirements forruminants-crude protein max. 14% and crude fiber min.12%. Formulations of OCRB in feed given were: R
0
= 0%, R
10
= 10%, R
20
= 20% and R
30
= 30%. The goatperformance which were observed included feed intake, digestible nutrient andbody weight gain, and the data obtained was analyzed by covariance and BNJ test.The result of statistical analysis showed that the use of OCRB in complete feed
 
2
was significant (P<0.05) for IDM, DDM, DOM, IDOM and BWG. In daily intakerate: IDM= 1012.51 ± 8.04 g/head, DDM = 63.94 ± 0.77 %, DOM = 65.69 ± 1.13%, IDOM= 613.041 ± 84.955 g/head, and BWG=75.88 ± 4.06 g/head. It wasconcluded that OIRS in complete feed can be used 30% for goats which it wasoptimal and efficient with body weight gain of 71.82 g/ head/day.
Key Words: OIRS , complete feed, performance of goat.
PENDAHULUAN
Salah satu upaya untuk menekan biaya pakan dapat dilakukan denganmencari bahan pakan alternatif yang relatif murah dan tidak bersaing dengankebutuhan manusia. Sehubungan dengan itu, perlu dilakukan pemanfaatan limbahorganik hasil pertanian dan limbah industri olahannya antara lain kulit kacang,bungkil biji-bijian, pollard, ampas tahu, dan campuran onggok & isi rumen sapisebagai sumber serat pengganti hijauan pakan.Pakan hijauan dan bahan berserat sebagai pakan basal bagi ruminansiaakan difermentasi oleh mikroba rumen sehingga menghasilkan asam lemak terbang sebagai sumber energi dan pasokan rantai karbon serta sebagianmengandung substansi tanin kondensasi untuk proteksi protein terhadapfermentasi rumen. Karena adanya keterbatasan memproduksi pakan hijauanterutama terjadi pada musim kemarau dan karena menyempitnya lahan akibatmeluasnya penggunaan lahan terutama untuk pemukiman dan pembangunan yanglain, perlu dicari bahan pakan alternatif utamanya berupa limbah pertanian atauhasil sampingan dari pengolahan bahan hasil tanaman pangan untuk mengurangipakan hijauan dalam upaya penyediaan ransum ternak potong seperti kambingmelalui pemanfaatan limbah organik onggok dan isi rumen sapi (OIRS) dalampakan komplit
 
3
Onggok sebagai hasil sampingan pembuatan tepung tapioka selainharganya murah, tersedia cukup, mudah didapat, dan tidak bersaing dengankebutuhan manusia. Menurut Rasyid
dkk 
. (1996), onggok merupakan bahansumber energi yang mempunyai kadar protein kasar rendah, tetapi kaya akankarbohidrat yang mudah dicerna (BETN) bagi ternak serta penggunaannya dalamransum mampu menurunkan biaya ransum. Lebih jauh isi rumen sapi (IRS)merupakan limbah organik dari rumah potong hewan dan sampai saat sekarangbahan ini masih menimbulkan masalah rumit dan mengganggu kebersihanlingkungan.Kandungan nutrien tercerna dalam IRS cukup tinggi karena belum terserapoleh usus halus sehingga nutriennya tidak berbeda dengan bahan bakunya, bahkanmengandung asam amino essensial dari protein mikroba sehingga IRSmemungkinkan dapat dimanfaatkan untuk pakan ruminansia sebagai penggantihijauan (Kosnoto, 1999). Salah satu metode biologi yang dikembangkan untuk meningkatkan kecernaan bahan kering pakan adalah dengan memanipulasiekosistem rumen dengan cara penambahan bahan
carbonaseus consentrate
sepertionggok yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi fermentasi di dalam rumensehingga degradasi serat kasar dan sintesis protein mikrobial maksimal sertameminimalkan produk metan, degradasi protein, biohidrogenasi asam lemak tidak  jenuh, dan fermentasi pati dalam rumen.Berdasarkan beberapa pertimbangan di atas, perlu dikaji potensi limbahorganik OIRS serta level OIRS dalam ransum yang memberikan respon terbaik terhadap penampilan kambing, yang menyangkut konsumsi, kecernaan pakan, danpertumbuhan kambing peranakan etawah (PE). Maka, dilakukanlah penelitian

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->